DPD PDI Perjuangan, Dukung KGPAA Pakualam X Segera ditetapkan sebagai Wakil Gubernur DIY

image2 image2

Media Centre PDI Perjuangan
Rilis, Rabu, 27 Januari 2016

DPD PDI Perjuangan, Dukung KGPAA Pakualam X Segera ditetapkan sebagai Wakil Gubernur DIY

Kekosongan jabatan Wakil Gubernur DI Yogyakarta perlu segera diisi, paska penobatan KGPAA X  yang kini jumeneng, memimpin Kadipaten Puro Pakualaman.   Pengisian jabatan Wakil Gubernur DI Yogyakarta mendesak dilakukan agar penyelenggaraan pemerintahan daerah segera berjalan normal kembali.
Bambang Praswanto, Ketua DPD PDI Perjuangan DI Yogyakarta menyatakan hal tersebut saat berdialog dengan KGPAA X di Bangsal Parangkarso, Puro Pakualam, Rabu 27/1/2016.
“Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Pakualam X saya kira harus bisa segera bekerja bersama dalam pemerintahan daerah, agar penyelenggaran pemerintahan segera sempurna dan sinkron dengan semangat Presiden Joko Widodo untuk mensejahterakan rakyat,” kata Bambang Praswanto.

Agenda dialog  dihadiri oleh jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan DI Yogyakarta, Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY dan pengurus DPC dari Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta tersebut jadi bentuk dukungan agar proses pengisian jabatan Wakil Gubernur DIY sejalan dengan amanat UU 13/2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta.

Bambang menenggarai saat ini dalam proses politik yang bergulir di DPRD DIY ada pihak yang mencoba mengulur waktu terjadinya pengisian masa jabatan.
“Saya kira lebih baik jika segera ada proses di DPRD untuk menetapkan KGPAA Pakualam X sebagai Wagub DIY dan kita harapkan pelantikan Wagub dilakukan secara langsung oleh Presiden di Istana. Ini jadi tugas bersama bagaimana keistimewaan Yogyakarta harus terus kita perjuangkan,” kata Bambang Praswanto.

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DI Yogyakarta menambahkan soal dukungan kepada KGPAA Pakualam X, PDI Perjuangan sudah jelas sikapnya. Saat jumenengan KGPAA Pakualam X, 7 Januari 2016 lalu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri turut hadir.
Saat jumenengan itu, sejumlah pejabat negara seperti Mendagri Tjahjo Kumolo juga menghadiri prosesi hingga selesai.
“Itu saya kira  sudah menjawab ada hubungan batin di dalam penobatan dan kehadiran Ketua Umum PDI Perjuangan, peristiwa politik dan kebudayaan ini sudah jelas bentuk dukungan dan menjawab spekulasi publik atas dukungan politik yang diberikan. Kita tidak boleh melupakan sejaraj bahwa Kadipaten Pakualaman dibawah Sri Paduka memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan ada satu hal yang wajib diketahui anak anak muda. Sri Paduka sediakan tempat tinggal untuk Bung Karno, lebih dari 7 pekan pada awal pindahnya ibukota ke Jogja. Hubungan bathin para pendiri bangsa inilah yang memperkuat komunikasi PDI Perjuangan dengan KPGAA Pakualam X dan keluarga besar,” kata Eko Suwanto.

Terkait dengan mendesaknya pengisian jabatan Wakil Gubernur, pansus tatib bukanlah keharusan. Hal yang pokok adalah verifikasi.

Disebutkan, PDI Perjuangan berkomitmen penuh akan mengawal proses dan tahapan penetapan Wakil Gubernur DIY sesuai dengan peraturan perundangan, khususnya UU 13/2012  tentang Keistimewaan DIY dan Perdais Nomor 2 Tahun 2015. Secara khusus, semua komponen rakyat diajak untuk bersatu dan menyingkirkan adanya perbedaan tafsiran peraturan terkait penetapan Wakil Gubernur DIY.
“Kita mendukung tahapan atau proses ini segera dilaksanakan dan Wagub sebaiknya segera ditetapkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Kita ajak rakyat Yogyakarta bersatu padu mengawal pelaksanaan UU 13 Tahun 2012 mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman rakyat DIY,” kata Eko Suwanto Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY.

KGPAA Pakualam X secara khusus menyatakan rasa terima kasihnya atas kehadiran seluruh jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan DI Yogyakarta.

KGPAA X menjelaskan posisi Puro Pakualaman dalam sejarah perjalanan NKRI punya keterikatan dengan Proklamator Soekarno. Puro Pakualaman, sejak awal kemerdekaan juga telah memberikan dukungan kepada NKRI.
“Yogyakarta itu pernah jadi kota republik. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta menginap di sini, sebelum Gedung Agung jadi kala itu. Kalau ibu Megawati Soekarno Putri di masa kecil sempat juga di sini. Kita senang hari ini bisa bertemu langsung dan berdiskusi dengan jajaran DPD PDI Perjuangan DIY beserta Fraksi dan DPC se DIY.,” kata KGPAA Pakualam X yang didampingi kedua adiknya dan kerabat lainnya.

Diakhir acara, Ketua DPD PDI Perjuangan, Bambang Praswanto menyerahkan cendera mata berupa buku Indonesia Menggugat dan Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 kepada Sri Paduka Pakualam X. “Kita memiliki komitmen yang sama untuk menjaga NKRI dan melaksanakan Pancasila”, ujar Bambang Praswanto.

Media Centre
PDI Perjuangan

Tulis tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *