Sekjen PDIP: Gugatan Tim Prabowo Melalui Bawaslu Saya Terima, Saya Taat Hukum dan Siap Diperiksa

Pernyataan Saya Menjadi Pelajaran Agar Berpolitik Bangun Peradaban

1). Gugatan TimSes Prabowo atas materi muatan yang saya sampaikan pada saat safari politik di Banten saya terima, dan sebagai warga negara yang taat hukum, saya siap memenuhi undangan Bawaslu. “Apa yang saya sampaikan berdasarkan hal-hal yang faktual, bahwa sejak tahun 2014, dari berbagai pengakuan Pihak Terpercaya, Obor Rakyat yang penuh fitnah kepada Pak Jokowi dilakukan oleh TimSes Pak Prabowo. Demikian halnya pada pilpres 2019, dengan apa yang terjadi kasus Ratna Sarumpaet yang mencoreng keadaban politik kita; juga terkait serangan masif berisi fitnah dan ujaran kebencian yang ditujukan kepada Pak Jokowi-KH Maruf Amin. Publik juga mencatat terkait penggunaan issue-issue yang sensitif sepertinya kepemimpinan Pak Jokowi-KH Maruf Amin itu tidak Islami, semua mengarah pada dikotomi memfitnah dan difitnah. Saya siap buktikan, dan gugatan yang dilakukan tersebut justru menjadi momentum untuk mengedepankan politik yang membangun peradaban”

2). Demikian halnya hasil kajian dari organisasi independen, kelompok Pro Demokrasi, dan kelompok Anti Hoax, semua berkesimpulan bahwa Pak Jokowi-KH Maruf Amin menjadi sasaran hoax terbesar dibandingkan pasangan Pak Prabowo-Sandi. “Jadi apa yang saya sampaikan adalah kebenaran dalam politik yang bisa dibuktikan secara faktual maupun bukti material yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum. Apa yang saya sampaikan adalah dambaan suara demokrasi Indonesia yang seharusnya penuh dengan hikmat kebijaksanaan,” ujar Hasto penuh semangat.

3). Dengan demikian ketika pihak TimSes Prabowo tersebut justru mengugat saya, artinya mata-hatinya tersentuh. “Baru ketika hal tersebut menjadi judul, antara pilih yang memfitnah atau difitnah, secercah cahaya itu muncul, dan mereka merasakan apa yang dibalik ucapan saya. Jadi berhentilah fitnah Pak Jokowi dan KH Maruf Amin. Itu pesan utama saya!! Betapa tidak enaknya difitnah. Alhamdulillah, Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin tetap tersenyum dan tetap kerja meski banyak difitnah,” kata Hasto. Lebih lanjut Hasto yang sekaligus sebagai Sekretaris Tim Kampanye Paslon 01 tsb menegaskan bahwa dengan adanya gugatan itu, maka pernyataan saya tepat sasaran, menyentuh nurani dan proses selanjutnya melalui proses di Bawaslu, saya yakini, akan semakin besar arus positif agar kampanye benar-benar sesuai tradisi politik Indonesia yang santun, penuh toleransi, dan berkeadaban, bukan sebaliknya memfitnah dan merusak.

4). Gugatan TimSes Prabowo tersebut akan saya jawab dengan baik melalui alam pikir yang jernih, karena momentumnya telah tiba, bahwa suara diam masyarakat Indonesia yang mencintai kebenaran dan budi pekerti dalam politik adalah suara terbesar rakyat.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan/Sekretaris Tim Kampanye 01

PUAN HARUMKAN NAMA INDONESIA DI FESTIVAL JANADRIYAH SAUDI ARABIA

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani telah mengharumkan nama Indonesia pada pembukaan Festival Janadriyah ke 33 di Kota Riyadh, Saudi Arabia pada Kamis (20/12). Puan menjadi satu-satunya pejabat negara dari luar Saudi Arabia yang diundang dan mendapat kesempatan pidato pada pembukaan Festival tersebut. Pidato Puan yang disampaikan dalam bahasa Inggris tersebut berhasil memukau hadirin yang datang, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dan Putra Mahkota, Pangeran Muhamammad bin Salman serta menteri-menteri Saudi Arabia serta pejabat tinggi dari negara-negara lainnya termasuk dari Indonesia.

