Audiensi DPD PDI Perjuangan DIY dengan Kevikepan DIY

Gereja Terbuka dengan Siapa pun yang Punya Komitmen Menjaga Pancasila

Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY GM Totok Hedi Santosa (duduk kedua dari kanan) foto bersama Romo Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo (duduk kanan), Romo Paroki Gereja Kidul Loji Romo Yohanes Maryono Pr (duduk kedua dari kiri), Romo Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang (KAS) Romo Harsanto Pr (duduk kiri) dan Romo Effendi Sunur SJ (berdiri ketiga dari kiri) beserta Pengurus Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) dan Pengurus Komisi Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KKPKC) usai bersilaturahmi di ruang belakang Gereja Kidul Loji Jalan Panembahan Senopati Yogyakarta, Sabtu (2/11/2019). Foto : Istimewa

 

BERNASNEWS.COM — Para pengurus DPD PDI Perjuangan DIY berkunjung ke Kevikepan DIY, Sabtu (2/11/2019). Mereka diterima di ruang rapat belakang Gereja Kidul Loji Jalan Panembahan Senopati Gondomanan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.
Baca selengkapnya

PDI Perjuangan DIY Ajak Pemuda Ikut Selesaikan Permasalahan Bangsa

YOGYA, KRJOGJA.com – PDI Perjuangan DIY mengajak generasi muda calon pemimpin bangsa untuk tampil sebagai bagian dari solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa. Selain itu juga mengajak generasi muda untuk turut menyejahterakan rakyat seusai dengan bidang keilmuan seperti, ekonomi, kebudayaan maupun ideologi.

Baca selengkapnya

PDIP DIY: Visi Misi Bakal Calon Bupati Bantul untuk Konsumsi Internal

Penetapan nama calon bupati Bantul dari PDIP kewenangan DPP

Baca selengkapnya

PDI Perjuangan DIY Bekali Pengurus dan Anggota Dewan Untuk Membumikan Pancasila

Sekjen DPP DPIP, Hasto Kristiyanto saat membuka pembekalan.

DPD PDI Perjuangan DIY menyelenggarakan Pembekalan kepada para Pengurus DPD dan DPC serta Wakil Rakyat di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di Hotel Rich pada tanggal 22 September 2019. Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat pengetahuan kepada para anggota Dewan dan Pengurus DPC PDI Perjuangan dalam mensinergikan program-program kerja di setiap wilayah Kabupaten/Kota maupun Provinsi. Baca selengkapnya

Megawati: Dulu Jerman saja Bisa Bersatu, Korea Juga Bisa

Ini Penjelasan Megawati Soal Keyakinannya Akan Korea Bersatu.

Seoul – Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri menyatakan keyakinannya bahwa pada suatu saat akan terjadi reunifikasi Korea atau Korea bersatu. Apalagi pengalaman di Jerman sudah menunjukkan bahwa Jerman Barat dan Jerman Timur bisa bersatu walau dulu banyak yang melihatnya tak mungkin terjadi.

Baca selengkapnya

Susunan Struktur DPP PDI Perjuangan Periode 2019-2024

Bali, Gesuri.id – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengumumkan dan langsung melantik struktue kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partainya periode 2019-2024 di penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Sabtu (10/8).
Sebagai formatur tunggal, Megawati memiliki hak prerogatif untuk memilih langsung struktur DPP PDI Perjuangan. Dia mengatakan tak banyak perubahan nama dalam kepengurusan DPP PDI Perjuangan lima tahun ke depan.

“Oleh sebab itu saya sudah memutuskan bahwa DPP saya praktis bahwa masih banyak yang ikut membantu saya, jumlahnya masih 27 (orang),” ungkap Megawati.

Setelah mengumumkan struktur kepengurusan DPP, Megawati langsung memimpin pengambilan sumpah jabatan.

“Inilah wajah-wajah yang akan membantu saya lima tahun ke depan,” kata Megawati.

Berikut susunan struktur kepengurusan DPP PDI Perjuangan periode 2019-2024:

1. Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri.
2. Ketua Bidang Kehormatan Partai: Komarudin Watubun.
3. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu: Bambang Wuryanto
4. Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi: Djarot S. Hidayat
5. Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi: Sukur Nababan
6. Ketua Bidang Politik dan Keamanan: Puan Maharani
7. Ketua Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan: Yasonna H. Laoly
8. Ketua Bidang Perekonomian: Said Abdullah
9. Ketua Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup: I Made Urip
10. Ketua Bidang Kelautan, Perikanan dan Nelayan: Rohmin Dahuri.
11. Ketua Bidang Luar Negeri: Ahmad Basarah
12. Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana: Ribka Tjiptaning.
13. Ketua Bidang Industri, Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial: Nusyirwan Soejono
14. Ketua Bidang Kesehatan dan Anak: Sri Rahayu.
15. Ketua Bidang Kebudayaan: Tri Rismaharini
16. Ketua Bidang Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat: Mindo Sianipar
17. Ketua Bid Pariwisata: Wiranti Sukamdani
18. Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga: Eriko Sotarduga
19. Ketua Bid Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME: Hamka Haq.
20. Ketua Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital: Prananda Prabowo.
21. Sekretaris Jenderal (Sekjen): Hasto Kristiyanto.
22. Wakil Sekjen Bidang Internal: Utut Adianto.
23. Wakil Sekjen Bidang Program Kerakyatan Sadarestuwati
24. Wakil Sekjen Bidang Program Pemerintahan: Arief Wibowo
25. Bendahara Umum: Olly Dondo Kambey.
26. Wakil Bendahara Umum Bidang Internal: Rudiyanto Chen.
27. Wakil Bendahara Umum Bidang Program: Yuliari Peter Batubara.

Kenapa Tetap Megawati? Ini Penjelasan Putra Nababan

Denpasar, Gesuri.id – Kenapa tetap Megawati? Mungkin itu yang menjadi pertanyaan banyak kalangan yang bukan bagian dari keanggotaan PDI Perjuangan.
“Don’t change the winning team. Tim yang menang jangan diganti formasinya. Apalagi menang 2 kali berturut-turut di pemilu,” kata anggota DPR terpilih Putra Nababan ketika ditemui Gesuri di arena Kongres V PDI Perjuangan di Bali, Kamis (8/8).

Sejak tahun 1994 sebagai wartawan Putra meliput kegiatan Megawati sebagai Ketua Umum Partai, Putra menyaksikan bagaimana putri sulung Bung Karno ini memiliki kemampuan manajerial dan mengelola konflik yang luar biasa.

“Menghadapi Soeharto dan kekuasannya kala itu bukanlah hal yang mudah. Tidak banyak institusi atau tokoh yang mampu bertahan dan tampil menjadi pemenang kecuali Ibu Mega dan PDI Perjuangan,” ujar Mantan Pemred Metro TV ini.

 

Putra Nababan yang juga ditunjuk sebagai anggota Steering Committee Kongres V mengungkapkan, di tangan ketua umumnya PDI Perjuangan mencetak banyak sekali pemimpin muda dan sukses sebagai kepala daerah.

“Jumlah kader partai kami yang menjadi bupati, wali kota, dan gubernur itu banyak sekali. Dan mereka berprestasi dan dicintai oleh rakyatnya. Ini semua karena tangan dingin dan bimbingan dari ibu ketua umum yang meniti karier politiknya juga dari bawah,” tutur Putra.

Megawati, sebagai seorang pemimpin yang pernah menjadi pengurus DPC, menjadi anggota DPR sampai menjadi Presiden, menurut Putra akan memiliki kematangan yang paripurna. Pertimbangan-pertimbangan untuk mencapai sebuah keputusan akan menghasilkan kesuksesan.

“Contohnya bagaimana ibu Risma kerja untuk kota Surabaya, mas Rudy di Solo, mas Hendi yang sukses di Semarang, mas Anas di Banyuwangi dan Pak Koster di Bali. Belum lagi kerja-kerja Pak Ganjar di Jawa Tengah dan yang paripurna kerja Pak Jokowi untuk Indonesia,“ cerita Putra dengan penuh semangat.

Dalam dialog dengan Megawati beberapa waktu lalu, Putra menceritakan gaya hidup turis internasional dan nasional berubah sejak Gubernur Bali I Wayan Koster menetapkan peraturan melarang menggunakan plastik dan kemasannya.

“Ibu Mega dengan antusias menceritakan Kebijakan itu merupakan arahan dirinya kepada Pak Koster sebagai kader partai untuk menelurkan kebijakan untuk melindungi lingkungan. Nah yang seperti ini kan tidak banyak orang tahu. Yang dapet nama kepala daerahnya, tapi sebenarnya kebijakan itu adalah instruksi ketua umum,” kata Putra sambil tersenyum.

Karena alasan-alasan itulah, menurut Putra, Megawati layak dipilih kembali memimpin PDI Perjuangan.

