PDI Perjuangan: Bung Karno Jadikan Pencak Silat Ekspresi Percaya Diri dan Kebanggaan Nasional

PDI Perjuangan: Bung Karno Jadikan Pencak Silat Ekspresi Percaya Diri dan Kebanggaan Nasional

1). PDI Perjuangan bersama seluruh komponen bangsa Indonesia terus menggelorakan semangat JAS MERAH (Jangan Sekali-kali meninggalkan sejarah). “Pencak Silat yang menjadi pendulang medali utama Indonesia, merupakan hasil proses panjang. Pencak Silat dalam panggung nasional digelorakan oleh Bung Karno. Beliau berpendapat bahwa pencak silat ini penting dilakukan oleh setiap generasi, utamanya generasi muda karena melatih kebugaran fisik. Hal ini disuarakan oleh BK pada jaman penjajahan Jepang, Sukarno sering berkeliling negeri untuk melihat perkembangan seni pencak silat. Ia pernah pula diundang untuk melihat kompetisi pencak silat yang diorganisir tentara Jepang. Bahkan ia selalu asyik menyaksikan dua kawannya Chairul Saleh dan Sri Bimo Ariotedjo yang berlatih silat”
2). Ketika Indonesia Merdeka, Bung Karno menginginkan semua pendidikan olahraga yang berbau kolonial, seperti kasti dan korfbal atau semacam bola tangan, itu dihapuskan. Kemudian mulai dikenalkan pendidikan olahraga yang digali dari kebudayaan Indonesia yaitu pencak silat. “Zakaria, pemain pencak silat, pernah membawa DKI Jakarta mendapatkan medali emas pada PON ke 2 pada bulan Oktober 1952. Sebagai peraih medali emas dari cabang pencak silat, ia pun pernah dipanggil Sukarno ke istana untuk memeragakan kebolehannya”, ujar Hasto Kristiyanto.
3).Puncak perhatian Bung Karno terhadap Pencak Silat terjadi tahun 1957. Saat itu pencak silat menjadi salah satu bagian dalam misi kebudayaan ke Eropa. Pemain pencak silat kala itu adalah Abdul Wahab, Rosidi, Jumali dan Suhada. Misi-misi kebudayaan Indonesia pada masa Soekarno dianggap sebagai suatu bentuk ekspresi rasa percaya diri dan kebanggaan nasional.
4). Dengan demikian, kemenangan Pencak Silat adalah reinkarnasi dari semangat Bung Karno tsb. “Pencak Silat adalah ekpresi rasa percaya diri dan kebanggan terhadap kebudayaan bangsa”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

Sekjen PDIP: Pernyataan Mahfud MD Sangat Manusiawi

Dinamika Mahfud MD Jauh Lebih Beradab Daripada Politik Mahar

1). PDI Perjuangan menyayangkan kepentingan pihak tertentu yang menjadikan penetapan Cawapres Jokowi dengan melakukan dramatisasi atas pernyataan Pak Mahfud MD. “Seluruh dinamika penetapan Cawapres Pak Jokowi masih wajar, dan jauh lebih beradab dibandingkan dengan penetapan Cawapres Prabowo yang diwarnai transaksi jual beli dukungan atau mahar politik sebesar Rp 1 Trilyun”, ujar Hasto Kristiyanto
2). Bagi Koalisi Indonesia Kerja, Capres dan cawapres adalah calon pemimpin untuk rakyat; pemimpin bangsa dan negara yang prosesnya tidak boleh dikotori oleh praktek politik uang. “Awal kehancuran suatu bangsa apabila memilih pemimpin tertingginya dilakukan dengan mengabaikan moral, etika, dan keadaban publik. Kami semua sungguh heran, betapa murahnya rekomendasi untuk menjadi cawapres. Ini gambaran rusaknya peradaban politik bangsa. Mereka yang telah memperjual belikan pencalonan hanya demi uang tidak bisa dibenarkan dengan cara apapun”
3). Hasto sangat bersyukur bahwa penetapan KH Ma’ruf Amin dilakukan melalui dialog para pemimpin. “Bahwa didalamnya ada dinamika dan dialektika kepentingan antar Partai yang berbeda itu hal yang wajar. Namun pada akhirnya Pak Jokowi mengambil keputusan atas dasar pilihan nurani, kemerdekaan politik dan mencari sosok pemersatu; sosok pengayom, sosok yang selama 1 tahun terakhir sangat aktif berdialektika dengan Pancasila sehingga Kyai Ma’ruf hadir sebagai sosok pemimpin yang mumpuni lahir dan batin”
4). Pak Mahfud MD sendiri sangat legowo. Beliau tadi telah bertemu dalam rapat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila bersama dengan Ibu Megawati, Pak Try Sutrisno, Buya Syafei Ma’arif dll, dan semua menampakkan keakraban diantara pemimpin.
5). PDI Perjuangan percaya terhadap suara hati para pemimpin untuk menjaga martabat, etika dan keadaban bangsa. “Jangan jadikan pilpres sebagai pertarungan kekuatan uang. Kami bangga dengan Pak Jokowi yang telah memilih KH Mar’uf atas dasar pilihan nurani. Kita mencari pemimpin, bukan pedagang politik”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

Bacaleg Dibekali, Harus Ideologis Merakyat

Besok PDIP ke KPU Bawa Spirit 17an

1). PDI Perjuangan terus memperkuat tradisi kepartaian di dalam menyiapkan pemimpin untuk rakyat. “Pada hari Minggu-Senin, 15-16 Juli 2018, kami mengadakan pembekalan bagi seluruh bacaleg DPR RI. Peserta dibagi menjadi tiga kelas, dan acara bersifat tertutup mengingat efek kejutan yang akan diambil oleh Partai sebagai bagian dari strategi komunikasi politik Partai untuk mencalonkan putra-putri bangsa yang memiliki komitmen tinggi terhadap Pancasila, NKRI dan kebhinekaan Indonesia. Mereka telah kami profile melalui psikotest secara on line sehingga mapping atas leadership, personality, elan juang, dan karakter pribadinya kami dapatkan secara lengkap. Psikotest ini penting mengingat yang kami cari adalah sosok pemimpin ideologis yang merakyat”
2). Ada beberapa tokoh penting, dari kalangan akademisi banyak guru besar yang bergabung. Demikian halnya tokoh nasional dengan pengalaman luas di bidang politik, hukum, kebudayaan, tokoh anti korupsi, dan mereka yang memiliki basis kuat di pemilih. “Mereka menjadi satu kesatuan kekuatan gotong royong Partai. Kami memberikan pembekalan singkat, agar mereka semakin memahami kebijakan ideologis yang diperjuangkan Partai, dan pada akhirnya seluruh caleg nantinya akan dilatih khusus dalam Sekolah Partai. Di dalam pembekalan tersebut, semua wajib menjalankan perintah Ketua Umum Partai, Ibu Megawati Soekarnoputri, untuk menjadikan pileg dan pilpres satu nafas. Artinya PDI Perjuangan dan Pak Jokowi wajib dimenangkan”
3). PDI Perjuangan pun juga menilai bahwa Sistem Pencalonan (SILON) KPU mampu memberikan kemudahan di dalam pendaftaran. “Daftar caleg memuat informasi strategis terkait dengan konsepsi dan strategi Partai di dalam menjalankan fungsi rekrutmen dan kaderisasi kepemimpinan. Karena itulah sebagian data terkait dengan para tokoh nasional tsb, kami input pada saat akhir, agar “element of surprise-nya” semakin kuat. Pendaftaran calon akan dilakukan dengan mengambil spirit angka 17, yakni pada hari Selasa, 17 Juli 2018 jam 13.30”
4). Adanya SILON membuat proses pendaftaran lebih simple, cukup beberapa perwakilan DPP dan jumlah dokumen menjadi jauh lebih sedikit dan ringkas.

Hasto Kristiyanto
Sekjend PDI Perjuangan

 