Festival Janadriyah merupakan festival kebudayaan dan sejarah terbesar dan bergengsi di Timur Tengah yang diselenggarakan setiap tahun. Festival Janadriyah tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019 di Kota Riyadh. Diprediksi akan dihadiri oleh sekitar 12 juta pengunjung bukan saja dari warga Saudi Arabia tetapi juga dari negara-negara Teluk lainya. Pada festival Janadriyah tahun 2018 ini, atas perjuangan Duta Besar Indonesia untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, negara Indonesia berhasil mendapatkan kesempatan untuk menjadi Tamu Kehormatan (Guest of Honor) dan telah membuka stand kebudayaan dan produk-produk Indonesia dalam festival tersebut.

Selain Menko PMK, Puan Maharani, pembukaan festival tersebut juga dihadiri Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah dan Muhaimin Iskandar, Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, Dubes Agus Maftuh Abegebriel, juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Ormas Islam dari MUI, PBNU, PP Muhammadiyah serta tokoh-tokoh Pers dan kalangan akademisi.

Dalam pidatonya Puan menyampaikan apresiasinya atas nama bangsa Indonesia akan pentingnya berbagai upaya untuk meningkatkan peradaban dan kemajuan dunia Islam yang salah satunya melalui festival Janadriyah ini. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, bangsa dan pemerintah Indonesia berkepentingan untuk turut mendorong peningkatan peradaban dan kemajuan dunia Islam karena hal itu pasti akan turut memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa Indonesia.

Puan menegaskan, penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 260 juta lebih yang mendiami 13 ribu lebih pulau dan 700 lebih bahasa daerah dan terdapat enam agama yang dianiut telah terbukti mampu menjaga persatuan Indonesia dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai pemeluk agama terbesar di Indonesia, umat Islam Indonesia secara umum telah membuktikan Islam yang hidup dan tumbuh subur di Indonesia adalah Islam Yang Rahmatan Lil Alamiin, yaitu Islam yang ramah, toleran dan terbukti dapat hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya. Puan berharap, kerukunan umat beragama di Indonesia akan terus terjaga dan dapat menjadi inspirasi negara-negara lain di dunia, khususnya negara Islam dalam mengembangkan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Sebelum acara pembukaan Festival dimulai, delegasi undangan dari Indonesia bersama delegasi negara lainnya mendapat kehormatan untuk menyaksikan pertandingan balap onta dan makan malam bersama Raja Salman dan tokoh-tokoh pemerintahan Saudi Arabia lainnya. Selanjutnya sebelum memasuki arena pembukaan Festival Janadriyah ke 33 itu, Raja Salman memberikan kehormatan khusus dengan mengunjungi stand pameran Indonesia yang disediakan satu gedung khusus di arena Festival.

PDI Perjuangan: Perusakan Atribut Partai dan Paslon Manapun Tindakan Pengecut dan Merusak Kerukunan Demokrasi

Anggota dan Kader PDI Perjuangan Berdisiplin, Tidak Ada Untungnya Rusak Atribut Kampanye Pihak Lain

1). PDI Perjuangan mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan pemilu termasuk cara2 kotor dengan merusak atribut kampanye Parpol lain. “PDI Perjuangan tidak pernah main sembunyi-sembunyi. Kami selalu di ruang terbuka. Tidak ada untungnya bagi kami merusak atribut partai lain. Apalagi demokrat. Sebab kami tidak punya ilmu merusak. Secara survey, terbukti tidak ada irisan pemilih antara Demokrat dan PDI Perjuangan. Sebab jika elektoral Demokrat turun, larinya ke Gerindra, bukan ke PDI Perjuangan”.

2). Selaku sekjen, saya menjalankan perintah Ketua Umum untuk menjaga disiplin anggota dan kader Partai. “Kami ini Partai yang berdisiplin. Jadi kami pastikan tidak ada anggota kami yang punya perilaku seperti itu, karena sanksinya sangat tegas dan berat, pemecatan. Ketika kantor PDI Perjuangan diserang pada tanggal 27 Juli 1996, kami tidak melodramatik dan tidak latah menuduh Pak SBY. Kami menempuh jalur hukum dan yang kami tuduh adalah pemerintahan yang antidemokrasi-otoriter, meskipun saat itu Pak SBY mungkin mengetahui hal ikhwal serangan itu”.

3). Atas kejadian tersebut, PDI Perjuangan meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tuntas. “Apalagi kejadiannya di Riau. Kami tidak sekuat di daerah lain. Ketika Bus Kampanye Demokrat yang eksklusif, lux dan mahal melintas di wilayah yang menjadi basis PDI Perjuangan pun semua aman2 saja. Apalagi di Riau. Jadi mari perangi bersama, para penyusup yang mencoba mengadu domba Partai tersebut”.

4). Hasto juga meminta agar seluruh anggota dan kader Partai semakin waspada terhadap berbagai bentuk adu domba.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan