Megawati Terima Doktor Demokrasi Ekonomi, PDI Perjuangan Gelar Rakor 3 Pilar Ekonomi Gotong Royong

Jakarta – Konsistensi Ketua Umum PDI Perjuangan menyuarakan Pancasila sebagai jalan politik dan ekonomi, kini mendapat pengakuan dari dunia internasional. Anugerah doktor honoris causa di bidang demokrasi ekonomi dari universitas prestisius, Mokpo National University Korea Selatan, adalah anugerah keenam yang diperoleh Presiden RI Ke-5 ini.

Konsistensi Megawati ini juga yang mendorong tiga pilar PDI Perjuangan yang terdiri dari para kader di legislatif, eksekutif, dan pengurus partai, untuk mengadakan rapat koordinasi nasional (rakornas) tanggal 15-17 Desember 2017 mendatang di Gedung ICE BSD Tangerang.

“Menggabungkan tiga pilar partai, bergotong royong membangun konsep kerja untuk menggerakkan roda ekonomi rakyat dalam prinsip berdikari sebagaimana diajarkan Bung Karno menjadi dasar kami melaksanakan acara ini” ujar Ketua DPP Bidang Ekonomi Kerakyatan Mindo Sianipar di Jakarta (17/11).

Dalam rakornas ini, tiga pilar partai akan memamerkan ratusan produk dan karya anak bangsa yang bersumber dari kekayaan negeri sendiri. “Kami mengutamakan produk-produk yang dihasilkan dari dalam negeri” ungkap Mindo yang juga Ketua Panitia Pelaksana Rakor Tiga Pilar ini.

Pengutamaan produk-produk dalam negeri dalam negeri ini, tambah Mindo, karena tema Rakornas Tiga Pilar adalah Berdiri di Atas Kaki Sendiri Untuk Indonesia Raya dan subtemanya adalah Ekonomi Gotong Royong dalam Praktik.

Dalam Rakornas yang digelar sebulan sebelum ulang tahun PDI Perjuangan akan dipaparkan 1.000 model usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan. Klinik usaha tani di sektor perikanan darat, peternakan sapi, holtikultura dan juga usaha kuliner akan dipaparkan narasumber-narasumber yang telah terbukti sukses di bidangnya. Ilmu ini akan dipraktekkan para kader dan simpatisan, ketika pulang ke daerahnya masing-masing.

“Kemampuan para marhaen muda inilah yang kami yakini akan menggerakkan roda ekonomi di daerah mereka masing-masing. Jadi kita tak lagi mendengar cerita kemiskinan dari pelosok-pelosok desa” pungkas Mindo Sianipar yang kembali terpilih dari dapil Jawa Timur VIII pada pemilu 2014 lalu dengan yakin.

PDI Perjuangan yang memproklamirkan diri sebagai partai ideologis berharap mampu menelurkan kebijakan politik yang berpihak pada rakyat untuk mendorong daya saing dengan mengintegrasikan teknologi tepat guna, akses pasar dan permodalan.

PDI Perjuangan Ajak Profesional Bergabung, Megawati Dapat Gelar Doktor Demokrasi Ekonomi dari Korsel

Pemberian Gelar Doktor Kehormatan bidang Demokrasi Ekonomi untuk Megawati Soekarnoputri dari Mokpo National University Korea Selatan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Hal ini diungkapkan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menekankan pentingnya menghadirkan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi yang menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan sosial.

“Pemberian Gelar Kehormatan Keenam melalui universitas ternama di Korsel tersebut sarat pesan ideologis dan sangat berarti bagi PDI Perjuangan dan Indonesia. Selamat kepada Ibu Megawati dan kami terus berjuang membumikan Pancasila melalui tatanan sistem perekonomian gotong royong dimana yang kuat membantu yang lemah untuk Indonesia Raya,” kata Hasto di Jakarta, Kamis.

Hasto Kristiyanto, menegaskan para pendiri republik telah mewariskan semangat penataan sistem ekonomi berdasarkan semangat berdiri di atas kaki sendiri. Rasa percaya diri yang begitu besar untuk mewujudkan Indonesia Raya yang seharusnya tidak ada kemiskinan di buminya Indonesia guna memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi landasan konstitusional sebagai penjabaran sila kelima Pancasila.

”PDI Perjuangan terus mendorong agar cita-cita kesejahteraan tersebut dapat dipercepat melalui kerjasama seluruh kader Partai di eksekutif, legislatif dan struktural Partai,” kata Hasto.

PDI Perjuangan, tambahnya, sangat bangga dengan pemberian gelar doktor kehormatan ini. “Untuk itu, kami terus membuka diri bagi para profesional untuk bergabung dengan PDI Perjuangan guna menjabarkan demokrasi ekonomi agar Indonesia secepatnya bangkit menjadi bangsa yang berdaulat, berdikari dan berkebudayaan. Kaum profesional dengan semangat patriotisme diharapkan dapat memerjuangkan kedaulatan ekonomi Indonesia, sekurang-kurangnya di bidang pangan, energi, sandang, keuangan, pertahanan dan kebudayaan,” kata Hasto.