PDI Perjuangan: Pertemuan Jokowi-Prabowo Positif, Perkuat Tradisi Musyawarah Demi Persatuan Indonesia

Musyawarah Untuk Persatuan Indonesia Implementasi Demokrasi Pancasila

1). PDI Perjuangan memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa gembiranya atas pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo di Stasiun MRT, Jakarta. “Pertemuan tersebut menjadi ukuran peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia. Sebab Pemilu Presiden sudah selesai. Dengan pertemuan kedua pemimpin, PDI Perjuangan semakin meyakini bahwa jalan musyawarah demi persatuan Indonesia adalah pembumian penting dari demokrasi Pancasila”

2). Implikasinya, ketika Pak Jokowi dan Pak Prabowo bertemu, dalam suasana penuh kegembiraan disertai pemberian ucapan selamat secara langsung dari Pak Prabowo ke Pak Jokowi, maka sesuai kultur politik di Indonesia, hal tsb akan membawa suasana positif di tingkat grass roots. Kini semua berproses pada jalan yang sama: memerkuat semangat Merah Putih. “Saya mendampingi Ibu Megawati Soekarnoputri dengan melihat siaran langsung atas pertemuan tsb. Beliau menyampaikan rasa syukurnya, dan sejak awal percaya kenegarawanan Pak Prabowo, sama halnya dengan keyakinan Ibu Megawati mengapa konsisten memberikan dukungan ke Pak Jokowi karena kepemimpinannya yang merangkul, berdialog dan berdedikasi bagi bangsa dan negara Indonesia”

3). Dengan pertemuan tsb, maka PDI Perjuangan semakin optimis terhadap arah masa depan bangsa dan negara. “Yang lebih menggembirakan kami adalah bahwa demokrasi Pancasila bekerja baik. Gotong royong, musyawarah-mufakat, persatuan Indonesia, dan keluhuran budi para pemimpinnya telah menjadi modal bagi bangsa Indonesia untuk berdemokrasi dengan kultur Indonesia, yakni berdemokrasi dengan hikmat kebijaksanaan untuk kemajuan Indonesia Raya”

4). Ketika persatuan para pemimpin berproses menjadi persatuan nasional seluruh warga negaranya, maka hal tsb menjadi momentum penting bagi bangkitnya spirit dan kehendak nasional untuk berkemajuan bagi tanah air tercinta.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

Megawati Soekarnoputri: Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Alm Sutopo , Pejuang Sosial Kemanusiaan

Agar Pemerintah Berikan Penghormatan Terbaik

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di tengah lawatannya di Beijing menghadiri The World Peace Forum ke 8, secara khusus menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Alm Sutopo.

“Alm Sutopo, Humas BNPB tidak hanya sosok humanis yang tetap setia menjalankan tugas meski sedang sakit. Bagi saya, Beliau adalah pejuang sosial kemanusiaan”, ujar Megawati di Beijing, Minggu (7/7).

Megawati Soekarnoputri tercatat sebagai Presiden yang memiliki kesejarahan kuat dengan sejarah pendirian Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Sejak awal ketika menjalankan tugas sebagai Wapres, saya sudah melihat bagaimana Indonesia berada di daerah yang rawan bencana karena merupakan lintasan ring of fire, maka departemen sosial yang dibubarkan alm Gus Dur saat itu, saya transformasikan Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi, yang kemudian menjadi cikal bakal BNPB,” papar Megawati.

Bagi Megawati, sosok Alm Sutopo seorang yang gigih, tidak luntur dalam harapan meskipun sakit. “Dalam situasi krisis ketika tanggap darurat terjadi, Alm Sutopo mampu menjadi jembatan penghiburan, membangun harapan di tengah korban bencana, dan membantu menentramkan masyarakat melalui fungsi kehumasan yang dijalankan dengan sangat baik. Informasi terkait penanganan tanggap darurat, bantuan ke korban, dan juga berbagai upaya yang dilakukan BNPB disampaikan dengan baik dan tepat, sampai melupakan rasa sakitnya sendiri. Karena itulah Pemerintah diharapkan memberi penghormatan terbaik bagi pejuang kemanusiaan tersebut,” lanjut Megawati.

Sementara itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menjelaskan Alm Sutopo telah menjadi mitra kami yang sangat baik.

“Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan selama ini memiliki koordinasi dan kerjasama yang baik dengan BNPB. Semua tidak terlepas dari peran Alm Sutopo. PDI Perjuangan sungguh merasa kehilangan dengan sosok berdedikasi tersebut,” pungkas Hasto Kristiyanto.

PDIPerjuangan: Kongres V Dipercepat Sesuaikan Agenda Pemerintahan Negara

Partai Bergerak Cepat, Kokoh Pada Jalan Ideologi Pancasila, Progresif Dalam Pikir dan Gerak

1). PDI Perjuangan bermaksud memercepat pelaksanaan Kongres V yang direncanakan dimulai tanggal 8 Agustus 2019 di Bali. “Percepatan Kongres V selain untuk menyesuaikan dengan agenda pemerintahan negara, juga untuk menyusun seluruh agenda strategis Partai pasca Pemilu 2019, dan sebagai langkah preemptive bagi tugas Ideologis-strategis Partai ke depan. Itulah yang menjadi intisari pemikiran Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri”

2). Dengan kongres dipercepat tsb maka ketika anggota DPR dan MPR dilantik, diikuti pelantikan Presiden Jokowi, dan KH Ma’ruf Amin, serta pembentukan kabinet, maka seluruh struktur Partai telah terkonsolidasi guna mendukung pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tsb. “PDI Perjuangan semakin fokus mendukung sepenuhnya jalannya pemerintahan Jokowi, karena itu mengapa konsolidasi ideologi, politik, konsolidasi struktural, dan konsolidasi program sudah dilakukan melalui gerak mendahului dalam Kongres V. Jadi keputusan memercepat sangat strategis dan sebagai implementasi jatidiri sebagai Partai Pelopor”

3). Apa yang dilakukan PDI Perjuangan adalah pembumian dari jalan keyakinan politik melalui ideologi Pancasila yang digelorakan oleh ide, pemikiran, cita-cita, gagasan, dan perjuangan Bung Karno, Bapak Bangsa Indonesia. “PDI Perjuangan kokoh secara ideologis, dan terus memerbaiki diri melalui pengelolaan Partai yang modern, menjadi Partai digital, namun tetap berakar kuat pada kebudayaan bangsa, dan bekerja dengan cara gotong royong”

4). Sikap progresif dalam pikir dan gerak kepartaianlah yang melahirkan gagasan Kongres dipercepat. “Persiapan seluruh jajaran kepartaian untuk menjadi kekuatan utama yang efektif mengawal Jokowi-KH Ma’ruf akan dilakukan lebih awal. PDI Perjuangan sebagai Partai Pelopor berdiri di depan bagi kemajuan Indonesia Raya di segala bidang kehidupan”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDIP: Pemilu Legislatif Sangat Kompleks, Pemilu Presiden Sederhana dan Relatif Sulit Dicurangi

Semua Elit Politik Harus Kedepankan Komitmen Deklarasi Damai

1). PDI Perjuangan sangat menyayangkan sikap Pak Prabowo yang menarik seluruh saksi dalam rekapitulasi di tingkat pusat. “Sikap menarik saksi tidak akan mengganggu legalitas hasil rekapitulasi. Sikap itu sangat disayangkan, bertentangan dengan komitmen deklarasi pemilu damai. Sebab, deklarasi pemilu damai yang ditandatangani seluruh paslon dan pimpinan parpol merupakan kontrak politik untuk menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan melaksanakan seluruh tahapan pemilu dengan aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoax, politik SARA, dan politik uang”

2). PDI Perjuangan percaya pada sikap negarawan Pak Prabowo. “Selama ini Ibu Megawati Soekarnoputri pun dalam berbagai kesempatan juga selalu menyampaikan hal2 positif tentang Pak Prabowo. Jadi PDI Perjuangan meyakini dengan melihat dukungan para tokoh nasional, kesiapan TNI dan POLRI, serta kematangan rakyat Indonesia, maka puncak rekapitulasi pada tanggal 22 Mei 2019 nanti, situasi politik akan aman dan terkendali. Mereka yang akan memaksakan jalan diluar hukum akan berhadapan dengan hukum negara dan rakyat Indonesia”

