PDI Perjuangan : Zohri Sprinter Dunia Bercitra Indonesia

Kecepatan Lari Meroket Kebanggaan Indonesia Raya
1). PDI Perjuangan dengan bangga dan penuh syukur mengucapkan selamat kepada Mohamad Zohri yang meraih Medali Emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 Federasi Asosiasi Atletik Internasional (IAAF) 2018 di Tampere, Finlandia. “Sprinter Tercepat Dunia Bercitra Indonesia telah lahir melalui perjuangan panjang. Luar biasa, thanks God, dan bayangkan 10.18 detik dalam jarak 100 meter. Inilah yang dimaksud sebagai Semangat Indonesia Raya. Indonesia menjadi Taman Sarinya dunia dalam berbagai prestasi yang membanggakan kita semua”, ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
2). Kemenangan Sprinter Dunia Muhammad Zohri telah menghadirkan kembali benih2 kebanggaan terhadap tanah air. Kemenangan tersebut juga menjadi salah satu simbol tentang makna “kompetisi dan kecepatan” yang sering disampaikan oleh Presiden Jokowi. “Presiden Jokowi selalu menekankan pentingnya kecepatan, speed and speed, sebagai instrumen penting dalam bidang pelayanan publik, kecepatan di dalam meresponse aspirasi publik dan tentu saja kemampuan bersaing di kancah internasional. Prestasi kita yang begitu membanggakan di olimpiade fisika, matematika dan lain-lain, semuanya diyakini telah digerakkan oleh nasionalisme yang hidup dan membumi untuk persembahan putra-putri bangsa bagi Ibu Pertiwi”
3). Hasto berharap agar semangat menjadi juara, menjadi terbaik, melalui perjuangan yang penuh tetesan keringat dan keyakinan, menjadi bagian kebudayaan Indonesia untuk berpikiran terbuka, mengejar prestasi dan berdisiplin dalam alam pikir dan disiplin dalam bertindak bagi setiap warga bangsa, apapun ruang lingkupnya, untuk berdedikasi bagi Indonesia Raya.
4). Selamat Bung Zohri, Anda menjadi bagian dari perwujudan cita-cita Indonesia Raya. #PdipZohriTop

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDI Perjuangan: “Pak Jokowi dan Ibu Megawati Satu Kesatuan Kepemimpinan untuk Rakyat”

Pertemuan Bahas Agenda Strategis Bangsa

1). Pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Jokowi terus dilakukan secara intens di Istana Batu Tulis. “Pertemuan pada malam hari ini, Minggu 8 Juli 2018 berlangsung selama 1 jam 50 menit. Beberapa hal strategis dibahas terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, Persiapan Asian Games, berbagai agenda strategis bangsa dan negara, termasuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden”, kata Hasto Kristiyanto
2). Pertemuan kedua pemimpin secara periodik baik di Istana Merdeka, Istana Bogor, maupun Istana Batu Tulis tersebut sangat penting. “Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif, serta membangun suasana kebatinan yang baik untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara, jauh di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semua yang dibahas untuk kemajuan Indonesia Raya”
3). Pertemuan Batu Tulis tersebut menepis berbagai anggapan dari berbagai pengamat politik yang mencoba membuat jarak bahkan memisahkan antara Presiden Jokowi dengan Ibu Megawati dan PDI Perjuangan. “Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat; sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang turun ke bawah, atau merakyat. Kedua pemimpin bangsa tersebut, dengan demikian, saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh emotional bonding (ikatan emosional) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia”
4). Berkaitan dengan siapa yang akan diputuskan sebagai cawapres, nama sudah mengerucut dan sudah dikantongi Pak Jokowi. “Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar”, ujar Megawati Soekarnoputri.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDIP: Persatuan Kesatuan Bangsa di Atas Segalanya

Rakyat Merdeka di Dalam Menentukan Pemimpinnya

1). PDI Perjuangan menegaskan bahwa kekuasaan dalam politik bukanlah segala2nya dan bukan hal yang harus didapatkan dengan segala cara. “Kekuasaan itu hanyalah alat, guna menciptakan seluruh kebijakan dan program agar tercapailah cita2 masyarakat adil dan makmur. Dan dalam memeroleh kekuasaan itu, rakyatlah yang berdaulat. Rakyat merdeka di dalam memilih pemimpinnya”, ujar Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan
2). Pernyataan tersebut disampaikan melihat pilkada serentak kini sering menampilkan ambisi kekuasaan yang luar biasa, sehingga berbagai cara pun dilakukan, bahkan sampai ada yang berpikiran sempit memanipulasi daftar pemilih tetap, menggunakan alat penyelenggara pemilu yang seharusnya netral, politik uang, hingga menghilangkan hak pilih warga. “PDI Perjuangan sangat prihatin terhadap praktik politik menghalalkan cara tsb. Ambisi orang per orang dan kelompok menjadi begitu dominan, dan merusak keadaban politik kita, sampai ada tokoh nasional berbicara tentang identitas pemimpin hanya dari air minumnya dari mana, dan makan daging dari mana, kamu sukunya apa. Padahal yang namanya restoran Padang pun telah diterima menjadi identitas makanan nasional yang begitu lezat, tanpa bertanya bahwa itu makanan dari mana. Orang Sumatera Utara, Papua, Jawa, Bugis dll bisa diterima secara luas di seluruh penjuru nusantara dan hidup rukun sebagai bangsa. Namun mengapa ada yg berpikiran begitu sempit dan mengaburkan kenyataan bahwa Indonesia lahir untuk semua, untuk semua suku, semua warga bangsa tanpa membedakan suku, agama, status sosial, jenis kelamin dan pembeda lainnya. Persatuan dan kesatuan bangsa di atas segalanya”
3). Lebih lanjut Hasto menegaskan bahwa menang atau kalah dalam pilkada bukanlah kiamatnya demokrasi. “Ibu Megawati selalu berpesan bahwa menang dan kalah hanya 5 tahun. Kalah kita perbaiki diri dan menang jangan korupsi. Lalu kenapa banyak yang menjadikan pilkada sebagai pertarungan hidup mati sehingga keadaban pun dikorbankan? Kenapa hanya demi kekuasaan lalu memertaruhkan segalanya, termasuk kehendak bersama sebagai bangsa ber Pancasila. Maka sebaiknya, semua pihak memerjuangkan kualitas demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jangan pernah memprovokasi rakyat dengan pemikiran sempit, apalagi kerdil”
4). Demokrasi harus menjadi ukuran peradaban politik Indonesia.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDI Perjuangan: Indahnya Silaturahim Para Pemimpin

PDI Perjuangan: Indahnya Silaturahim Para Pemimpin

Idul Fitri Perkuat Persaudaraan Nasional

1). Megawati Soekarnoputri dalam merayakan Idul Fitri 1439H menyiapkan secara khusus, tidak hanya menu makanan khas Nusantara, seperti Soto, mie bebek; menu identitas lebaran seperti Kupat, Opor ayam, dan sambal goreng pun tak lupa menyertainya. “Pada kesempatan tersebut, Ibu Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Bapak Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dan suasana sangat akrab sehingga silaturahim berjalan hampir 1 jam lamanya. Demikian halnya menteri2 kabinet kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Pada sore hari, Ibu Megawati menerima Bapak Presiden Jokowi beserta keluarga. Semua begitu akrab dan menggambarkan bahwa Idul Fitri tidak hanya hari kemenangan setelah satu bulan lamanya menjalankan ibadah puasa; Idul Fitri telah menjadi peristiwa kebudayaan, dan mampu merajut tali silaturahim nasional”
2). Bapak Presiden Jokowi secara khusus menyempatkan diri hadir sebelum perjalanan Beliau ke Solo. “Pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ibu Megawati berlangsung sekitar 1 jam. Suasana penuh kehangatan dan kehadiran Ibu Iriana menambah keakraban. Betapa Indahnya silaturahim antar pemimpin. Perayaan Idul Fitri sungguh2 memperkuat persaudaraan nasional”
3). Dalam pesannya, Megawati Soekarnoputri menyampaikan harapannya agar Peringatan Hari Raya Idul Fitri benar2 memerkuat persaudaraan sebagai bangsa. “Dengan saling maaf memaafkan, maka kesejatian kita sebagai bangsa yang berjiwa gotong royong, toleran dan mengedepankan musyawarah terus kita perkuat. Idul Fitri ini adalah gambaran nyata, bagaimana masyarakat penuh dengan suka cita saling bermaaf-maafan, ber halal bi halal. Inilah sejatinya peradaban kita”, ujar Megawati.
4). Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H

Eriko Sotarduga
Wakil Sekjen PDI Perjuangan

Bu Mega : Milih Cawpres Harus Dengan Nurani Jernih

Jokowi-Mega Bahas Narasi Indonesia Raya

1). Ditengah-tengah kesibukan memantau Mudik Lebaran, Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, kemarin, Selasa 12 Juni, kembali mengadakan pertemuan intens selama 2 jam 10 menit, dimulai pada pukul 17.10 hingga 19.20. “Pertemuan dalam suasana sangat akrab dan berulang kali kedua pemimpin tersebut tertawa lepas menggambarkan hangatnya pertemuan di Batu Tulis tersebut. Pertemuan diselingi buka puasa bersama, dan seperti kebiasaan sebelumnya, Ibu Megawati secara khusus menyiapkan sajadah untuk Pak Jokowi untuk keperluan Beliau menjalankan sholat Maghrib”, ujar Hasto Kristiyanto
2). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dan kali ini secara khusus membahas narasi kemajuan Indonesia Raya. “Ibu Megawati memberikan apresiasi kepada Bapak Jokowi bahwa mudik lebaran berjalan lancar. Kerja, kerja dan kerja terbukti menjadi jawaban paling tepat di tengah berbagai kritikan. Hasilnya sudah terbukti, infrastruktur untuk mengenjot pertumbuhan ekonomi ke depan telah dibangun dengan baik”
3). Adapun menu buka puasa yang disajikan antara lain tumis bunga pepaya, udang saus padang, ikan sukang bakar, sayur asem, dan asem2 iga. Dengan tertawa riang, Megawati memberikan es kelapa muda sebagai makanan pembuka lengkap dengan sirup merahnya. “Ini kelapa muda merah putih, biar semangat merah putih terus bergelora dalam diri Pak Jokowi, apapun tantangan yang dihadapi”, ujar Megawati, sambil menegaskan bahwa merah putih ini telah menjadi lambang bendera Majapahit, Sang Saka Getih-Getah Samudra, atau Sang Saka Gula Kelapa.’’
4). Pertemuan di Istana Batu Tulis tersebut sekaligus membahas sejumlah hal strategis. Berkaitan dengan siapa cawapres yang akan mendampingi Pak Jokowi, Ibu Megawati Soekarnoputri memberikan masukan agar segala sesuatunya dilakukan dengan pertimbangan matang, dan terus melakukan kontemplasi agar benar-benar memahami aspirasi rakyat Indonesia, sambil memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa. “Presiden dan wakil presiden itu merupakan pemimpin rakyat, pemimpin bangsa dan negara. Semua harus dipersiapkan dengan matang, dengan pertimbangan nurani yang jernih. Siapapun yang ditetapkan sebagai Cawapres ke depan, maka Pak Jokowi dan calon wakilnya merupakan satu kesatuan. Momentumnya dilakukan pada saat yang tepat”, kata Megawati.
5). Pertemuan tsb diakhiri dengan foto bersama dengan latar belakang lukisan Bung Karno, Proklamator dan Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Hasto Kristiyanto
Sekjend PDI Perjuangan

Pancasila harus jadi “The Way of Life”

 

Hari Lahirnya Pancasila harus disertai narasi rasa cinta tanah air, bangga dengan jati diri bangsa sendiri, bukan bangsa lain.

 

Peringatan Hari Lahirnya Pancasila setiap tanggal 1 Juni menggambarkan satu tekad, satu semangat, dan satu dasar tentang Indonesia Raya.

 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam rangka peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Jakarta, Jumat (1/6).

Hasto mengatakan, Indonesia Raya berdiri kokoh di atas Sila Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan Indonesia, Musyawarah, dan Keadilan Sosial. Kesemuanya diperas menjadi satu, yakni Gotong Royong.

 

“Peringatan Hari Lahirnya Pancasila ini semakin memerkuat kesadaran berbangsa, bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar dan tujuan berbangsa dan bernegara, namun Pancasila harus menjadi the way of life dalam seluruh kehidupan kita bersama,” ujarnya.

 

 

Hasto menambahkan, memeringati Hari Lahirnya Pancasila harus disertai narasi rasa cinta kepada tanah air, dengan  bangga dengan jati diri bangsa sendiri, bukan bangsa lain.

 

“PDI Perjuangan terus mendorong semangat patriotisme ini. Tidak ada bangsa besar, tanpa api perjuangan yang menyala-nyala untuk bangsa dan negaranya sendiri. Kuncinya kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi; kembangkan riset dan terus berjuang menjadi bangsa berdikari dengan topangan kebudayaan kita sendiri. Semangat berdikari hanya bisa terjadi apabila kita mencintai tanah air dengan sepenuh hati,” kata Hasto.

 

Dalam kesempatan itu, Hasto mengatakan PDI Perjuangan berharap agar seluruh komponen bangsa dapat membumikan Pancasila sebagai jati diri bangsa dan perekat keberagaman bangsa Indonesia yang begitu majemuk.

 

“Jadilah Pancasilais sejati yang menjunjung tinggi jati diri bangsa, bukannya menjunjung tinggi jati diri bangsa lain,” katanya.

 

Hari Lahir Pancasila, kata Hasto, harus dipahami seluruh jiwa dan semangatnya dengan memelajari Pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.

Teror di MAKO BRIMOB dan Bom Surabaya: Tidak Ada Toleransi bagi Terorisme

Negara Tidak Boleh Kalah
1). PDI Perjuangan mengucapkan dukacita yang mendalam atas korban terorisme yang berturut-turut terjadi di Mako Brimob dan Bom Surabaya. Kedua peristiwa tersebut menjadi batas akhir bagi gerakan radikalisme yang anti Pancasila dan merongrong kewibawaan negara. “Apa yang terjadi di Mako Brimob dan pengeboman di Surabaya merupakan satu rangkaian peristiwa yang nyata2 bertujuan melawan negara, dan intimidasi kolektif bagi rakyat dengan menyebarkan terorisme. Negara tidak boleh kalah dan harus melakukan mobilisasi seluruh instrumen negara untuk melawan terorisme”
2). Atas kedua kejadian “kejahatan kemanusiaan tsb”, PDI Perjuangan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap seluruh upaya Pemerintahan Jokowi untuk melawan segala bentuk terorisme yang berawal dari paham radikalisme tsb.
3). Negara berkewajiban melindungi rakyat. Sebab hukum tertinggi dalam negara adalah kedaulatan negara itu sendiri. “Siapapun yang merongrong kewibawaan negara harus dihadapi dengan menggunakan seluruh pendekatan hukum, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan, serta menggalang kekuatan rakyat untuk terlibat aktif di dalam melawan paham radikalisme. Negara pun berhak menggunakan seluruh instrumen negara, baik hukum, POLRI dan TNI, serta birokrasi negara untuk melawan terorisme tersebut. Sebab Pembukaan UUD 1945 telah menegaskan bahwa pemerintahan negara dibentuk salah satunya bertujuan untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Perintah konstitusi inilah yang menjadi dasar hukum tertinggi di dalam memberantas terorisme”
4). Korban yang terjadi di Mako Brimob dan korban Bom Surabaya harus menjadi yang terakhir. Kedua peristiwa tsb menjadi batas akhir bagi negara untuk tidak boleh kalah terhadap gerakan terorisme di Indonesia. “Kekuatan mayoritas diam harus bangkit. Kita tidak boleh takut terhadap terorisme. Sebab mereka adalah para pengecut yang tidak boleh lagi mendapatkan hak hidup di negara cinta damai ini”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan
[09:55, 13/5/2018] Beny #NCI 💯🆔🇮🇩: Teror di MAKO BRIMOB dan Bom Surabaya: Tidak Ada Toleransi bagi Terorisme

