Bu Mega : Milih Cawpres Harus Dengan Nurani Jernih

Jokowi-Mega Bahas Narasi Indonesia Raya

1). Ditengah-tengah kesibukan memantau Mudik Lebaran, Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, kemarin, Selasa 12 Juni, kembali mengadakan pertemuan intens selama 2 jam 10 menit, dimulai pada pukul 17.10 hingga 19.20. “Pertemuan dalam suasana sangat akrab dan berulang kali kedua pemimpin tersebut tertawa lepas menggambarkan hangatnya pertemuan di Batu Tulis tersebut. Pertemuan diselingi buka puasa bersama, dan seperti kebiasaan sebelumnya, Ibu Megawati secara khusus menyiapkan sajadah untuk Pak Jokowi untuk keperluan Beliau menjalankan sholat Maghrib”, ujar Hasto Kristiyanto
2). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dan kali ini secara khusus membahas narasi kemajuan Indonesia Raya. “Ibu Megawati memberikan apresiasi kepada Bapak Jokowi bahwa mudik lebaran berjalan lancar. Kerja, kerja dan kerja terbukti menjadi jawaban paling tepat di tengah berbagai kritikan. Hasilnya sudah terbukti, infrastruktur untuk mengenjot pertumbuhan ekonomi ke depan telah dibangun dengan baik”
3). Adapun menu buka puasa yang disajikan antara lain tumis bunga pepaya, udang saus padang, ikan sukang bakar, sayur asem, dan asem2 iga. Dengan tertawa riang, Megawati memberikan es kelapa muda sebagai makanan pembuka lengkap dengan sirup merahnya. “Ini kelapa muda merah putih, biar semangat merah putih terus bergelora dalam diri Pak Jokowi, apapun tantangan yang dihadapi”, ujar Megawati, sambil menegaskan bahwa merah putih ini telah menjadi lambang bendera Majapahit, Sang Saka Getih-Getah Samudra, atau Sang Saka Gula Kelapa.’’
4). Pertemuan di Istana Batu Tulis tersebut sekaligus membahas sejumlah hal strategis. Berkaitan dengan siapa cawapres yang akan mendampingi Pak Jokowi, Ibu Megawati Soekarnoputri memberikan masukan agar segala sesuatunya dilakukan dengan pertimbangan matang, dan terus melakukan kontemplasi agar benar-benar memahami aspirasi rakyat Indonesia, sambil memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa. “Presiden dan wakil presiden itu merupakan pemimpin rakyat, pemimpin bangsa dan negara. Semua harus dipersiapkan dengan matang, dengan pertimbangan nurani yang jernih. Siapapun yang ditetapkan sebagai Cawapres ke depan, maka Pak Jokowi dan calon wakilnya merupakan satu kesatuan. Momentumnya dilakukan pada saat yang tepat”, kata Megawati.
5). Pertemuan tsb diakhiri dengan foto bersama dengan latar belakang lukisan Bung Karno, Proklamator dan Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Hasto Kristiyanto
Sekjend PDI Perjuangan

Pancasila harus jadi “The Way of Life”

 

Hari Lahirnya Pancasila harus disertai narasi rasa cinta tanah air, bangga dengan jati diri bangsa sendiri, bukan bangsa lain.

 

Peringatan Hari Lahirnya Pancasila setiap tanggal 1 Juni menggambarkan satu tekad, satu semangat, dan satu dasar tentang Indonesia Raya.

 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam rangka peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Jakarta, Jumat (1/6).

Hasto mengatakan, Indonesia Raya berdiri kokoh di atas Sila Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan Indonesia, Musyawarah, dan Keadilan Sosial. Kesemuanya diperas menjadi satu, yakni Gotong Royong.

 

“Peringatan Hari Lahirnya Pancasila ini semakin memerkuat kesadaran berbangsa, bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar dan tujuan berbangsa dan bernegara, namun Pancasila harus menjadi the way of life dalam seluruh kehidupan kita bersama,” ujarnya.

 

 

Hasto menambahkan, memeringati Hari Lahirnya Pancasila harus disertai narasi rasa cinta kepada tanah air, dengan  bangga dengan jati diri bangsa sendiri, bukan bangsa lain.