3). Berkaitan dengan klaim sepihak serta narasi kecurangan yang dibangun oleh pihak-pihak yang kecewa, hanyalah sebagai dinamika politik yang terus dimainkan bagi yang kalah, dan hal ini juga biasa terjadi di pilkada. “Secara teknis dalam pemilu berlaku dalil dari Afrika, semakin komplek pemilu, semakin mudah dimanipulasi. Pemilu presiden jauh lebih sederhana daripada pemilu legislatif. Dengan demikian, dalam praktik, maka kemungkinan manipulasi dalam pemilu presiden jauh lebih sulit daripada pemilu legislatif. Apalagi dengan jumlah pemilih yang hadir ke TPS mencapai lebih dari 155 juta”

4). Apa yang ditampilkan rakyat dengan partisipasi pilpres yang begitu besar, 81.78%, dan hasil survey dimana lebih 92% responden menerima hasil pemilu meski jagonya kalah, menunjukkan tingginya kesadaran politik rakyat dibanding elit politiknya. “Mari belajar pada kematangan rakyat di dalam berpolitik. Rakyat terbukti menjadi benteng bagi pemilu jurdil”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

Pemimpin Bangsa Itu Persoalan Karakter, Kebersihan Jiwa-Raga, Bukan Penampilan Six Pack Body

Karakter Pemimpin Baik, Ber-Mens Sana InCorpore Sano, Ikut Memengaruhi Watak Bangsa

1). PDI Perjuangan kembali menegaskan pentingnya karakter dan rekam jejak pemimpin. “Karakter yang baik dari pemimpin, yang dijiwai oleh jiwa-rohani yang sehat, akan melahirkan pikiran dan keputusan politik yang jernih untuk rakyat, bangsa dan negara. Kita mengenal kata-kata bijak Mens Sana In Corpore Sano, dimana antara tubuh dan jiwa merupakan satu kesatuan. Jiwa yang tidak sehat, ciptakan kata-kata dan perilaku yang tidak sehat. Dengan demikian rekam jejak pemimpin akan menggambarkan karakter dasar pemimpin itu. Karakter inilah yang seharusnya dilihat”

2). Karena itulah PDI Perjuangan menanggapi serius ketika ada yang mencoba menggeser persoalan dasar pemimpin tersebut hanya pada ketrampilan bicara, bahkan ada yang menggeser lebih parah dalam tampilan six pack body, ketampanan fisik, atau pada ukuran jas necis versus sarung. “Alhamdulillah penampilan debat Kyai Ma’ruf Amin menghadirkan kesempurnaan kearifan dan visi-misi pemimpin baik. Rekam jejak pemimpin dalam karakter itu bisa dilihat dari kearifan, kebijaksanaan, berpikir positif, bertindak positif. Bandingkan dengan pemimpin emosional, un-control, ataupun minimnya rasa kemanusiaan”

3). Untuk itulah PDI Perjuangan sangat keras menanggapi fitnah Anti Islam, LGBT, PKI, asing-aseng, demikian halnya fitnah terhadap penghapusan pelajaran agama, adzan dll. “Fitnah yang ditujukan ke Pak Jokowi-KH Maruf Amin akhirnya membuktikan bahwa Pak Jokowi-KH Maruf Amin berkarakter lebih Islami, lebih merakyat, lebih nasionalis, bersemangat hubbul wathan minal iman, dan lebih memiliki karakter yang baik, tidak emosional. Mereka yang memfitnah LGBT, jangan-jangan hanya untuk menutupi kelemahan sendiri, dan waktulah yang akan membuktikan”

4). Urusan bangsa dan negara memerlukan watak dan jati diri yang bersumber dari kebaikan. Maka pemimpin itu bukan persoalan six pack body. “Pemimpin itu persoalan tanggung jawab bagi bangsa dan negara agar Indonesia berkehidupan aman, tenteram, makmur dan mengalir kebaikan sejati untuk kemaslahatan rakyat Indonesia”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDI PERJUANGAN MENGUTUK KERAS AKSI PENEMBAKAN TERHADAP JEMAAH MASJID DI SELANDIA BARU

Sehubungan dengan Tragedi penembakan di Masjid al-Noor dan Lindwood, Christchurch di Selandia Baru yang menyebabkan puluhan muslim meninggal, PDI Perjuangan sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab dengan ini menyatakan sikap :

1. Mengecam dan mengutuk keras tindakan teror tersebut. Peristiwa tersebut adalah duka bukan hanya bagi umat Islam, namun juga bagi dunia dan kemanusiaan. Tindakan tersebut adalah tindakan terorisme yang sama sekali tidak dibenarkan dengan alasan apapun dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Terorisme tidak berkaitan dengan agama manapun, sehingga kita hendaknya memisahkan antara ajaran agama dan perbuatan akibat ideologi kegelapan tsb.