Negara Tidak Boleh Kalah
1). PDI Perjuangan mengucapkan dukacita yang mendalam atas korban terorisme yang berturut-turut terjadi di Mako Brimob dan Bom Surabaya. Kedua peristiwa tersebut menjadi batas akhir bagi gerakan radikalisme yang anti Pancasila dan merongrong kewibawaan negara. “Apa yang terjadi di Mako Brimob dan pengeboman di Surabaya merupakan satu rangkaian peristiwa yang nyata2 bertujuan melawan negara, dan intimidasi kolektif bagi rakyat dengan menyebarkan terorisme. Negara tidak boleh kalah dan harus melakukan mobilisasi seluruh instrumen negara untuk melawan terorisme”
2). Atas kedua kejadian “kejahatan kemanusiaan tsb”, PDI Perjuangan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap seluruh upaya Pemerintahan Jokowi untuk melawan segala bentuk terorisme yang berawal dari paham radikalisme tsb.
3). Negara berkewajiban melindungi rakyat. Sebab hukum tertinggi dalam negara adalah kedaulatan negara itu sendiri. “Siapapun yang merongrong kewibawaan negara harus dihadapi dengan menggunakan seluruh pendekatan hukum, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan, serta menggalang kekuatan rakyat untuk terlibat aktif di dalam melawan paham radikalisme. Negara pun berhak menggunakan seluruh instrumen negara, baik hukum, POLRI dan TNI, serta birokrasi negara untuk melawan terorisme tersebut. Sebab Pembukaan UUD 1945 telah menegaskan bahwa pemerintahan negara dibentuk salah satunya bertujuan untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Perintah konstitusi inilah yang menjadi dasar hukum tertinggi di dalam memberantas terorisme”
4). Korban yang terjadi di Mako Brimob dan korban Bom Surabaya harus menjadi yang terakhir. Kedua peristiwa tsb menjadi batas akhir bagi negara untuk tidak boleh kalah terhadap gerakan terorisme di Indonesia. “Kekuatan mayoritas diam harus bangkit. Kita tidak boleh takut terhadap terorisme. Sebab mereka adalah para pengecut yang tidak boleh lagi mendapatkan hak hidup di negara cinta damai ini”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

Sambil bahas isu nasional, Mega – Jokowi Santap Nasi Jambal dan Sate Ayam di Istana Batu Tulis

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan rutin dengan Presiden Jokowi di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Selasa Malam. Pertemuan di Istana yg desain arsitekturnya dari Bung Karno ini, membahas topik-topik strategis.

Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yg mengetahui pertemuan Jokowi -Megawati ini menuturkan, berbagai masalah nasional dan internasional menjadi topik bahasan keduanya. “Istana Batu Tulis menjadi saksi sejarah dialog kedua pemimpin. Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Jokowi, secara periodik meluangkan waktu untuk bertemu. Beliau berdua saling update terhadap berbagai persoalan nasional dan internasional”.

Apalagi, menurut Hasto, Istana Batu Tulis tampaknya menjadi tempat favorit karena tampilan estetika arsitektur nusantara yang dipadukan dengan kontur alam yang penuh dengan aneka pohon dan tanaman bunga yang menambah asri bangunan yang kental dengan nuansa kepribadian bangsa

Untuk menu makan malam, Megawati menyiapkan menu khusus ciri khas kuliner nusantara, seperti nasi jambal, ayam bakar balado, gurami bakar, sate ayam, buncis sambal terasi, tumis kangkung dan kerupuk serta nasi goreng pete khas Batu Tulis. “Kami semua makan dengan lahap. Ibu Mega dan Pak Jokowi dengan nasi jambalnya, lengkap dengan sate ayam penambah sedap rasa, hingga tidak terasa habislah sepiring nasi jambal penuh aroma bumbu nusantara”

Menggambarkan suasana pertemuan Megawati dan Jokowi, Hasto menceritakan Istana Batu Tulis sangat tenang dan penuh kesejukan. ‘’Saya meyakini, suasana itu mengalirkan pemikiran-pemikiran jernih dari beliau berdua tentang solusi menghadapi berbagai persoalan bangsa dan negara. Istana Batu Tulis sangat cocok untuk melakukan kontemplasi, apalagi terlepas dari berbagai hiruk pikuk isu politik di Jakarta. Apa yang dibahas adalah kepentingan dan komitmen untuk kemajuan Indonesia Raya”

Hasto Kristiyanto
Sekjend DPP PDI Perjuangan.

PERNYATAAN SIKAP PDI PERJUANGAN DIY

PERNYATAAN SIKAP PDI PERJUANGAN DIY.

Menyikapi dan memperhatikan situasi di masyarakat DIY akhir- akhir ini. Maka DPD PDI Perjuangan DIY menyatakan Sikap Tegas sbb :

1). Mengutuk keras segala macam teror/ penyerangan/ pengrusakan tempat2 umum khususnya tempat ibadah milik siapapun. Yang menimbulkan ketakutan, korban jiwa, harta benda, dll.
2). Menyerukan kepada Pemda DIY / Kabupaten/ Kota, aparat Kepolisian dan TNI agar hadir dan bertindak setegas- tegasnya untuk mencegah terulangnya peristiwa semacam itu.
3). Menyerukan kepada warga masyarakat untuk waspada, hati hati, tetapi tidak saling curiga, tidak saling menghujat sehingga masyarakat aman, tenteram dan terlindungi dari teror dan rasa takut.
4). Kepada Pemerintah, Kepolisian , TNI agar mengambil inisiatif menggalang persatuan nasional berdasarkan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika serta Pembukaan UUD 1945.
5). Jajaran PDI Perjuangan DIY siap berdiri di depan dan siap bekerjasama dan bergotong royong dalam menegakkan dan mempertahankan Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan kebhineka tunggal ika-an.
6). Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa Indonesia.

Yogyakarta, 11 Februari 2018, pukul 15.00.
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY

Drs.Bambang Praswanto, M.Sc.

Verifikasi faktual KPU pastikan keseriusan parpol

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Praswanto menilai verifikasi faktual yang dilakukan KPU sebagai instrumen penting untuk memastikan keseriusan parpol ikut serta dalam pemilu.

“Bagi kami verifikasi faktual itu hal yang wajar saja. Namun di sisi lain memang mendorong keseriusan parpol itu ikut dalam pemilu,” kata Bambang Praswanto di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Bambang, sejumlah hal yang diuji dalam verifikasi faktual meliputi kelengkapan pengurus parpol, keterwakilan perempuan 30 persen dari jumlah pengurus, keberadaan anggota, hingga kepemilikan kantor merupakan aspek mendasar yang memang harus dimiliki parpol di daerah jika menginginkan ikut serta dalam pemilu.

Apalagi, menurut dia, dalam masa lima tahun setiap parpol kemungkinan besar mengalami perubahan baik dari jumlah anggota, perubahan truktur pengurus, hingga status kepemilikan atau sewa kantor sekretariat.

“Syarat-syarat itu bukan hal yang istimewa. Menurut kami itu hal yang mendasar sekali karena dalam masa lima tahun pasti ada dinamika di internal partai,” kata dia.

Menurut Bambang, upaya verifikasi faktual yang dilakukan KPU DIY telah sesuai dengan amanat konstitusi. Bahkan pada verifikas kali ini, kata dia, lebih praktis karena parpol dapat mengunggah data kelengkapan parpol terlebih dahulu melalui sistem informasi partai politik (Sipol).

“Sekarang lebih praktis karena kami bisa memasukkan data awal secara online, selanjutnya secara faktual tinggal diverifikasi KPU,” kata dia.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat (MS) dalam verifikasi faktual, PDIP DIY, kata Bambang akan memperkuat konsolidasi di internal partai. Status MS, menurut dia, mejadi pijakan partai untuk menentukan strategi selanjutnya dalam menghadapi Pemilu 2019.

“Setelah memenuhi syarat dalam verifikasi kan berarti kami tinggal menyiapkan strategi-strategi selanjutnya untuk tetap menjaga kepercayaan konstituen,” kata dia.