PDI Perjuangan : Zohri Sprinter Dunia Bercitra Indonesia

Kecepatan Lari Meroket Kebanggaan Indonesia Raya
1). PDI Perjuangan dengan bangga dan penuh syukur mengucapkan selamat kepada Mohamad Zohri yang meraih Medali Emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 Federasi Asosiasi Atletik Internasional (IAAF) 2018 di Tampere, Finlandia. “Sprinter Tercepat Dunia Bercitra Indonesia telah lahir melalui perjuangan panjang. Luar biasa, thanks God, dan bayangkan 10.18 detik dalam jarak 100 meter. Inilah yang dimaksud sebagai Semangat Indonesia Raya. Indonesia menjadi Taman Sarinya dunia dalam berbagai prestasi yang membanggakan kita semua”, ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
2). Kemenangan Sprinter Dunia Muhammad Zohri telah menghadirkan kembali benih2 kebanggaan terhadap tanah air. Kemenangan tersebut juga menjadi salah satu simbol tentang makna “kompetisi dan kecepatan” yang sering disampaikan oleh Presiden Jokowi. “Presiden Jokowi selalu menekankan pentingnya kecepatan, speed and speed, sebagai instrumen penting dalam bidang pelayanan publik, kecepatan di dalam meresponse aspirasi publik dan tentu saja kemampuan bersaing di kancah internasional. Prestasi kita yang begitu membanggakan di olimpiade fisika, matematika dan lain-lain, semuanya diyakini telah digerakkan oleh nasionalisme yang hidup dan membumi untuk persembahan putra-putri bangsa bagi Ibu Pertiwi”
3). Hasto berharap agar semangat menjadi juara, menjadi terbaik, melalui perjuangan yang penuh tetesan keringat dan keyakinan, menjadi bagian kebudayaan Indonesia untuk berpikiran terbuka, mengejar prestasi dan berdisiplin dalam alam pikir dan disiplin dalam bertindak bagi setiap warga bangsa, apapun ruang lingkupnya, untuk berdedikasi bagi Indonesia Raya.
4). Selamat Bung Zohri, Anda menjadi bagian dari perwujudan cita-cita Indonesia Raya. #PdipZohriTop

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDI Perjuangan: “Pak Jokowi dan Ibu Megawati Satu Kesatuan Kepemimpinan untuk Rakyat”

Pertemuan Bahas Agenda Strategis Bangsa

1). Pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Jokowi terus dilakukan secara intens di Istana Batu Tulis. “Pertemuan pada malam hari ini, Minggu 8 Juli 2018 berlangsung selama 1 jam 50 menit. Beberapa hal strategis dibahas terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, Persiapan Asian Games, berbagai agenda strategis bangsa dan negara, termasuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden”, kata Hasto Kristiyanto
2). Pertemuan kedua pemimpin secara periodik baik di Istana Merdeka, Istana Bogor, maupun Istana Batu Tulis tersebut sangat penting. “Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif, serta membangun suasana kebatinan yang baik untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara, jauh di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semua yang dibahas untuk kemajuan Indonesia Raya”
3). Pertemuan Batu Tulis tersebut menepis berbagai anggapan dari berbagai pengamat politik yang mencoba membuat jarak bahkan memisahkan antara Presiden Jokowi dengan Ibu Megawati dan PDI Perjuangan. “Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat; sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang turun ke bawah, atau merakyat. Kedua pemimpin bangsa tersebut, dengan demikian, saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh emotional bonding (ikatan emosional) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia”
4). Berkaitan dengan siapa yang akan diputuskan sebagai cawapres, nama sudah mengerucut dan sudah dikantongi Pak Jokowi. “Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar”, ujar Megawati Soekarnoputri.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDIP: Persatuan Kesatuan Bangsa di Atas Segalanya