“Karena Ibu Megawati sendiri yang akan menghantarkan kita pada pintu kemenangan di Pemilu 2024,” kata Putra lagi.

https://www.gesuri.id/internal/kenapa-tetap-megawati-ini-penjelasan-putra-nababan-b1WkQZlBH

PDI Perjuangan: Pertemuan Jokowi-Prabowo Positif, Perkuat Tradisi Musyawarah Demi Persatuan Indonesia

Musyawarah Untuk Persatuan Indonesia Implementasi Demokrasi Pancasila

1). PDI Perjuangan memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa gembiranya atas pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo di Stasiun MRT, Jakarta. “Pertemuan tersebut menjadi ukuran peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia. Sebab Pemilu Presiden sudah selesai. Dengan pertemuan kedua pemimpin, PDI Perjuangan semakin meyakini bahwa jalan musyawarah demi persatuan Indonesia adalah pembumian penting dari demokrasi Pancasila”

2). Implikasinya, ketika Pak Jokowi dan Pak Prabowo bertemu, dalam suasana penuh kegembiraan disertai pemberian ucapan selamat secara langsung dari Pak Prabowo ke Pak Jokowi, maka sesuai kultur politik di Indonesia, hal tsb akan membawa suasana positif di tingkat grass roots. Kini semua berproses pada jalan yang sama: memerkuat semangat Merah Putih. “Saya mendampingi Ibu Megawati Soekarnoputri dengan melihat siaran langsung atas pertemuan tsb. Beliau menyampaikan rasa syukurnya, dan sejak awal percaya kenegarawanan Pak Prabowo, sama halnya dengan keyakinan Ibu Megawati mengapa konsisten memberikan dukungan ke Pak Jokowi karena kepemimpinannya yang merangkul, berdialog dan berdedikasi bagi bangsa dan negara Indonesia”

3). Dengan pertemuan tsb, maka PDI Perjuangan semakin optimis terhadap arah masa depan bangsa dan negara. “Yang lebih menggembirakan kami adalah bahwa demokrasi Pancasila bekerja baik. Gotong royong, musyawarah-mufakat, persatuan Indonesia, dan keluhuran budi para pemimpinnya telah menjadi modal bagi bangsa Indonesia untuk berdemokrasi dengan kultur Indonesia, yakni berdemokrasi dengan hikmat kebijaksanaan untuk kemajuan Indonesia Raya”

4). Ketika persatuan para pemimpin berproses menjadi persatuan nasional seluruh warga negaranya, maka hal tsb menjadi momentum penting bagi bangkitnya spirit dan kehendak nasional untuk berkemajuan bagi tanah air tercinta.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

Megawati Soekarnoputri: Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Alm Sutopo , Pejuang Sosial Kemanusiaan

Agar Pemerintah Berikan Penghormatan Terbaik

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di tengah lawatannya di Beijing menghadiri The World Peace Forum ke 8, secara khusus menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Alm Sutopo.

“Alm Sutopo, Humas BNPB tidak hanya sosok humanis yang tetap setia menjalankan tugas meski sedang sakit. Bagi saya, Beliau adalah pejuang sosial kemanusiaan”, ujar Megawati di Beijing, Minggu (7/7).

Megawati Soekarnoputri tercatat sebagai Presiden yang memiliki kesejarahan kuat dengan sejarah pendirian Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Sejak awal ketika menjalankan tugas sebagai Wapres, saya sudah melihat bagaimana Indonesia berada di daerah yang rawan bencana karena merupakan lintasan ring of fire, maka departemen sosial yang dibubarkan alm Gus Dur saat itu, saya transformasikan Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi, yang kemudian menjadi cikal bakal BNPB,” papar Megawati.

Bagi Megawati, sosok Alm Sutopo seorang yang gigih, tidak luntur dalam harapan meskipun sakit. “Dalam situasi krisis ketika tanggap darurat terjadi, Alm Sutopo mampu menjadi jembatan penghiburan, membangun harapan di tengah korban bencana, dan membantu menentramkan masyarakat melalui fungsi kehumasan yang dijalankan dengan sangat baik. Informasi terkait penanganan tanggap darurat, bantuan ke korban, dan juga berbagai upaya yang dilakukan BNPB disampaikan dengan baik dan tepat, sampai melupakan rasa sakitnya sendiri. Karena itulah Pemerintah diharapkan memberi penghormatan terbaik bagi pejuang kemanusiaan tersebut,” lanjut Megawati.

Sementara itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menjelaskan Alm Sutopo telah menjadi mitra kami yang sangat baik.

“Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan selama ini memiliki koordinasi dan kerjasama yang baik dengan BNPB. Semua tidak terlepas dari peran Alm Sutopo. PDI Perjuangan sungguh merasa kehilangan dengan sosok berdedikasi tersebut,” pungkas Hasto Kristiyanto.