Sambil bahas isu nasional, Mega – Jokowi Santap Nasi Jambal dan Sate Ayam di Istana Batu Tulis

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan rutin dengan Presiden Jokowi di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Selasa Malam. Pertemuan di Istana yg desain arsitekturnya dari Bung Karno ini, membahas topik-topik strategis.

Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yg mengetahui pertemuan Jokowi -Megawati ini menuturkan, berbagai masalah nasional dan internasional menjadi topik bahasan keduanya. “Istana Batu Tulis menjadi saksi sejarah dialog kedua pemimpin. Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Jokowi, secara periodik meluangkan waktu untuk bertemu. Beliau berdua saling update terhadap berbagai persoalan nasional dan internasional”.

Apalagi, menurut Hasto, Istana Batu Tulis tampaknya menjadi tempat favorit karena tampilan estetika arsitektur nusantara yang dipadukan dengan kontur alam yang penuh dengan aneka pohon dan tanaman bunga yang menambah asri bangunan yang kental dengan nuansa kepribadian bangsa

Untuk menu makan malam, Megawati menyiapkan menu khusus ciri khas kuliner nusantara, seperti nasi jambal, ayam bakar balado, gurami bakar, sate ayam, buncis sambal terasi, tumis kangkung dan kerupuk serta nasi goreng pete khas Batu Tulis. “Kami semua makan dengan lahap. Ibu Mega dan Pak Jokowi dengan nasi jambalnya, lengkap dengan sate ayam penambah sedap rasa, hingga tidak terasa habislah sepiring nasi jambal penuh aroma bumbu nusantara”

Menggambarkan suasana pertemuan Megawati dan Jokowi, Hasto menceritakan Istana Batu Tulis sangat tenang dan penuh kesejukan. ‘’Saya meyakini, suasana itu mengalirkan pemikiran-pemikiran jernih dari beliau berdua tentang solusi menghadapi berbagai persoalan bangsa dan negara. Istana Batu Tulis sangat cocok untuk melakukan kontemplasi, apalagi terlepas dari berbagai hiruk pikuk isu politik di Jakarta. Apa yang dibahas adalah kepentingan dan komitmen untuk kemajuan Indonesia Raya”

Hasto Kristiyanto
Sekjend DPP PDI Perjuangan.

PERNYATAAN SIKAP PDI PERJUANGAN DIY

PERNYATAAN SIKAP PDI PERJUANGAN DIY.

Menyikapi dan memperhatikan situasi di masyarakat DIY akhir- akhir ini. Maka DPD PDI Perjuangan DIY menyatakan Sikap Tegas sbb :

1). Mengutuk keras segala macam teror/ penyerangan/ pengrusakan tempat2 umum khususnya tempat ibadah milik siapapun. Yang menimbulkan ketakutan, korban jiwa, harta benda, dll.
2). Menyerukan kepada Pemda DIY / Kabupaten/ Kota, aparat Kepolisian dan TNI agar hadir dan bertindak setegas- tegasnya untuk mencegah terulangnya peristiwa semacam itu.
3). Menyerukan kepada warga masyarakat untuk waspada, hati hati, tetapi tidak saling curiga, tidak saling menghujat sehingga masyarakat aman, tenteram dan terlindungi dari teror dan rasa takut.
4). Kepada Pemerintah, Kepolisian , TNI agar mengambil inisiatif menggalang persatuan nasional berdasarkan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika serta Pembukaan UUD 1945.
5). Jajaran PDI Perjuangan DIY siap berdiri di depan dan siap bekerjasama dan bergotong royong dalam menegakkan dan mempertahankan Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan kebhineka tunggal ika-an.
6). Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa Indonesia.

Yogyakarta, 11 Februari 2018, pukul 15.00.
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY

Drs.Bambang Praswanto, M.Sc.

Verifikasi faktual KPU pastikan keseriusan parpol

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Praswanto menilai verifikasi faktual yang dilakukan KPU sebagai instrumen penting untuk memastikan keseriusan parpol ikut serta dalam pemilu.

“Bagi kami verifikasi faktual itu hal yang wajar saja. Namun di sisi lain memang mendorong keseriusan parpol itu ikut dalam pemilu,” kata Bambang Praswanto di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Bambang, sejumlah hal yang diuji dalam verifikasi faktual meliputi kelengkapan pengurus parpol, keterwakilan perempuan 30 persen dari jumlah pengurus, keberadaan anggota, hingga kepemilikan kantor merupakan aspek mendasar yang memang harus dimiliki parpol di daerah jika menginginkan ikut serta dalam pemilu.

Apalagi, menurut dia, dalam masa lima tahun setiap parpol kemungkinan besar mengalami perubahan baik dari jumlah anggota, perubahan truktur pengurus, hingga status kepemilikan atau sewa kantor sekretariat.

“Syarat-syarat itu bukan hal yang istimewa. Menurut kami itu hal yang mendasar sekali karena dalam masa lima tahun pasti ada dinamika di internal partai,” kata dia.

Menurut Bambang, upaya verifikasi faktual yang dilakukan KPU DIY telah sesuai dengan amanat konstitusi. Bahkan pada verifikas kali ini, kata dia, lebih praktis karena parpol dapat mengunggah data kelengkapan parpol terlebih dahulu melalui sistem informasi partai politik (Sipol).

“Sekarang lebih praktis karena kami bisa memasukkan data awal secara online, selanjutnya secara faktual tinggal diverifikasi KPU,” kata dia.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat (MS) dalam verifikasi faktual, PDIP DIY, kata Bambang akan memperkuat konsolidasi di internal partai. Status MS, menurut dia, mejadi pijakan partai untuk menentukan strategi selanjutnya dalam menghadapi Pemilu 2019.

“Setelah memenuhi syarat dalam verifikasi kan berarti kami tinggal menyiapkan strategi-strategi selanjutnya untuk tetap menjaga kepercayaan konstituen,” kata dia.