 

“PDI Perjuangan terus mendorong semangat patriotisme ini. Tidak ada bangsa besar, tanpa api perjuangan yang menyala-nyala untuk bangsa dan negaranya sendiri. Kuncinya kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi; kembangkan riset dan terus berjuang menjadi bangsa berdikari dengan topangan kebudayaan kita sendiri. Semangat berdikari hanya bisa terjadi apabila kita mencintai tanah air dengan sepenuh hati,” kata Hasto.

 

Dalam kesempatan itu, Hasto mengatakan PDI Perjuangan berharap agar seluruh komponen bangsa dapat membumikan Pancasila sebagai jati diri bangsa dan perekat keberagaman bangsa Indonesia yang begitu majemuk.

 

“Jadilah Pancasilais sejati yang menjunjung tinggi jati diri bangsa, bukannya menjunjung tinggi jati diri bangsa lain,” katanya.

 

Hari Lahir Pancasila, kata Hasto, harus dipahami seluruh jiwa dan semangatnya dengan memelajari Pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.

Teror di MAKO BRIMOB dan Bom Surabaya: Tidak Ada Toleransi bagi Terorisme

Negara Tidak Boleh Kalah
1). PDI Perjuangan mengucapkan dukacita yang mendalam atas korban terorisme yang berturut-turut terjadi di Mako Brimob dan Bom Surabaya. Kedua peristiwa tersebut menjadi batas akhir bagi gerakan radikalisme yang anti Pancasila dan merongrong kewibawaan negara. “Apa yang terjadi di Mako Brimob dan pengeboman di Surabaya merupakan satu rangkaian peristiwa yang nyata2 bertujuan melawan negara, dan intimidasi kolektif bagi rakyat dengan menyebarkan terorisme. Negara tidak boleh kalah dan harus melakukan mobilisasi seluruh instrumen negara untuk melawan terorisme”
2). Atas kedua kejadian “kejahatan kemanusiaan tsb”, PDI Perjuangan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap seluruh upaya Pemerintahan Jokowi untuk melawan segala bentuk terorisme yang berawal dari paham radikalisme tsb.
3). Negara berkewajiban melindungi rakyat. Sebab hukum tertinggi dalam negara adalah kedaulatan negara itu sendiri. “Siapapun yang merongrong kewibawaan negara harus dihadapi dengan menggunakan seluruh pendekatan hukum, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan, serta menggalang kekuatan rakyat untuk terlibat aktif di dalam melawan paham radikalisme. Negara pun berhak menggunakan seluruh instrumen negara, baik hukum, POLRI dan TNI, serta birokrasi negara untuk melawan terorisme tersebut. Sebab Pembukaan UUD 1945 telah menegaskan bahwa pemerintahan negara dibentuk salah satunya bertujuan untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Perintah konstitusi inilah yang menjadi dasar hukum tertinggi di dalam memberantas terorisme”
4). Korban yang terjadi di Mako Brimob dan korban Bom Surabaya harus menjadi yang terakhir. Kedua peristiwa tsb menjadi batas akhir bagi negara untuk tidak boleh kalah terhadap gerakan terorisme di Indonesia. “Kekuatan mayoritas diam harus bangkit. Kita tidak boleh takut terhadap terorisme. Sebab mereka adalah para pengecut yang tidak boleh lagi mendapatkan hak hidup di negara cinta damai ini”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan
[09:55, 13/5/2018] Beny #NCI 💯🆔🇮🇩: Teror di MAKO BRIMOB dan Bom Surabaya: Tidak Ada Toleransi bagi Terorisme

Negara Tidak Boleh Kalah
1). PDI Perjuangan mengucapkan dukacita yang mendalam atas korban terorisme yang berturut-turut terjadi di Mako Brimob dan Bom Surabaya. Kedua peristiwa tersebut menjadi batas akhir bagi gerakan radikalisme yang anti Pancasila dan merongrong kewibawaan negara. “Apa yang terjadi di Mako Brimob dan pengeboman di Surabaya merupakan satu rangkaian peristiwa yang nyata2 bertujuan melawan negara, dan intimidasi kolektif bagi rakyat dengan menyebarkan terorisme. Negara tidak boleh kalah dan harus melakukan mobilisasi seluruh instrumen negara untuk melawan terorisme”
2). Atas kedua kejadian “kejahatan kemanusiaan tsb”, PDI Perjuangan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap seluruh upaya Pemerintahan Jokowi untuk melawan segala bentuk terorisme yang berawal dari paham radikalisme tsb.
3). Negara berkewajiban melindungi rakyat. Sebab hukum tertinggi dalam negara adalah kedaulatan negara itu sendiri. “Siapapun yang merongrong kewibawaan negara harus dihadapi dengan menggunakan seluruh pendekatan hukum, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan, serta menggalang kekuatan rakyat untuk terlibat aktif di dalam melawan paham radikalisme. Negara pun berhak menggunakan seluruh instrumen negara, baik hukum, POLRI dan TNI, serta birokrasi negara untuk melawan terorisme tersebut. Sebab Pembukaan UUD 1945 telah menegaskan bahwa pemerintahan negara dibentuk salah satunya bertujuan untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Perintah konstitusi inilah yang menjadi dasar hukum tertinggi di dalam memberantas terorisme”
4). Korban yang terjadi di Mako Brimob dan korban Bom Surabaya harus menjadi yang terakhir. Kedua peristiwa tsb menjadi batas akhir bagi negara untuk tidak boleh kalah terhadap gerakan terorisme di Indonesia. “Kekuatan mayoritas diam harus bangkit. Kita tidak boleh takut terhadap terorisme. Sebab mereka adalah para pengecut yang tidak boleh lagi mendapatkan hak hidup di negara cinta damai ini”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

Sambil bahas isu nasional, Mega – Jokowi Santap Nasi Jambal dan Sate Ayam di Istana Batu Tulis

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan rutin dengan Presiden Jokowi di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Selasa Malam. Pertemuan di Istana yg desain arsitekturnya dari Bung Karno ini, membahas topik-topik strategis.

Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yg mengetahui pertemuan Jokowi -Megawati ini menuturkan, berbagai masalah nasional dan internasional menjadi topik bahasan keduanya. “Istana Batu Tulis menjadi saksi sejarah dialog kedua pemimpin. Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Jokowi, secara periodik meluangkan waktu untuk bertemu. Beliau berdua saling update terhadap berbagai persoalan nasional dan internasional”.

Apalagi, menurut Hasto, Istana Batu Tulis tampaknya menjadi tempat favorit karena tampilan estetika arsitektur nusantara yang dipadukan dengan kontur alam yang penuh dengan aneka pohon dan tanaman bunga yang menambah asri bangunan yang kental dengan nuansa kepribadian bangsa

Untuk menu makan malam, Megawati menyiapkan menu khusus ciri khas kuliner nusantara, seperti nasi jambal, ayam bakar balado, gurami bakar, sate ayam, buncis sambal terasi, tumis kangkung dan kerupuk serta nasi goreng pete khas Batu Tulis. “Kami semua makan dengan lahap. Ibu Mega dan Pak Jokowi dengan nasi jambalnya, lengkap dengan sate ayam penambah sedap rasa, hingga tidak terasa habislah sepiring nasi jambal penuh aroma bumbu nusantara”

Menggambarkan suasana pertemuan Megawati dan Jokowi, Hasto menceritakan Istana Batu Tulis sangat tenang dan penuh kesejukan. ‘’Saya meyakini, suasana itu mengalirkan pemikiran-pemikiran jernih dari beliau berdua tentang solusi menghadapi berbagai persoalan bangsa dan negara. Istana Batu Tulis sangat cocok untuk melakukan kontemplasi, apalagi terlepas dari berbagai hiruk pikuk isu politik di Jakarta. Apa yang dibahas adalah kepentingan dan komitmen untuk kemajuan Indonesia Raya”

Hasto Kristiyanto
Sekjend DPP PDI Perjuangan.

PERNYATAAN SIKAP PDI PERJUANGAN DIY

PERNYATAAN SIKAP PDI PERJUANGAN DIY.

Menyikapi dan memperhatikan situasi di masyarakat DIY akhir- akhir ini. Maka DPD PDI Perjuangan DIY menyatakan Sikap Tegas sbb :

1). Mengutuk keras segala macam teror/ penyerangan/ pengrusakan tempat2 umum khususnya tempat ibadah milik siapapun. Yang menimbulkan ketakutan, korban jiwa, harta benda, dll.
2). Menyerukan kepada Pemda DIY / Kabupaten/ Kota, aparat Kepolisian dan TNI agar hadir dan bertindak setegas- tegasnya untuk mencegah terulangnya peristiwa semacam itu.
3). Menyerukan kepada warga masyarakat untuk waspada, hati hati, tetapi tidak saling curiga, tidak saling menghujat sehingga masyarakat aman, tenteram dan terlindungi dari teror dan rasa takut.
4). Kepada Pemerintah, Kepolisian , TNI agar mengambil inisiatif menggalang persatuan nasional berdasarkan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika serta Pembukaan UUD 1945.
5). Jajaran PDI Perjuangan DIY siap berdiri di depan dan siap bekerjasama dan bergotong royong dalam menegakkan dan mempertahankan Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan kebhineka tunggal ika-an.
6). Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa Indonesia.

