Pendidikan Kader Nasional

Pendidikan Kader Nasional

PDI Perjuangan tengah terus menerus membenahi diri. Di antaranya membenahi kualitas para kadernya agar dapat membumikan ideologi ke dalam bentuk kerja nyata. Untuk itu, PDI Perjuangan menyelenggarakan Pendidikan Kader Pendidik Nasional di Yogyakarta, pada hari Kamis (23/2/2012) yang lalu .

 

Menurut Idham Samawi, pendidikan kader selama satu minggu tersebut merupakan amanah dari Kongres III Bali. “Kongres memberi amanat untuk mencetak kader berkualitas yang mengerti dan mampu mengamalkan ideologi partai,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Keanggotan, Kaderisasi dan Rekrutmen di Yogyakarta, Rabu (22/22012) yl.

 

Masih menurut Idham Samawi, PDI Perjuangan prihatin dengan perkembangan partai politik di Indonesia. Partai tidak memiliki kader yang siap turun ke bawah dan tidak mampu menghasilan solusi berbagai permasalahan masyarakat. Ketua Umum, sambung Idham, dalam pembukaan Kongres III secara tajam menyoroti hal ini.  “Seorang kader harus mempunyai Idoleogi dan sekaligus bisa membumikannya dalam bentuk kerja nyata.”

 

“Oleh Ketua Umum, kami dituntut untuk bisa melahirkan kader-kader ideologis yang bukan hanya sekedar memahami, tetapi sekaligus juga bisa mengimplementasikan ideologi,” ujar Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Keanggotan, Kaderisasi dan Rekrutmen seraya menjelaskan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri, dipastikan memberikan materi dalam pendidikan kader tersebut.

 

Karena itu, menurut mantan Bupati Bantul itu, pendidikan kader nantinya tidak hanya secara ideologis saja tapi benar-benar mumpuni dan bisa membantu rakyat kecil. “Tidak hanya ideologi saja tapi dalam praktek kenyataan sehari-hari mereka bisa berperan di masyarakat terutama membantu menyelesaikan berbagai masalah wong cilik.”

 

Idham Samawi menjelaskan 520 kader PDI Perjuangan dari Aceh hingga Papua akan mengikuti pendidikan kader di Yogyakarta. Pendidikan akan berlangsung tujuh hari, empat hari di kelas dan sisanya tinggal dengan masyarakat (live in) di Klaten, Jawa Tengah.

 

“Dari 520 kader, 497 kader akan kita tempatkan di dewan pimpinan cabang partai di kabupaten/kota. Mereka akan mengurusi urusan kepartaian dan mengidentifikasi apa saja masalah rakyat, terutama masalah wong cilik. Setelah satu tahun, baru bisa dinyatakan lulus,” ujar Idham yang juga Ketua Panitia Pendidikan Kader Pendidik Nasional.

 

Masih menurut Idham, pendidikan kader direncanakan dalam empat angkatan, dan semuanya diselenggarakan di Yogyakarta. Target pada Kongres IV, April 2015, nanti akan berdiri sekolah partai.  “Ini merupakan rintisan dan akan berjenjang mulai dari pratama, madya hingga utama,” pungkasnya.