17 Pengurus DPC Taruna Merah Putih Kota Yogyakarta Dikukuhkan

tm1 tm2 tm3 tm4Sekretaris Jenderal DPP Taruna Merah Putih, Restu Hapsari secara resmi mengukuhkan kepengurusan DPC Taruna Merah Putih Kota Yogyakarta di sela perayaan HUT PDI Perjuangan ke-44 dengan senam bersama Nyawiji Wujudkan Jogja Cerdas Berbudaya.
Tugas pertama yang diberikan kepada seluruh pengurus yang dilantik salah satunya adalah tugas pemenangan pasangan nomor urut 1, Imam Priyono-Achmad Fadli.
“Saya mewakili Ketua Umum, Maruarar Sirait atau Bang Ara, berpesan kepada 17 orang yang dilantik mendapatkan tugas pertama pemenangan Imam Priyono-Achmad Fadli di pilkada Yogyakarta pada pilkada Kota Yogyakarta, Rabu 15 Pebruari nanti,” kata Restu Hapsari, Kamis, 9/2/2017.
Imam Priyono, calon nomor urut 1 yang berpasangan dengan Imam Fadli dalam pilkada Jogja mengajak agar warga Jogja bisa memiliki kegiatan bersama untuk wujudkan Jogja Sehat dan menyalami warga yang ikut .
Turut mendampingi dalam prosesi pelantikan pengurus DPC Taruna Merah Putih Kota Yogyakarta, Yuni Satia Rahayu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Wirmon Samawi Ketua DPD Taruna Merah Putih DIY.
Sementara susunan pengurus DPC Taruna Merah Putih adalah Emanuel Ardi Prasetya sebagai Ketua dan Wakilnya Bangun Putra Prasetya yang dibantu 11 Ketua Bidang seperti Ideologi, Strategi dan Kaderisasi, Organisasi, Pelajar, Mahasiswa, Pemuda dan Profesional Muda, Pemberdayaan Perempuan, Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri, Hubungan Agama dan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Olahraga Minat dan Bakat, Seni Budaya dan Lingkungan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dan UKM serta Sosial Kemasyarakatan Aksi dan Advokasi.
Restu Hapsari berpesan dengan pelantikan pengurus di tingkat Kota Yogyakarta, pengurus yang ada bisa langsung berkiprah dan melakukan kaderisasi. Termasuk pembentukan pengurus di 14 kecamataan yang ada di Yogyakarta.
“Yogyakarta sebagai kota Pariwisata tentu butuh peran dari kaum muda. Kader Taruna Merah Putih bisa berperan lewat bidang Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri,” kata Restu.
Rangkaian acara peringatan HUT PDI Perjuangan ke-44 yang diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan DIY selain diisi dengan senam bersama ribuan warga dari seluruh wilayah kecamatan Yogyakarta, dipentaskan juga tari dan barongsai sebagai simbol komitmen untuk mewujudkan Jogja Cerdas Berbudaya.

Media Centre
PDI Perjuangan

PKI isu musiman saat Pilkada/Pemilu

WhatsApp Image 2017-02-03 at 2.51.14 PM

Konferensi Pers DPD PDI Perjuangan DIY  yang dilakukan pada hari Jumat, 3 Februari 2017 jam 13.00 di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY membahas mengenai kondisi terakhir bangsa dan Pilkada Serentak 2017 di DIY dipaparkan oleh Drs. Bambang Praswanto., M.Sc, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY dan di moderasi ibu Dr. Yuni Satia Rahayu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY.

Pada kesempatan tersebut di uraikan berbagai hal, antara lain :

  1. Isu yang mengkaitkan PDI Perjuangan dengan Partai Komunis Indonesia adalah tidak benar, tidak lebih daripada upaya membangun opini negatif yang dilakukan setiap menghadapi Pemilu / Pilkada.
    Bahwasannya PDI Perjuangan merupakan partai hasil fusi dari lima partai yaitu, Partai Nasional Indonesia, Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia, Partai Musyawarah Rakyat Banyak, dan Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia. Jadi tidak ada Partai Komunis Indonesia ( PKI). Selama ini PDI Perjuangan  berazaskan Pancasila dan terbukti berkomitmen menjaga pilar bangsa yakni UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.
  2. Dalam setiap Pemilu / Pilkada terdapat upaya untuk men-down grade pihak lain dengan berbagai macam cara. Untuk itu PDI Perjuangan dari struktur yang diatas s.d yang dibawah siap menghadapi berbagai upaya tersebut, khususnya terhadap pihak yang anti Pancasila, anti NKRI & anti Bhinneka Tunggal Ika.
  3. DPD PDI Perjuangan DIY siap memenangkan Pilkada di Kabupaten Kulon Progo dan kota Yogyakarta dengan cara gotong royong antar kader.

Bahwasannya pilar komunisme dunia yakni negara Uni Sovyet sudah runtuh, serta Republik Rakyat Tiongkok yang sudah bermigrasi menjadi negara kapitalis yang menunjukkan bahwa paham komunisme sudah tidak memungkinkan lagi hidup di negara manapun termasuk di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Cara cara fitnah tersebut berkaitan dengan kepentingan politik & ekonomi para pihak yang terganggu dengan era pemerintahan Presiden Jokowi yang terbukti transparan dalam memerangi korupsi, mafia & pungli; yang tidak menginginkan partai penyokong Presiden Jokowi memenangkan Pilkada.

Tetap Satu Komando.

Merdeka!!!