Yogyakarta, 11 Februari 2018, pukul 15.00.
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY

Drs.Bambang Praswanto, M.Sc.

Verifikasi faktual KPU pastikan keseriusan parpol

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Praswanto menilai verifikasi faktual yang dilakukan KPU sebagai instrumen penting untuk memastikan keseriusan parpol ikut serta dalam pemilu.

“Bagi kami verifikasi faktual itu hal yang wajar saja. Namun di sisi lain memang mendorong keseriusan parpol itu ikut dalam pemilu,” kata Bambang Praswanto di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Bambang, sejumlah hal yang diuji dalam verifikasi faktual meliputi kelengkapan pengurus parpol, keterwakilan perempuan 30 persen dari jumlah pengurus, keberadaan anggota, hingga kepemilikan kantor merupakan aspek mendasar yang memang harus dimiliki parpol di daerah jika menginginkan ikut serta dalam pemilu.

Apalagi, menurut dia, dalam masa lima tahun setiap parpol kemungkinan besar mengalami perubahan baik dari jumlah anggota, perubahan truktur pengurus, hingga status kepemilikan atau sewa kantor sekretariat.

“Syarat-syarat itu bukan hal yang istimewa. Menurut kami itu hal yang mendasar sekali karena dalam masa lima tahun pasti ada dinamika di internal partai,” kata dia.

Menurut Bambang, upaya verifikasi faktual yang dilakukan KPU DIY telah sesuai dengan amanat konstitusi. Bahkan pada verifikas kali ini, kata dia, lebih praktis karena parpol dapat mengunggah data kelengkapan parpol terlebih dahulu melalui sistem informasi partai politik (Sipol).

“Sekarang lebih praktis karena kami bisa memasukkan data awal secara online, selanjutnya secara faktual tinggal diverifikasi KPU,” kata dia.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat (MS) dalam verifikasi faktual, PDIP DIY, kata Bambang akan memperkuat konsolidasi di internal partai. Status MS, menurut dia, mejadi pijakan partai untuk menentukan strategi selanjutnya dalam menghadapi Pemilu 2019.

“Setelah memenuhi syarat dalam verifikasi kan berarti kami tinggal menyiapkan strategi-strategi selanjutnya untuk tetap menjaga kepercayaan konstituen,” kata dia.

Usung 96 Kader, PDIP: Pilkada Perkuat Kaderisasi Kepemimpinan Partai


1). Bagi PDI Perjuangan, Pilkada Serentak 2018 merupakan momentum memperkuat mekanisme kelembagaan Partai di dalam menyiapkan pemimpin. “Dari total 171 daerah, PDI Perjuangan mencalonkan 44 kader Partai sebagai calon kepala daerah, dan 52 kader sebagai calon wakil kepala daerah. Partisipasi kader Partai semakin meningkat dan menunjukkan mekanisme kaderisasi internal Partai yang berjalan semakin sistemik”
2). Sedangkan ditinjau kerjasama politik yang dilakukan, PDI Perjuangan yang terus mengedepankan semangat gotong royong dan membuka ruang kerjasama politik dengan Partai lain, menegaskan komitmennya bahwa kerjasama dilakukan karena kesadaran bahwa terkait kepentingan bangsa dan negara, serta upaya memperkuat pemerintahan yg stabil, kuat dan mengakar pada dukungan rakyat, maka kerjasama dengan Parpol pengusung pemerintah banyak dilakukan. “Dari 171 daerah, kerjasama dengan Golkar dan Hanura mendapat peringkat tertinggi, yakni di 54 daerah. Kerjasama dengan PPP di 52 daerah dan dengan PKB di 46 daerah. Kerjasama dengan PKPI terjadi di 29 daerah. Tidak hanya itu, kerjasama dengan PAN terjadi di 51 daerah dan dengan PKS di 32 daerah. Konfigurasi kerjasama politik tersebut menunjukkan bahwa dinamika politik nasional berbeda dengan daerah. Hal ini terjadi karena aspek historis, kultur dan dinamika politik lokal.”
3). Hasto menegaskan bahwa ukuran sebenarnya dalam pilkada seharusnya dilihat bukan semata dr hasil, namun bagaimana proses melahirkan pemimpin tsb. “Ibu Megawati Soekarnoputri selalu menegaskan bahwa PDI Perjuangan menempatkan aspek ideologi, kepemimpinan, personality yg baik, rekam jejak kinerja calon, dan kemampuan untuk menampilkan wajah kekuasaan yang membangun peradaban untuk rakyat, sebagai kriteria utama di dalam menetapkan calon. Sebab yang kami cari adalah pemimpin untuk rakyat”
4). Dengan banyaknya kader Partai yang dicalonkan oleh Partai Banteng tsb, maka PDI Perjuangan semakin mengukuhkan posisi politiknya sebagai Partai ideologi atas dasar Pancasila. “Seluruh paslon yang diusung oleh PDI Perjuangan memiliki komitmen untuk memberikan dukungan sepenuhnya pada kepemimpinan Pak Jokowi”