2. Mengucapkan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya bagi seluruh korban meninggal dunia. Memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar arwah korban diterima disisiNya. Terhadap korban luka-luka dalam peristiwa tersebut agar diberikan kesembuhan.

3. Meminta pemerintah Selandia Baru agar segera mengusut tuntas motif dan pelaku penembakan serta dalang atas peristiwa tersebut dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada siapapun yang terlibat. Pemerintah Selandia Baru hendaknya terus melakukan perlindungan khususnya terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) dan seluruh umat Islam di sana.

4. Meminta kepada segenap umat Islam di Indonesia untuk tetap tenang, tidak terpecah belah, tidak terprovokasi, dan jangan ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan mengeluarkan pernyataan provokatif yang berpotensi mengganggu keamanan dan kondusifitas di dalam negeri.

5. Meningkatkan kewaspadaan dini di dalam negeri terhadap ancaman terorisme serta turut aktif melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan informasi yang mengarah pada tindak pidana terorisme atas nama dan alasan apapun.

Jakarta 15 Maret 2019

Dr. H. Ahmad Basarah
Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan

Safari Politik Kebangsaan X PDIP: Aceh Serambi Mekkah, Bangun Persahabatan dan Kejayaan Bumi Pertiwi

Di Aceh, Sekjen PDIP hadir mendampingi utusan khusus KH Ma’ruf Amin

Masyarakat Aceh Sangat Kokoh Pada Prinsip
1). Pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Aceh memerlukan kerjasama tidak hanya dengan seluruh Parpol Koalisi Indonesia Kerja dan relawan. “Dukungan para ulama, tokoh masyarakat, dan kerjasama yang baik dengan seluruh Partai Lokal Aceh menjadi prioritas kerja TIm Kampanye Paslon 01. Karena itulah kami datang membawa pesan khusus Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin, bersama dengan KH Lukmanul Hakim, Wakil Ketua MUI, Habib Sholeh, Habib Ali Assegaf, hingga DR Zuhairi Misrawi, alumni Universitas Al Azhar, Mesir”

2). Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris TKN 01, Hasto menegaskan bahwa kunjungannya kali ini didasari oleh pengalaman Pak Jokowi sendiri yang meniti karir pertamanya di Aceh. “Seluruh nafas kehidupan Masyarakat Aceh telah ditangkap, dipahami, dan diinternalisasikan dengan baik oleh Pak Jokowi. Berpadu menjadi satu dengan Kyai Ma’ruf Amin menjadikan kepemimpinnya hadir merepresentasikan kesatupaduan ulama dan umara; umara dan ulama”

3). “Kehadiran kami berkonsentrasi pada upaya pemenangan Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin, dan didorong oleh kesadaran terhadap masa depan Aceh sebagai Serambi Mekkah. Masyarakat Aceh itu menjungjung tinggi kehidupan beragama, sangat gigih, dan setia pada prinsip. Sejarah dan kebudayaannya sangat luar biasa. Aspek inilah yang menjadi keyakinan Pak Jokowi dalam melihat masa depan Aceh yang gemilang, mengingat potensi pertumbuhannya sangat besar karena letak geografisnya di sepanjang Semenanjung Malaka”, ujar Hasto

4). Safari Politik X ini direncanakan mengunjungi pondok pesantren, bertemu para ulama, dan tokoh masyarakat, para pemuda Aceh, dan tidak lupa mengangkat wisata kuliner Aceh yang kaya dengan bumbu-bumbuan yang begitu sedap, dan bercita rasa tinggi, khas masyarakat Aceh dengan seluruh kedai kopinya.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIPerjuangan

Issue Perempuan, HAM, Korupsi, dan Terorisme Prabowo-Sandi Terkena Upper-Cut

Dari Kuantitas dan Kualitas, Kebijakan Prabowo Di Partai Gerindra Tidak Pro Emak-emak
1). Dengan gaya khasnya Jokowi memberikan upper-cut, pukulan telak, terhadap persoalan perempuan, korupsi, ham, dan terorisme. “Tidak ada afirmatif terhadap pengurus teras Partai Gerindra; klaim sebagai Partai dengan caleg terbanyak ternyata bohong; caleg korupsi terbanyak di Partainya; mengatakan akar terorisme akibat ketidak adilan; keraguan penyampaian visi misi tentang HAM; ketumpulan ketegasan retorik pemberantasan korupsi, adalah contoh pukulan upper-cut tersebut. Bahkan dalam beberapa issue, Prabowo masuk dalam jebakan kesalahan sendiri, atau semacam goal bunuh diri”
2). Pernyataan pemimpin itu harus didasarkan pada prinsip, pada hukum tata negara yang baik, dan pada satunya kata dan perbuatan. “Karena itulah rakyat sudah cerdas. Rakyat tidak melihat pemimpin dari retorika dan ketegasan bicara. Sebab menjadi pemimpin itu diukur dari tanggung jawab, konsistensi, dan dedikasi bagi rakyat, bangsa dan negara. Karena itulah tidak berlebihan bahwa melihat pemimpin itu juga bisa dilihat dari kepemimpinan di keluarganya”

Hasto Kristiyanto
Sekretaris Tim Kampanye 01

Sekjen PDIP: Gugatan Tim Prabowo Melalui Bawaslu Saya Terima, Saya Taat Hukum dan Siap Diperiksa

Pernyataan Saya Menjadi Pelajaran Agar Berpolitik Bangun Peradaban

1). Gugatan TimSes Prabowo atas materi muatan yang saya sampaikan pada saat safari politik di Banten saya terima, dan sebagai warga negara yang taat hukum, saya siap memenuhi undangan Bawaslu. “Apa yang saya sampaikan berdasarkan hal-hal yang faktual, bahwa sejak tahun 2014, dari berbagai pengakuan Pihak Terpercaya, Obor Rakyat yang penuh fitnah kepada Pak Jokowi dilakukan oleh TimSes Pak Prabowo. Demikian halnya pada pilpres 2019, dengan apa yang terjadi kasus Ratna Sarumpaet yang mencoreng keadaban politik kita; juga terkait serangan masif berisi fitnah dan ujaran kebencian yang ditujukan kepada Pak Jokowi-KH Maruf Amin. Publik juga mencatat terkait penggunaan issue-issue yang sensitif sepertinya kepemimpinan Pak Jokowi-KH Maruf Amin itu tidak Islami, semua mengarah pada dikotomi memfitnah dan difitnah. Saya siap buktikan, dan gugatan yang dilakukan tersebut justru menjadi momentum untuk mengedepankan politik yang membangun peradaban”

2). Demikian halnya hasil kajian dari organisasi independen, kelompok Pro Demokrasi, dan kelompok Anti Hoax, semua berkesimpulan bahwa Pak Jokowi-KH Maruf Amin menjadi sasaran hoax terbesar dibandingkan pasangan Pak Prabowo-Sandi. “Jadi apa yang saya sampaikan adalah kebenaran dalam politik yang bisa dibuktikan secara faktual maupun bukti material yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum. Apa yang saya sampaikan adalah dambaan suara demokrasi Indonesia yang seharusnya penuh dengan hikmat kebijaksanaan,” ujar Hasto penuh semangat.

3). Dengan demikian ketika pihak TimSes Prabowo tersebut justru mengugat saya, artinya mata-hatinya tersentuh. “Baru ketika hal tersebut menjadi judul, antara pilih yang memfitnah atau difitnah, secercah cahaya itu muncul, dan mereka merasakan apa yang dibalik ucapan saya. Jadi berhentilah fitnah Pak Jokowi dan KH Maruf Amin. Itu pesan utama saya!! Betapa tidak enaknya difitnah. Alhamdulillah, Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin tetap tersenyum dan tetap kerja meski banyak difitnah,” kata Hasto. Lebih lanjut Hasto yang sekaligus sebagai Sekretaris Tim Kampanye Paslon 01 tsb menegaskan bahwa dengan adanya gugatan itu, maka pernyataan saya tepat sasaran, menyentuh nurani dan proses selanjutnya melalui proses di Bawaslu, saya yakini, akan semakin besar arus positif agar kampanye benar-benar sesuai tradisi politik Indonesia yang santun, penuh toleransi, dan berkeadaban, bukan sebaliknya memfitnah dan merusak.

4). Gugatan TimSes Prabowo tersebut akan saya jawab dengan baik melalui alam pikir yang jernih, karena momentumnya telah tiba, bahwa suara diam masyarakat Indonesia yang mencintai kebenaran dan budi pekerti dalam politik adalah suara terbesar rakyat.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan/Sekretaris Tim Kampanye 01

PUAN HARUMKAN NAMA INDONESIA DI FESTIVAL JANADRIYAH SAUDI ARABIA

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani telah mengharumkan nama Indonesia pada pembukaan Festival Janadriyah ke 33 di Kota Riyadh, Saudi Arabia pada Kamis (20/12). Puan menjadi satu-satunya pejabat negara dari luar Saudi Arabia yang diundang dan mendapat kesempatan pidato pada pembukaan Festival tersebut. Pidato Puan yang disampaikan dalam bahasa Inggris tersebut berhasil memukau hadirin yang datang, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dan Putra Mahkota, Pangeran Muhamammad bin Salman serta menteri-menteri Saudi Arabia serta pejabat tinggi dari negara-negara lainnya termasuk dari Indonesia.

Festival Janadriyah merupakan festival kebudayaan dan sejarah terbesar dan bergengsi di Timur Tengah yang diselenggarakan setiap tahun. Festival Janadriyah tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019 di Kota Riyadh. Diprediksi akan dihadiri oleh sekitar 12 juta pengunjung bukan saja dari warga Saudi Arabia tetapi juga dari negara-negara Teluk lainya. Pada festival Janadriyah tahun 2018 ini, atas perjuangan Duta Besar Indonesia untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, negara Indonesia berhasil mendapatkan kesempatan untuk menjadi Tamu Kehormatan (Guest of Honor) dan telah membuka stand kebudayaan dan produk-produk Indonesia dalam festival tersebut.

Selain Menko PMK, Puan Maharani, pembukaan festival tersebut juga dihadiri Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah dan Muhaimin Iskandar, Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, Dubes Agus Maftuh Abegebriel, juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Ormas Islam dari MUI, PBNU, PP Muhammadiyah serta tokoh-tokoh Pers dan kalangan akademisi.

Dalam pidatonya Puan menyampaikan apresiasinya atas nama bangsa Indonesia akan pentingnya berbagai upaya untuk meningkatkan peradaban dan kemajuan dunia Islam yang salah satunya melalui festival Janadriyah ini. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, bangsa dan pemerintah Indonesia berkepentingan untuk turut mendorong peningkatan peradaban dan kemajuan dunia Islam karena hal itu pasti akan turut memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa Indonesia.

Puan menegaskan, penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 260 juta lebih yang mendiami 13 ribu lebih pulau dan 700 lebih bahasa daerah dan terdapat enam agama yang dianiut telah terbukti mampu menjaga persatuan Indonesia dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai pemeluk agama terbesar di Indonesia, umat Islam Indonesia secara umum telah membuktikan Islam yang hidup dan tumbuh subur di Indonesia adalah Islam Yang Rahmatan Lil Alamiin, yaitu Islam yang ramah, toleran dan terbukti dapat hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya. Puan berharap, kerukunan umat beragama di Indonesia akan terus terjaga dan dapat menjadi inspirasi negara-negara lain di dunia, khususnya negara Islam dalam mengembangkan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Sebelum acara pembukaan Festival dimulai, delegasi undangan dari Indonesia bersama delegasi negara lainnya mendapat kehormatan untuk menyaksikan pertandingan balap onta dan makan malam bersama Raja Salman dan tokoh-tokoh pemerintahan Saudi Arabia lainnya. Selanjutnya sebelum memasuki arena pembukaan Festival Janadriyah ke 33 itu, Raja Salman memberikan kehormatan khusus dengan mengunjungi stand pameran Indonesia yang disediakan satu gedung khusus di arena Festival.