PDI PERJUANGAN MENGUTUK KERAS AKSI PENEMBAKAN TERHADAP JEMAAH MASJID DI SELANDIA BARU

Sehubungan dengan Tragedi penembakan di Masjid al-Noor dan Lindwood, Christchurch di Selandia Baru yang menyebabkan puluhan muslim meninggal, PDI Perjuangan sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab dengan ini menyatakan sikap :

1. Mengecam dan mengutuk keras tindakan teror tersebut. Peristiwa tersebut adalah duka bukan hanya bagi umat Islam, namun juga bagi dunia dan kemanusiaan. Tindakan tersebut adalah tindakan terorisme yang sama sekali tidak dibenarkan dengan alasan apapun dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Terorisme tidak berkaitan dengan agama manapun, sehingga kita hendaknya memisahkan antara ajaran agama dan perbuatan akibat ideologi kegelapan tsb.

2. Mengucapkan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya bagi seluruh korban meninggal dunia. Memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar arwah korban diterima disisiNya. Terhadap korban luka-luka dalam peristiwa tersebut agar diberikan kesembuhan.

3. Meminta pemerintah Selandia Baru agar segera mengusut tuntas motif dan pelaku penembakan serta dalang atas peristiwa tersebut dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada siapapun yang terlibat. Pemerintah Selandia Baru hendaknya terus melakukan perlindungan khususnya terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) dan seluruh umat Islam di sana.

4. Meminta kepada segenap umat Islam di Indonesia untuk tetap tenang, tidak terpecah belah, tidak terprovokasi, dan jangan ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan mengeluarkan pernyataan provokatif yang berpotensi mengganggu keamanan dan kondusifitas di dalam negeri.

5. Meningkatkan kewaspadaan dini di dalam negeri terhadap ancaman terorisme serta turut aktif melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan informasi yang mengarah pada tindak pidana terorisme atas nama dan alasan apapun.

Jakarta 15 Maret 2019

Dr. H. Ahmad Basarah
Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan

Safari Politik Kebangsaan X PDIP: Aceh Serambi Mekkah, Bangun Persahabatan dan Kejayaan Bumi Pertiwi

Di Aceh, Sekjen PDIP hadir mendampingi utusan khusus KH Ma’ruf Amin

Masyarakat Aceh Sangat Kokoh Pada Prinsip
1). Pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Aceh memerlukan kerjasama tidak hanya dengan seluruh Parpol Koalisi Indonesia Kerja dan relawan. “Dukungan para ulama, tokoh masyarakat, dan kerjasama yang baik dengan seluruh Partai Lokal Aceh menjadi prioritas kerja TIm Kampanye Paslon 01. Karena itulah kami datang membawa pesan khusus Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin, bersama dengan KH Lukmanul Hakim, Wakil Ketua MUI, Habib Sholeh, Habib Ali Assegaf, hingga DR Zuhairi Misrawi, alumni Universitas Al Azhar, Mesir”

2). Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris TKN 01, Hasto menegaskan bahwa kunjungannya kali ini didasari oleh pengalaman Pak Jokowi sendiri yang meniti karir pertamanya di Aceh. “Seluruh nafas kehidupan Masyarakat Aceh telah ditangkap, dipahami, dan diinternalisasikan dengan baik oleh Pak Jokowi. Berpadu menjadi satu dengan Kyai Ma’ruf Amin menjadikan kepemimpinnya hadir merepresentasikan kesatupaduan ulama dan umara; umara dan ulama”

3). “Kehadiran kami berkonsentrasi pada upaya pemenangan Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin, dan didorong oleh kesadaran terhadap masa depan Aceh sebagai Serambi Mekkah. Masyarakat Aceh itu menjungjung tinggi kehidupan beragama, sangat gigih, dan setia pada prinsip. Sejarah dan kebudayaannya sangat luar biasa. Aspek inilah yang menjadi keyakinan Pak Jokowi dalam melihat masa depan Aceh yang gemilang, mengingat potensi pertumbuhannya sangat besar karena letak geografisnya di sepanjang Semenanjung Malaka”, ujar Hasto

4). Safari Politik X ini direncanakan mengunjungi pondok pesantren, bertemu para ulama, dan tokoh masyarakat, para pemuda Aceh, dan tidak lupa mengangkat wisata kuliner Aceh yang kaya dengan bumbu-bumbuan yang begitu sedap, dan bercita rasa tinggi, khas masyarakat Aceh dengan seluruh kedai kopinya.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIPerjuangan

Issue Perempuan, HAM, Korupsi, dan Terorisme Prabowo-Sandi Terkena Upper-Cut

Dari Kuantitas dan Kualitas, Kebijakan Prabowo Di Partai Gerindra Tidak Pro Emak-emak
1). Dengan gaya khasnya Jokowi memberikan upper-cut, pukulan telak, terhadap persoalan perempuan, korupsi, ham, dan terorisme. “Tidak ada afirmatif terhadap pengurus teras Partai Gerindra; klaim sebagai Partai dengan caleg terbanyak ternyata bohong; caleg korupsi terbanyak di Partainya; mengatakan akar terorisme akibat ketidak adilan; keraguan penyampaian visi misi tentang HAM; ketumpulan ketegasan retorik pemberantasan korupsi, adalah contoh pukulan upper-cut tersebut. Bahkan dalam beberapa issue, Prabowo masuk dalam jebakan kesalahan sendiri, atau semacam goal bunuh diri”
2). Pernyataan pemimpin itu harus didasarkan pada prinsip, pada hukum tata negara yang baik, dan pada satunya kata dan perbuatan. “Karena itulah rakyat sudah cerdas. Rakyat tidak melihat pemimpin dari retorika dan ketegasan bicara. Sebab menjadi pemimpin itu diukur dari tanggung jawab, konsistensi, dan dedikasi bagi rakyat, bangsa dan negara. Karena itulah tidak berlebihan bahwa melihat pemimpin itu juga bisa dilihat dari kepemimpinan di keluarganya”

Hasto Kristiyanto
Sekretaris Tim Kampanye 01

Sekjen PDIP: Gugatan Tim Prabowo Melalui Bawaslu Saya Terima, Saya Taat Hukum dan Siap Diperiksa

Pernyataan Saya Menjadi Pelajaran Agar Berpolitik Bangun Peradaban

1). Gugatan TimSes Prabowo atas materi muatan yang saya sampaikan pada saat safari politik di Banten saya terima, dan sebagai warga negara yang taat hukum, saya siap memenuhi undangan Bawaslu. “Apa yang saya sampaikan berdasarkan hal-hal yang faktual, bahwa sejak tahun 2014, dari berbagai pengakuan Pihak Terpercaya, Obor Rakyat yang penuh fitnah kepada Pak Jokowi dilakukan oleh TimSes Pak Prabowo. Demikian halnya pada pilpres 2019, dengan apa yang terjadi kasus Ratna Sarumpaet yang mencoreng keadaban politik kita; juga terkait serangan masif berisi fitnah dan ujaran kebencian yang ditujukan kepada Pak Jokowi-KH Maruf Amin. Publik juga mencatat terkait penggunaan issue-issue yang sensitif sepertinya kepemimpinan Pak Jokowi-KH Maruf Amin itu tidak Islami, semua mengarah pada dikotomi memfitnah dan difitnah. Saya siap buktikan, dan gugatan yang dilakukan tersebut justru menjadi momentum untuk mengedepankan politik yang membangun peradaban”

2). Demikian halnya hasil kajian dari organisasi independen, kelompok Pro Demokrasi, dan kelompok Anti Hoax, semua berkesimpulan bahwa Pak Jokowi-KH Maruf Amin menjadi sasaran hoax terbesar dibandingkan pasangan Pak Prabowo-Sandi. “Jadi apa yang saya sampaikan adalah kebenaran dalam politik yang bisa dibuktikan secara faktual maupun bukti material yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum. Apa yang saya sampaikan adalah dambaan suara demokrasi Indonesia yang seharusnya penuh dengan hikmat kebijaksanaan,” ujar Hasto penuh semangat.