Hasto Kristiyanto
Sekjend DPP PDI Perjuangan.

HUT PDI Perjuangan 45: Setia Pada Jalan Kerakyatan, Pancasila Bintang Penuntun Indonesia Raya

1). PDI Perjuangan hari ini merayakan hari ulang tahun ke 45. “ PDI Perjuangan memiliki akar yang sangat kuat dengan Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927 sebagai perasan tekad untuk membebaskan Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Caranya dengan membentuk Partai yang menjadi obor penerang bagi rakyat, mendidik rakyat, dan mengorganisir rakyat sebagai kekuatan yang paling efektif dalam merebut kemerdekaan”
2). PDI Perjuangan pun mengalami keseluruhan dinamika politik yang luar biasa. “Partai ini selalu dipecah saat 32 tahun Orde Baru, dikucilkan dan hanya sekedar ornamen demokrasi. Berbagai intervensi kekuasaan, penyerangan kantor Partai, bahkan pernah tidak bisa ikut Pemilu pun pernah dialami Partai ini. Kalau dalam Pilkada dicurangi, dan ditelikung pun sudah hal yang biasa. Namun, oleh Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, kami diajarkan untuk tidak boleh mengeluh. Kami harus setia pada jati diri Sebagai Partai Ideologis atas dasar Pancasila, yang bergerak dengan penuh keyakinan. Kami selalu setia pada hukum. Kami selalu membuka ruang harapan sebesar-besarnya, bahwa politik adalah membangun peradaban; bahwa politik adalah pengabdian”
3). Kami juga diajarkan untuk berdedikasi bagi rakyat, bangsa, dan negara. Bahwa berpolitik bukan jalan mencari kekayaan, apalagi korupsi. “Partai setia pada jalan Pancasila. Di dalamnya bersintesa sempurna nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan Indonesia, musyawarah mufakat, dan keadilan sosial. Keseluruhan nilai tersebut dasar peradaban politik yang melekat dengan nilai2 kemanusiaan yang sangat kuat, agar manusia Indonesia sejahtera lahir dan batin”
4). PDI Perjuangan sangat bersyukur terhadap kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri yang konsisten membangun organisasi Partai agar semakin sempurnalah fungsi pendidikan dan kaderisasi untuk lahirnya kepemimpinan ideologis, visioner, mumpuni dan merakyat.
5). Dirgahayu PDI Perjuangan ke 45, jadikan Pancasila sebagai Bintang penuntun Indonesia Raya

Hasto Kristiyanto
Sekjend PDI Perjuangan.

Megawati Terima Doktor Demokrasi Ekonomi, PDI Perjuangan Gelar Rakor 3 Pilar Ekonomi Gotong Royong

Jakarta – Konsistensi Ketua Umum PDI Perjuangan menyuarakan Pancasila sebagai jalan politik dan ekonomi, kini mendapat pengakuan dari dunia internasional. Anugerah doktor honoris causa di bidang demokrasi ekonomi dari universitas prestisius, Mokpo National University Korea Selatan, adalah anugerah keenam yang diperoleh Presiden RI Ke-5 ini.

Konsistensi Megawati ini juga yang mendorong tiga pilar PDI Perjuangan yang terdiri dari para kader di legislatif, eksekutif, dan pengurus partai, untuk mengadakan rapat koordinasi nasional (rakornas) tanggal 15-17 Desember 2017 mendatang di Gedung ICE BSD Tangerang.