Rakyat Merdeka di Dalam Menentukan Pemimpinnya

1). PDI Perjuangan menegaskan bahwa kekuasaan dalam politik bukanlah segala2nya dan bukan hal yang harus didapatkan dengan segala cara. “Kekuasaan itu hanyalah alat, guna menciptakan seluruh kebijakan dan program agar tercapailah cita2 masyarakat adil dan makmur. Dan dalam memeroleh kekuasaan itu, rakyatlah yang berdaulat. Rakyat merdeka di dalam memilih pemimpinnya”, ujar Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan
2). Pernyataan tersebut disampaikan melihat pilkada serentak kini sering menampilkan ambisi kekuasaan yang luar biasa, sehingga berbagai cara pun dilakukan, bahkan sampai ada yang berpikiran sempit memanipulasi daftar pemilih tetap, menggunakan alat penyelenggara pemilu yang seharusnya netral, politik uang, hingga menghilangkan hak pilih warga. “PDI Perjuangan sangat prihatin terhadap praktik politik menghalalkan cara tsb. Ambisi orang per orang dan kelompok menjadi begitu dominan, dan merusak keadaban politik kita, sampai ada tokoh nasional berbicara tentang identitas pemimpin hanya dari air minumnya dari mana, dan makan daging dari mana, kamu sukunya apa. Padahal yang namanya restoran Padang pun telah diterima menjadi identitas makanan nasional yang begitu lezat, tanpa bertanya bahwa itu makanan dari mana. Orang Sumatera Utara, Papua, Jawa, Bugis dll bisa diterima secara luas di seluruh penjuru nusantara dan hidup rukun sebagai bangsa. Namun mengapa ada yg berpikiran begitu sempit dan mengaburkan kenyataan bahwa Indonesia lahir untuk semua, untuk semua suku, semua warga bangsa tanpa membedakan suku, agama, status sosial, jenis kelamin dan pembeda lainnya. Persatuan dan kesatuan bangsa di atas segalanya”
3). Lebih lanjut Hasto menegaskan bahwa menang atau kalah dalam pilkada bukanlah kiamatnya demokrasi. “Ibu Megawati selalu berpesan bahwa menang dan kalah hanya 5 tahun. Kalah kita perbaiki diri dan menang jangan korupsi. Lalu kenapa banyak yang menjadikan pilkada sebagai pertarungan hidup mati sehingga keadaban pun dikorbankan? Kenapa hanya demi kekuasaan lalu memertaruhkan segalanya, termasuk kehendak bersama sebagai bangsa ber Pancasila. Maka sebaiknya, semua pihak memerjuangkan kualitas demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jangan pernah memprovokasi rakyat dengan pemikiran sempit, apalagi kerdil”
4). Demokrasi harus menjadi ukuran peradaban politik Indonesia.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDI Perjuangan: Indahnya Silaturahim Para Pemimpin

PDI Perjuangan: Indahnya Silaturahim Para Pemimpin

Idul Fitri Perkuat Persaudaraan Nasional

1). Megawati Soekarnoputri dalam merayakan Idul Fitri 1439H menyiapkan secara khusus, tidak hanya menu makanan khas Nusantara, seperti Soto, mie bebek; menu identitas lebaran seperti Kupat, Opor ayam, dan sambal goreng pun tak lupa menyertainya. “Pada kesempatan tersebut, Ibu Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Bapak Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dan suasana sangat akrab sehingga silaturahim berjalan hampir 1 jam lamanya. Demikian halnya menteri2 kabinet kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Pada sore hari, Ibu Megawati menerima Bapak Presiden Jokowi beserta keluarga. Semua begitu akrab dan menggambarkan bahwa Idul Fitri tidak hanya hari kemenangan setelah satu bulan lamanya menjalankan ibadah puasa; Idul Fitri telah menjadi peristiwa kebudayaan, dan mampu merajut tali silaturahim nasional”
2). Bapak Presiden Jokowi secara khusus menyempatkan diri hadir sebelum perjalanan Beliau ke Solo. “Pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ibu Megawati berlangsung sekitar 1 jam. Suasana penuh kehangatan dan kehadiran Ibu Iriana menambah keakraban. Betapa Indahnya silaturahim antar pemimpin. Perayaan Idul Fitri sungguh2 memperkuat persaudaraan nasional”
3). Dalam pesannya, Megawati Soekarnoputri menyampaikan harapannya agar Peringatan Hari Raya Idul Fitri benar2 memerkuat persaudaraan sebagai bangsa. “Dengan saling maaf memaafkan, maka kesejatian kita sebagai bangsa yang berjiwa gotong royong, toleran dan mengedepankan musyawarah terus kita perkuat. Idul Fitri ini adalah gambaran nyata, bagaimana masyarakat penuh dengan suka cita saling bermaaf-maafan, ber halal bi halal. Inilah sejatinya peradaban kita”, ujar Megawati.
4). Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H