3). Dengan demikian ketika pihak TimSes Prabowo tersebut justru mengugat saya, artinya mata-hatinya tersentuh. “Baru ketika hal tersebut menjadi judul, antara pilih yang memfitnah atau difitnah, secercah cahaya itu muncul, dan mereka merasakan apa yang dibalik ucapan saya. Jadi berhentilah fitnah Pak Jokowi dan KH Maruf Amin. Itu pesan utama saya!! Betapa tidak enaknya difitnah. Alhamdulillah, Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin tetap tersenyum dan tetap kerja meski banyak difitnah,” kata Hasto. Lebih lanjut Hasto yang sekaligus sebagai Sekretaris Tim Kampanye Paslon 01 tsb menegaskan bahwa dengan adanya gugatan itu, maka pernyataan saya tepat sasaran, menyentuh nurani dan proses selanjutnya melalui proses di Bawaslu, saya yakini, akan semakin besar arus positif agar kampanye benar-benar sesuai tradisi politik Indonesia yang santun, penuh toleransi, dan berkeadaban, bukan sebaliknya memfitnah dan merusak.

4). Gugatan TimSes Prabowo tersebut akan saya jawab dengan baik melalui alam pikir yang jernih, karena momentumnya telah tiba, bahwa suara diam masyarakat Indonesia yang mencintai kebenaran dan budi pekerti dalam politik adalah suara terbesar rakyat.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan/Sekretaris Tim Kampanye 01

PUAN HARUMKAN NAMA INDONESIA DI FESTIVAL JANADRIYAH SAUDI ARABIA

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani telah mengharumkan nama Indonesia pada pembukaan Festival Janadriyah ke 33 di Kota Riyadh, Saudi Arabia pada Kamis (20/12). Puan menjadi satu-satunya pejabat negara dari luar Saudi Arabia yang diundang dan mendapat kesempatan pidato pada pembukaan Festival tersebut. Pidato Puan yang disampaikan dalam bahasa Inggris tersebut berhasil memukau hadirin yang datang, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dan Putra Mahkota, Pangeran Muhamammad bin Salman serta menteri-menteri Saudi Arabia serta pejabat tinggi dari negara-negara lainnya termasuk dari Indonesia.

Festival Janadriyah merupakan festival kebudayaan dan sejarah terbesar dan bergengsi di Timur Tengah yang diselenggarakan setiap tahun. Festival Janadriyah tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019 di Kota Riyadh. Diprediksi akan dihadiri oleh sekitar 12 juta pengunjung bukan saja dari warga Saudi Arabia tetapi juga dari negara-negara Teluk lainya. Pada festival Janadriyah tahun 2018 ini, atas perjuangan Duta Besar Indonesia untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, negara Indonesia berhasil mendapatkan kesempatan untuk menjadi Tamu Kehormatan (Guest of Honor) dan telah membuka stand kebudayaan dan produk-produk Indonesia dalam festival tersebut.

Selain Menko PMK, Puan Maharani, pembukaan festival tersebut juga dihadiri Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah dan Muhaimin Iskandar, Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, Dubes Agus Maftuh Abegebriel, juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Ormas Islam dari MUI, PBNU, PP Muhammadiyah serta tokoh-tokoh Pers dan kalangan akademisi.

Dalam pidatonya Puan menyampaikan apresiasinya atas nama bangsa Indonesia akan pentingnya berbagai upaya untuk meningkatkan peradaban dan kemajuan dunia Islam yang salah satunya melalui festival Janadriyah ini. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, bangsa dan pemerintah Indonesia berkepentingan untuk turut mendorong peningkatan peradaban dan kemajuan dunia Islam karena hal itu pasti akan turut memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa Indonesia.

Puan menegaskan, penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 260 juta lebih yang mendiami 13 ribu lebih pulau dan 700 lebih bahasa daerah dan terdapat enam agama yang dianiut telah terbukti mampu menjaga persatuan Indonesia dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai pemeluk agama terbesar di Indonesia, umat Islam Indonesia secara umum telah membuktikan Islam yang hidup dan tumbuh subur di Indonesia adalah Islam Yang Rahmatan Lil Alamiin, yaitu Islam yang ramah, toleran dan terbukti dapat hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya. Puan berharap, kerukunan umat beragama di Indonesia akan terus terjaga dan dapat menjadi inspirasi negara-negara lain di dunia, khususnya negara Islam dalam mengembangkan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Sebelum acara pembukaan Festival dimulai, delegasi undangan dari Indonesia bersama delegasi negara lainnya mendapat kehormatan untuk menyaksikan pertandingan balap onta dan makan malam bersama Raja Salman dan tokoh-tokoh pemerintahan Saudi Arabia lainnya. Selanjutnya sebelum memasuki arena pembukaan Festival Janadriyah ke 33 itu, Raja Salman memberikan kehormatan khusus dengan mengunjungi stand pameran Indonesia yang disediakan satu gedung khusus di arena Festival.

PDI Perjuangan: Perusakan Atribut Partai dan Paslon Manapun Tindakan Pengecut dan Merusak Kerukunan Demokrasi

Anggota dan Kader PDI Perjuangan Berdisiplin, Tidak Ada Untungnya Rusak Atribut Kampanye Pihak Lain

1). PDI Perjuangan mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan pemilu termasuk cara2 kotor dengan merusak atribut kampanye Parpol lain. “PDI Perjuangan tidak pernah main sembunyi-sembunyi. Kami selalu di ruang terbuka. Tidak ada untungnya bagi kami merusak atribut partai lain. Apalagi demokrat. Sebab kami tidak punya ilmu merusak. Secara survey, terbukti tidak ada irisan pemilih antara Demokrat dan PDI Perjuangan. Sebab jika elektoral Demokrat turun, larinya ke Gerindra, bukan ke PDI Perjuangan”.

2). Selaku sekjen, saya menjalankan perintah Ketua Umum untuk menjaga disiplin anggota dan kader Partai. “Kami ini Partai yang berdisiplin. Jadi kami pastikan tidak ada anggota kami yang punya perilaku seperti itu, karena sanksinya sangat tegas dan berat, pemecatan. Ketika kantor PDI Perjuangan diserang pada tanggal 27 Juli 1996, kami tidak melodramatik dan tidak latah menuduh Pak SBY. Kami menempuh jalur hukum dan yang kami tuduh adalah pemerintahan yang antidemokrasi-otoriter, meskipun saat itu Pak SBY mungkin mengetahui hal ikhwal serangan itu”.

3). Atas kejadian tersebut, PDI Perjuangan meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tuntas. “Apalagi kejadiannya di Riau. Kami tidak sekuat di daerah lain. Ketika Bus Kampanye Demokrat yang eksklusif, lux dan mahal melintas di wilayah yang menjadi basis PDI Perjuangan pun semua aman2 saja. Apalagi di Riau. Jadi mari perangi bersama, para penyusup yang mencoba mengadu domba Partai tersebut”.

4). Hasto juga meminta agar seluruh anggota dan kader Partai semakin waspada terhadap berbagai bentuk adu domba.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

Total Dukung Jokowi-Ma’ruf, PDI Perjuangan Kembali Gelar Safari Kebangsaan Jilid 2

DPP PDI Perjuangan kembali menggelar Safari Kebangsaan PDI Perjuangan ke-2, jalur Selatan Jawa dengan menggunakan bus menelusuri 8 kabupaten/kota di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta.

“Setelah pekan lalu menelusuri jalur utara Jawa, Ibu Megawati Soekarnoputri kembali memberikan instruksi kepada partai untuk menggelar safari via jalur selatan Jawa. Sepanjang perjalanan nanti, selain menyerap aspirasi dari kader partai dan masyarakat yang kami temui, tujuan safari kebangsaan juga ini untuk menyampaikan perintah Ibu Megawati kepada seluruh kader partai untuk wajib memenangkan pasangan calon Jokowi-Ma’ruf. Singkatnya, PDI Perjuangab total dalam menghadapi pilleg dan pilpres,” papar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang akan kembali memimpin rombongan kepada pers di Jakarta, Jumat (23/24) sore.

Hasto menjelaskan tujuan Safari Kebangsaan ini melanjutkan pengecekan pada tiga pilar partai di dalam memenangkan Pilleg dan Pilpres 2019, khususnya di Pulau Jawa.

“PDI Perjuangan komit untuk terus mendongkrak elektabilitas pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden K.H. Ma’ruf Amin melalui gerak serempak Tiga Pilar Partai. Itulah yang melandasi safari kebangsaan PDI Perjuangan,” ucap Hasto.

Hasto menambahkan dalam Safari Kebangsaan ini dia didampingi sejumlah elite PDI Perjuangan seperti Djarot Syaiful Hidayat serta beberapa caleg DPR-RI PDIP seperti Ono Surono, Augustina Connie, Kirana Larasati, dan Yayan Sopyani Alhadi.