“Menggabungkan tiga pilar partai, bergotong royong membangun konsep kerja untuk menggerakkan roda ekonomi rakyat dalam prinsip berdikari sebagaimana diajarkan Bung Karno menjadi dasar kami melaksanakan acara ini” ujar Ketua DPP Bidang Ekonomi Kerakyatan Mindo Sianipar di Jakarta (17/11).

Dalam rakornas ini, tiga pilar partai akan memamerkan ratusan produk dan karya anak bangsa yang bersumber dari kekayaan negeri sendiri. “Kami mengutamakan produk-produk yang dihasilkan dari dalam negeri” ungkap Mindo yang juga Ketua Panitia Pelaksana Rakor Tiga Pilar ini.

Pengutamaan produk-produk dalam negeri dalam negeri ini, tambah Mindo, karena tema Rakornas Tiga Pilar adalah Berdiri di Atas Kaki Sendiri Untuk Indonesia Raya dan subtemanya adalah Ekonomi Gotong Royong dalam Praktik.

Dalam Rakornas yang digelar sebulan sebelum ulang tahun PDI Perjuangan akan dipaparkan 1.000 model usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan. Klinik usaha tani di sektor perikanan darat, peternakan sapi, holtikultura dan juga usaha kuliner akan dipaparkan narasumber-narasumber yang telah terbukti sukses di bidangnya. Ilmu ini akan dipraktekkan para kader dan simpatisan, ketika pulang ke daerahnya masing-masing.

“Kemampuan para marhaen muda inilah yang kami yakini akan menggerakkan roda ekonomi di daerah mereka masing-masing. Jadi kita tak lagi mendengar cerita kemiskinan dari pelosok-pelosok desa” pungkas Mindo Sianipar yang kembali terpilih dari dapil Jawa Timur VIII pada pemilu 2014 lalu dengan yakin.

PDI Perjuangan yang memproklamirkan diri sebagai partai ideologis berharap mampu menelurkan kebijakan politik yang berpihak pada rakyat untuk mendorong daya saing dengan mengintegrasikan teknologi tepat guna, akses pasar dan permodalan.

PDI Perjuangan Ajak Profesional Bergabung, Megawati Dapat Gelar Doktor Demokrasi Ekonomi dari Korsel

Pemberian Gelar Doktor Kehormatan bidang Demokrasi Ekonomi untuk Megawati Soekarnoputri dari Mokpo National University Korea Selatan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Hal ini diungkapkan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menekankan pentingnya menghadirkan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi yang menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan sosial.

“Pemberian Gelar Kehormatan Keenam melalui universitas ternama di Korsel tersebut sarat pesan ideologis dan sangat berarti bagi PDI Perjuangan dan Indonesia. Selamat kepada Ibu Megawati dan kami terus berjuang membumikan Pancasila melalui tatanan sistem perekonomian gotong royong dimana yang kuat membantu yang lemah untuk Indonesia Raya,” kata Hasto di Jakarta, Kamis.

Hasto Kristiyanto, menegaskan para pendiri republik telah mewariskan semangat penataan sistem ekonomi berdasarkan semangat berdiri di atas kaki sendiri. Rasa percaya diri yang begitu besar untuk mewujudkan Indonesia Raya yang seharusnya tidak ada kemiskinan di buminya Indonesia guna memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi landasan konstitusional sebagai penjabaran sila kelima Pancasila.

”PDI Perjuangan terus mendorong agar cita-cita kesejahteraan tersebut dapat dipercepat melalui kerjasama seluruh kader Partai di eksekutif, legislatif dan struktural Partai,” kata Hasto.

PDI Perjuangan, tambahnya, sangat bangga dengan pemberian gelar doktor kehormatan ini. “Untuk itu, kami terus membuka diri bagi para profesional untuk bergabung dengan PDI Perjuangan guna menjabarkan demokrasi ekonomi agar Indonesia secepatnya bangkit menjadi bangsa yang berdaulat, berdikari dan berkebudayaan. Kaum profesional dengan semangat patriotisme diharapkan dapat memerjuangkan kedaulatan ekonomi Indonesia, sekurang-kurangnya di bidang pangan, energi, sandang, keuangan, pertahanan dan kebudayaan,” kata Hasto.