Eriko Sotarduga
Wakil Sekjen PDI Perjuangan

Bu Mega : Milih Cawpres Harus Dengan Nurani Jernih

Jokowi-Mega Bahas Narasi Indonesia Raya

1). Ditengah-tengah kesibukan memantau Mudik Lebaran, Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, kemarin, Selasa 12 Juni, kembali mengadakan pertemuan intens selama 2 jam 10 menit, dimulai pada pukul 17.10 hingga 19.20. “Pertemuan dalam suasana sangat akrab dan berulang kali kedua pemimpin tersebut tertawa lepas menggambarkan hangatnya pertemuan di Batu Tulis tersebut. Pertemuan diselingi buka puasa bersama, dan seperti kebiasaan sebelumnya, Ibu Megawati secara khusus menyiapkan sajadah untuk Pak Jokowi untuk keperluan Beliau menjalankan sholat Maghrib”, ujar Hasto Kristiyanto
2). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dan kali ini secara khusus membahas narasi kemajuan Indonesia Raya. “Ibu Megawati memberikan apresiasi kepada Bapak Jokowi bahwa mudik lebaran berjalan lancar. Kerja, kerja dan kerja terbukti menjadi jawaban paling tepat di tengah berbagai kritikan. Hasilnya sudah terbukti, infrastruktur untuk mengenjot pertumbuhan ekonomi ke depan telah dibangun dengan baik”
3). Adapun menu buka puasa yang disajikan antara lain tumis bunga pepaya, udang saus padang, ikan sukang bakar, sayur asem, dan asem2 iga. Dengan tertawa riang, Megawati memberikan es kelapa muda sebagai makanan pembuka lengkap dengan sirup merahnya. “Ini kelapa muda merah putih, biar semangat merah putih terus bergelora dalam diri Pak Jokowi, apapun tantangan yang dihadapi”, ujar Megawati, sambil menegaskan bahwa merah putih ini telah menjadi lambang bendera Majapahit, Sang Saka Getih-Getah Samudra, atau Sang Saka Gula Kelapa.’’
4). Pertemuan di Istana Batu Tulis tersebut sekaligus membahas sejumlah hal strategis. Berkaitan dengan siapa cawapres yang akan mendampingi Pak Jokowi, Ibu Megawati Soekarnoputri memberikan masukan agar segala sesuatunya dilakukan dengan pertimbangan matang, dan terus melakukan kontemplasi agar benar-benar memahami aspirasi rakyat Indonesia, sambil memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa. “Presiden dan wakil presiden itu merupakan pemimpin rakyat, pemimpin bangsa dan negara. Semua harus dipersiapkan dengan matang, dengan pertimbangan nurani yang jernih. Siapapun yang ditetapkan sebagai Cawapres ke depan, maka Pak Jokowi dan calon wakilnya merupakan satu kesatuan. Momentumnya dilakukan pada saat yang tepat”, kata Megawati.
5). Pertemuan tsb diakhiri dengan foto bersama dengan latar belakang lukisan Bung Karno, Proklamator dan Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Hasto Kristiyanto
Sekjend PDI Perjuangan

Pancasila harus jadi “The Way of Life”

 

Hari Lahirnya Pancasila harus disertai narasi rasa cinta tanah air, bangga dengan jati diri bangsa sendiri, bukan bangsa lain.

 

Peringatan Hari Lahirnya Pancasila setiap tanggal 1 Juni menggambarkan satu tekad, satu semangat, dan satu dasar tentang Indonesia Raya.

 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam rangka peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Jakarta, Jumat (1/6).

Hasto mengatakan, Indonesia Raya berdiri kokoh di atas Sila Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan Indonesia, Musyawarah, dan Keadilan Sosial. Kesemuanya diperas menjadi satu, yakni Gotong Royong.

 

“Peringatan Hari Lahirnya Pancasila ini semakin memerkuat kesadaran berbangsa, bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar dan tujuan berbangsa dan bernegara, namun Pancasila harus menjadi the way of life dalam seluruh kehidupan kita bersama,” ujarnya.

 

 

Hasto menambahkan, memeringati Hari Lahirnya Pancasila harus disertai narasi rasa cinta kepada tanah air, dengan  bangga dengan jati diri bangsa sendiri, bukan bangsa lain.

 

“PDI Perjuangan terus mendorong semangat patriotisme ini. Tidak ada bangsa besar, tanpa api perjuangan yang menyala-nyala untuk bangsa dan negaranya sendiri. Kuncinya kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi; kembangkan riset dan terus berjuang menjadi bangsa berdikari dengan topangan kebudayaan kita sendiri. Semangat berdikari hanya bisa terjadi apabila kita mencintai tanah air dengan sepenuh hati,” kata Hasto.

 

Dalam kesempatan itu, Hasto mengatakan PDI Perjuangan berharap agar seluruh komponen bangsa dapat membumikan Pancasila sebagai jati diri bangsa dan perekat keberagaman bangsa Indonesia yang begitu majemuk.

 

“Jadilah Pancasilais sejati yang menjunjung tinggi jati diri bangsa, bukannya menjunjung tinggi jati diri bangsa lain,” katanya.

 

Hari Lahir Pancasila, kata Hasto, harus dipahami seluruh jiwa dan semangatnya dengan memelajari Pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.