Perjalanan dimulai Sabtu (24/11) hingga Senin (26/11). Adapun 8 titik yang menjadi rencana tujuan perjalanan itu adalah Bandung Barat, Garut, Pangandaran, Cilacap, Magelang, Borobudur, Sleman dan berakhir di Yogyakarta.

“Selain konsolidasi dengan DPC PDI Perjuangan di wilayah yang dikunjungi,
Rombongan dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan UMKM Garut. Lalu pertemuan dengan nelayan, meninjau program pemberdayaan nelayan di Pangandaran,” jelas Hasto.

Hasto mengimbau langkah PDI Perjuangan dalam waktu dekat akan diikuti seluruh parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf.

“Rekomendasi Rakernas Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Surabaya menyepakati pencapaian target Pilpres sebesar 70%. Jadi, untuk mencapai target tersebut maka sembilan parpol bertekad untuk menggerakkan seluruh elemen kepartaiannya baik struktur partai, kepala daerah dan wakil kepala daerah, seluruh anggota legislatif di semua tingkatan, serta seluruh anggota partai untuk bergerak serentak memenangkan pasangan Pak Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf Amin,” terang Hasto.

Dia menegaskan Safari Kebangsaan jilid 2 ini menunjukan komitmen PDI Perjuangan dalam mendukung pemenangan Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin.

“Jadi, setelah jalur Pantura Jawa, pekan lalu, PDI Perjuangan langsung meneruskan kegiatan di jalur Selatan Jawa. Meskipun survei menyebutkan PDI Perjuangab dan paslon Jokowi-Ma’ruf unggul, kami tidak terlena. Dengan safari ini PDI Perjuangan bermaksud mengecek kondisi riil di masyarakat, menangkap aspirasi dan harapan masyarakat kepada partai dan paslon 01,” pungkasnya.

Usai safari di Pulau Jawa, Hasto merencanakan perjalanan berikutnya ke Pulau Sumatra.

PDIP: Gambar Presiden Jokowi Menjadi Raja, Jurus Baru Black Campaign

 

PDIP Telah Siapkan Atribut Asli Partai, Tampilkan Kepemimpinan Merakyat Jokowi

1). PDI Perjuangan menegaskan bahwa atribut kampanye yang beredar di Jawa Tengah secara masif dengan menampilkan gambar Presiden Jokowi dengan mahkota adalah modus black campaign gaya baru. “Atribut itu seolah mendukung kami, padahal bersifat black campaign. Dari aspek estetika, komunikasi politik, daya imajinasi, dan teknik kampanye, atribut bergambar PDI Perjuangan dan Pak Jokowi yang terpasang tersebut bukan kami. Ada pihak2 yang memalsukan APK tsb. Kami yakin, atribut tersebut dipasang oleh pihak yang mau mendiskreditkan kami.”

2). Apa yang terjadi dengan pemasangan “APK Palsu” tersebut tidak terlepas dari hasil survey yang selalu menempatkan PDI Perjuangan dengan elektabilitas tertinggi. Akibatnya, ada kekuatan2 tertentu yang mendowngrade PDI Perjuangan agar elektabilitas turun. “Ini cara2 yang tidak sehat dalam demokrasi”

3). PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih atas kerja cepat kader Partai bersama dengan masyarakat yang melaporkan adanya APK Liar tsb dan kemudian menurunkan APK tsb setelah berkoorsinasi dengan Bawaslu. Kami juga sedang memertimbangkan langkah hukum atas pemasangan APK oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab tersebut. “Kami sudah memersiapkan atribut asli kami, yang mengedepankan kepemimpinan merakyat Pak Jokowi dengan pendekatan soft campaign. Berdasarkan survey internal yang kami lakukan, publik menangkap ada apresiasi positif dimana Bung Karno, Ibu Megawati Soekarnoputri, Pak Jokowi dengan PDI Perjuangan merupakan satu kesatuan nafas perjuangan. Dengan demikian, desain APK juga memertimbangkan hasil survey dan FGD, tidak sembarangan sebagaimana APK Liar yang muncul akhir2 ini”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDIP: Narasi Kebohohongan Cermin Hadirnya Pemuja Kekuasaan

Menyejajarkan Ratna Sarumpaet dan Cut Nyak Dien Tidak Boleh Terjadi Lagi

1). Kebenaran yang akhirnya terkuak dan memaksa Prabowo meminta maaf ke publik harus diikuti dengan komitmen berkampanye tanpa kebohongan. “Selama ini Pak Jokowi menjadi obyek serangan fitnah karena ketidakmampuan mereka membangun narasi kinerja dan rekam jejak positif”.
2). Apa yang disebut sebagai narasi penganiayaan Ratna Sarumpaet (RS) berawal dari konstruksi yang dibangun oleh Fadli Zon setelah bertemu RS, tanggal 2 Oktober 2018. Narasi ini diperkuat oleh pertemuan Pak Prabowo, Amien Rais, dan Fadli Zon dengan RS, lalu mengalirlah pidato politik Pak Prabowo, penuh syak wasangka; penuh serangan tajam ke Pemerintahan Jokowi. “Saya masih ingat betul, saat itu Pak Prabowo mengatakan bahwa RS sangat ketakutan, sangat traumatize. Apa yang terjadi merupakan tindakan represif, tindakan yang di luar kepatutan. Tindakan pelanggaran HAM, dan bahkan suatu tindakan pengecut yang terjadi terhadap ibu-ibu usianya mungkin sudah 70. Luar biasa”, ujar Hasto menirukan pernyataan Prabowo yang mencoba mengambil keuntungan elektoral atas rekayasa tersebut.
3). Terbongkarnya manipulasi kebohongan tsb harus menjadi edisi terakhir dalam tahun politik ini. “Kita semua yang mendambakan pemilu yang demokratis dan berkeadaban harus bergandengan tangan menolak fitnah dan kampanye hitam. Apa yang disampaikan Pak Prabowo pada tanggal 3 Oktober 2018, dimana narasi penganiayaan RS sebagai pintu masuk serangan ke Pak Jokowi TIDAK boleh terjadi lagi”
4). Marilah kita bangun tradisi politik yang berkeadaban. “Menyetarakan secara emosional antara Ratna Sarumpaet dengan Cut Nyak Dien sebagaimana disampaikan oleh Hanum Rais, Putri Amien Rais tidak boleh terjadi lagi. Terlebih sosok Cut Nyak Dien merupakan sosok yang sangat dihormati”.
5). Kepada seluruh tim kampanye Prabowo-Sandi kami berharap untuk memegang teguh komitmen kampanye damai. “Jangan hadirkan setan kekuasaaan hanya karena ambisi untuk menang”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDIP: Instruksikan Seluruh Kader Partai Bergotong Royong Dan Bela Rasa Terhadap Korban Tsunami Donggala

Kemanusiaan Nilai Penggerak Gotong Royong Bangsa

1). PDI Perjuangan menginstruksikan kepada seluruh kader partai untuk bergotong royong dan berbela rasa serta aktif membantu rakyat yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. “Ibu Megawati Soekarnoputri langsung memerintahkan DPD Sulawesi Selatan untuk mengirim Tim Badan Penanggulangan Bencana -(Baguna) ke lokasi bencana. Demikian halnya Baguna Pusat akan segera berangkat ke Palu guna memimpin Solidaritas Kemanusiaan untuk membantu rakyat yang menjadi korban”
2). Ibu Megawati juga berpesan agar skala prioritas ditujukan pada korban dan sekaligus bantuan ke Ibu-ibu dan anak-anak. “Kami diminta membawa makanan untuk anak-anak, kebutuhan khusus perempuan dan galang solidaritas kemanusiaan yang melibatkan seluruh DPD Partai se Indonesia”.
3). Apa yang dilakukan PDI Perjuangan dengan BAGUNA yang sudah dilatih secara khusus oleh BASARNAS tidak lain untuk membumikan semangat “menangis dan tertawa” bersama rakyat.
4). Terhadap berbagai kegiatan kampanye yang saat ini sedang dilakukan, Hasto menegaskan agar skala prioritas saat ini adalah membantu pemerintah dan bergotong royong dengan seluruh komponen masyarakat untuk berbela rasa dengan melakukan tindakan kemanusiaan nyata guna membantu masyarakat di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.
5). Kami meyakini bahwa Presiden Jokowi akan bertindak cepat dan memimpin secara langsung gerakan solidaritas kemanusiaan tersebut. Terima kasih kepada aparat TNI, POLRI dan seluruh masyarakat atas kerja kemanusiaan yang dilakukan. Semangat Gotong Royong dan Solidaritas Kemanusiaan sangat penting sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan