PDIP: Instruksikan Seluruh Kader Partai Bergotong Royong Dan Bela Rasa Terhadap Korban Tsunami Donggala

Kemanusiaan Nilai Penggerak Gotong Royong Bangsa

1). PDI Perjuangan menginstruksikan kepada seluruh kader partai untuk bergotong royong dan berbela rasa serta aktif membantu rakyat yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. “Ibu Megawati Soekarnoputri langsung memerintahkan DPD Sulawesi Selatan untuk mengirim Tim Badan Penanggulangan Bencana -(Baguna) ke lokasi bencana. Demikian halnya Baguna Pusat akan segera berangkat ke Palu guna memimpin Solidaritas Kemanusiaan untuk membantu rakyat yang menjadi korban”
2). Ibu Megawati juga berpesan agar skala prioritas ditujukan pada korban dan sekaligus bantuan ke Ibu-ibu dan anak-anak. “Kami diminta membawa makanan untuk anak-anak, kebutuhan khusus perempuan dan galang solidaritas kemanusiaan yang melibatkan seluruh DPD Partai se Indonesia”.
3). Apa yang dilakukan PDI Perjuangan dengan BAGUNA yang sudah dilatih secara khusus oleh BASARNAS tidak lain untuk membumikan semangat “menangis dan tertawa” bersama rakyat.
4). Terhadap berbagai kegiatan kampanye yang saat ini sedang dilakukan, Hasto menegaskan agar skala prioritas saat ini adalah membantu pemerintah dan bergotong royong dengan seluruh komponen masyarakat untuk berbela rasa dengan melakukan tindakan kemanusiaan nyata guna membantu masyarakat di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.
5). Kami meyakini bahwa Presiden Jokowi akan bertindak cepat dan memimpin secara langsung gerakan solidaritas kemanusiaan tersebut. Terima kasih kepada aparat TNI, POLRI dan seluruh masyarakat atas kerja kemanusiaan yang dilakukan. Semangat Gotong Royong dan Solidaritas Kemanusiaan sangat penting sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDI Perjuangan: Laporan Dana Kampanye Pileg Kedepankan Transparansi

Spirit Gotong Royong Diterapkan

1). PDI Perjuangan berkomitmen kedepankan transparansi dan akuntabilitas dana pemilu. Meskipun tercatat sebagai Partai yang melaporkan dana awal tertinggi sebesar Rp. 105 milyar, karena dana tersebut adalah dana akumulatif para caleg yang dikelola dengan cara gotong royong. “Kami bertindak rasional dan transparan. Banyak yang belum berada dalam spirit itu, hanya melaporkan jutaan rupiah saja. Ini pengkerdilan rasionalitas publik dan tembok tebal bagi terwujudnya transparansi keuangan partai”
2). Sekjen PDI Perjuangan menegaskan bahwa Partainya konsisten di dalam membangun transparansi di internal Partai. “Kami telah mengawali Rekening Gotong Royong, berupa rekening iuran anggota Partai, yang diaudit oleh akuntan publik. PDI Perjuangan menerima sertifikasi ISO 9001:2015 dan satu2nya Partai penerima ISO di negara2 Asean. Kami melarang calon2 pilkada berstatus tersangka dan caleg legislatif bebas dari caleg koruptor. Semua demi tanggung jawab untuk manajemen Partai yang semakin transparan”
3). Demikian halnya dalam pengelolaan dana pemenangan pilkada, semua pihak bergotong royong untuk pemenangan. “Bahkan dana yang berasal dr paslon pun, termasuk dana saksi dikelola dengan baik, dan hal tersebut diterapkan dalam pilkada”
4). Laporan Dana Awal Kampanye harus dilihat sebagai komitmen Partai untuk menyampaikan hal2 yang rasional dan transparan bagi tradisi politik yang membangun peradaban.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDI Perjuangan: Siap Kampanye, Luncurkan Tagline dan Atribut Milenial

Atribusi Partai Galang Pemilih Muda Masa Depan Indonesia Raya

 

 

1). PDI Perjuangan selalu menampilkan terobosan baru dalam politik. Selain dikenal sebagai Partai Ideologis yang modern dengan Sekolah Partai, Sekolah Kader, dan Sekolah Kepala Daerah, Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini juga tercatat sebagai satu2nya Partai di Asean yang menerima penghargaan kualitas manajemen mutu ISO-9001:2015. “Pada hari ini, sebagai bentuk kesiapan memasuki tahap kampanye dan terobosan di dalam melakukan kreativitas politik; politik dengan fun, kegembiraan politik namun kental dengan tradisi kebudayaan, maka PDI Perjuangan meluncurkan tagline Partai dan atribut Partai yang ditujukan untuk kaum muda, kaum milenial”
2). Desain atribut partai menyentuh alam rasa kaum milenial dan dikerjakan dengan mengedepankan kreativitas. “Ibu Megawati menaruh perhatian yang begitu besar terhadap kaum muda. Kami diajarkan berpolitik yang berkebudayaan, dan penuh warna keIndonesiaan. Sebab, generasi Muda Indonesia adalah Masa Depan Indonesia Raya. Berilah saya sepuluh pemuda, maka saya bisa mengubah dunia, pesan Bung Karno”


3). Apa yang dilakukan dengan mencalonkan kembali Pak Jokowi juga dalam semangat membawa kemajuan bagi Indonesia Raya, semangat kaum muda. Demikian halnya Kyai Ma’ruf Amin, berkomitmen agar kepemimpinan pasca 2024 adalah kepemimpinan milenial. Dengan demikian, perpaduan Jokowi-Kyai Ma’ruf Amin adalah kepemimpinan transisional untuk masa depan Indonesia Raya dimana ke depan tidak boleh lagi ada berbagai persoalan terkait Pancasila, NKRI dan Kebhinnekaan Indonesia. Sebab semua untuk kebesaran Indonesia.
4). Gelorakan semangat muda #AtributMil3nialPDIP

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDI Perjuangan: Bung Karno Jadikan Pencak Silat Ekspresi Percaya Diri dan Kebanggaan Nasional

PDI Perjuangan: Bung Karno Jadikan Pencak Silat Ekspresi Percaya Diri dan Kebanggaan Nasional

1). PDI Perjuangan bersama seluruh komponen bangsa Indonesia terus menggelorakan semangat JAS MERAH (Jangan Sekali-kali meninggalkan sejarah). “Pencak Silat yang menjadi pendulang medali utama Indonesia, merupakan hasil proses panjang. Pencak Silat dalam panggung nasional digelorakan oleh Bung Karno. Beliau berpendapat bahwa pencak silat ini penting dilakukan oleh setiap generasi, utamanya generasi muda karena melatih kebugaran fisik. Hal ini disuarakan oleh BK pada jaman penjajahan Jepang, Sukarno sering berkeliling negeri untuk melihat perkembangan seni pencak silat. Ia pernah pula diundang untuk melihat kompetisi pencak silat yang diorganisir tentara Jepang. Bahkan ia selalu asyik menyaksikan dua kawannya Chairul Saleh dan Sri Bimo Ariotedjo yang berlatih silat”
2). Ketika Indonesia Merdeka, Bung Karno menginginkan semua pendidikan olahraga yang berbau kolonial, seperti kasti dan korfbal atau semacam bola tangan, itu dihapuskan. Kemudian mulai dikenalkan pendidikan olahraga yang digali dari kebudayaan Indonesia yaitu pencak silat. “Zakaria, pemain pencak silat, pernah membawa DKI Jakarta mendapatkan medali emas pada PON ke 2 pada bulan Oktober 1952. Sebagai peraih medali emas dari cabang pencak silat, ia pun pernah dipanggil Sukarno ke istana untuk memeragakan kebolehannya”, ujar Hasto Kristiyanto.
3).Puncak perhatian Bung Karno terhadap Pencak Silat terjadi tahun 1957. Saat itu pencak silat menjadi salah satu bagian dalam misi kebudayaan ke Eropa. Pemain pencak silat kala itu adalah Abdul Wahab, Rosidi, Jumali dan Suhada. Misi-misi kebudayaan Indonesia pada masa Soekarno dianggap sebagai suatu bentuk ekspresi rasa percaya diri dan kebanggaan nasional.
4). Dengan demikian, kemenangan Pencak Silat adalah reinkarnasi dari semangat Bung Karno tsb. “Pencak Silat adalah ekpresi rasa percaya diri dan kebanggan terhadap kebudayaan bangsa”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

Sekjen PDIP: Pernyataan Mahfud MD Sangat Manusiawi

Dinamika Mahfud MD Jauh Lebih Beradab Daripada Politik Mahar

1). PDI Perjuangan menyayangkan kepentingan pihak tertentu yang menjadikan penetapan Cawapres Jokowi dengan melakukan dramatisasi atas pernyataan Pak Mahfud MD. “Seluruh dinamika penetapan Cawapres Pak Jokowi masih wajar, dan jauh lebih beradab dibandingkan dengan penetapan Cawapres Prabowo yang diwarnai transaksi jual beli dukungan atau mahar politik sebesar Rp 1 Trilyun”, ujar Hasto Kristiyanto
2). Bagi Koalisi Indonesia Kerja, Capres dan cawapres adalah calon pemimpin untuk rakyat; pemimpin bangsa dan negara yang prosesnya tidak boleh dikotori oleh praktek politik uang. “Awal kehancuran suatu bangsa apabila memilih pemimpin tertingginya dilakukan dengan mengabaikan moral, etika, dan keadaban publik. Kami semua sungguh heran, betapa murahnya rekomendasi untuk menjadi cawapres. Ini gambaran rusaknya peradaban politik bangsa. Mereka yang telah memperjual belikan pencalonan hanya demi uang tidak bisa dibenarkan dengan cara apapun”
3). Hasto sangat bersyukur bahwa penetapan KH Ma’ruf Amin dilakukan melalui dialog para pemimpin. “Bahwa didalamnya ada dinamika dan dialektika kepentingan antar Partai yang berbeda itu hal yang wajar. Namun pada akhirnya Pak Jokowi mengambil keputusan atas dasar pilihan nurani, kemerdekaan politik dan mencari sosok pemersatu; sosok pengayom, sosok yang selama 1 tahun terakhir sangat aktif berdialektika dengan Pancasila sehingga Kyai Ma’ruf hadir sebagai sosok pemimpin yang mumpuni lahir dan batin”
4). Pak Mahfud MD sendiri sangat legowo. Beliau tadi telah bertemu dalam rapat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila bersama dengan Ibu Megawati, Pak Try Sutrisno, Buya Syafei Ma’arif dll, dan semua menampakkan keakraban diantara pemimpin.
5). PDI Perjuangan percaya terhadap suara hati para pemimpin untuk menjaga martabat, etika dan keadaban bangsa. “Jangan jadikan pilpres sebagai pertarungan kekuatan uang. Kami bangga dengan Pak Jokowi yang telah memilih KH Mar’uf atas dasar pilihan nurani. Kita mencari pemimpin, bukan pedagang politik”

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

Bacaleg Dibekali, Harus Ideologis Merakyat

Besok PDIP ke KPU Bawa Spirit 17an

1). PDI Perjuangan terus memperkuat tradisi kepartaian di dalam menyiapkan pemimpin untuk rakyat. “Pada hari Minggu-Senin, 15-16 Juli 2018, kami mengadakan pembekalan bagi seluruh bacaleg DPR RI. Peserta dibagi menjadi tiga kelas, dan acara bersifat tertutup mengingat efek kejutan yang akan diambil oleh Partai sebagai bagian dari strategi komunikasi politik Partai untuk mencalonkan putra-putri bangsa yang memiliki komitmen tinggi terhadap Pancasila, NKRI dan kebhinekaan Indonesia. Mereka telah kami profile melalui psikotest secara on line sehingga mapping atas leadership, personality, elan juang, dan karakter pribadinya kami dapatkan secara lengkap. Psikotest ini penting mengingat yang kami cari adalah sosok pemimpin ideologis yang merakyat”
2). Ada beberapa tokoh penting, dari kalangan akademisi banyak guru besar yang bergabung. Demikian halnya tokoh nasional dengan pengalaman luas di bidang politik, hukum, kebudayaan, tokoh anti korupsi, dan mereka yang memiliki basis kuat di pemilih. “Mereka menjadi satu kesatuan kekuatan gotong royong Partai. Kami memberikan pembekalan singkat, agar mereka semakin memahami kebijakan ideologis yang diperjuangkan Partai, dan pada akhirnya seluruh caleg nantinya akan dilatih khusus dalam Sekolah Partai. Di dalam pembekalan tersebut, semua wajib menjalankan perintah Ketua Umum Partai, Ibu Megawati Soekarnoputri, untuk menjadikan pileg dan pilpres satu nafas. Artinya PDI Perjuangan dan Pak Jokowi wajib dimenangkan”
3). PDI Perjuangan pun juga menilai bahwa Sistem Pencalonan (SILON) KPU mampu memberikan kemudahan di dalam pendaftaran. “Daftar caleg memuat informasi strategis terkait dengan konsepsi dan strategi Partai di dalam menjalankan fungsi rekrutmen dan kaderisasi kepemimpinan. Karena itulah sebagian data terkait dengan para tokoh nasional tsb, kami input pada saat akhir, agar “element of surprise-nya” semakin kuat. Pendaftaran calon akan dilakukan dengan mengambil spirit angka 17, yakni pada hari Selasa, 17 Juli 2018 jam 13.30”
4). Adanya SILON membuat proses pendaftaran lebih simple, cukup beberapa perwakilan DPP dan jumlah dokumen menjadi jauh lebih sedikit dan ringkas.

Hasto Kristiyanto
Sekjend PDI Perjuangan

 

PDI Perjuangan : Zohri Sprinter Dunia Bercitra Indonesia

Kecepatan Lari Meroket Kebanggaan Indonesia Raya
1). PDI Perjuangan dengan bangga dan penuh syukur mengucapkan selamat kepada Mohamad Zohri yang meraih Medali Emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 Federasi Asosiasi Atletik Internasional (IAAF) 2018 di Tampere, Finlandia. “Sprinter Tercepat Dunia Bercitra Indonesia telah lahir melalui perjuangan panjang. Luar biasa, thanks God, dan bayangkan 10.18 detik dalam jarak 100 meter. Inilah yang dimaksud sebagai Semangat Indonesia Raya. Indonesia menjadi Taman Sarinya dunia dalam berbagai prestasi yang membanggakan kita semua”, ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
2). Kemenangan Sprinter Dunia Muhammad Zohri telah menghadirkan kembali benih2 kebanggaan terhadap tanah air. Kemenangan tersebut juga menjadi salah satu simbol tentang makna “kompetisi dan kecepatan” yang sering disampaikan oleh Presiden Jokowi. “Presiden Jokowi selalu menekankan pentingnya kecepatan, speed and speed, sebagai instrumen penting dalam bidang pelayanan publik, kecepatan di dalam meresponse aspirasi publik dan tentu saja kemampuan bersaing di kancah internasional. Prestasi kita yang begitu membanggakan di olimpiade fisika, matematika dan lain-lain, semuanya diyakini telah digerakkan oleh nasionalisme yang hidup dan membumi untuk persembahan putra-putri bangsa bagi Ibu Pertiwi”
3). Hasto berharap agar semangat menjadi juara, menjadi terbaik, melalui perjuangan yang penuh tetesan keringat dan keyakinan, menjadi bagian kebudayaan Indonesia untuk berpikiran terbuka, mengejar prestasi dan berdisiplin dalam alam pikir dan disiplin dalam bertindak bagi setiap warga bangsa, apapun ruang lingkupnya, untuk berdedikasi bagi Indonesia Raya.
4). Selamat Bung Zohri, Anda menjadi bagian dari perwujudan cita-cita Indonesia Raya. #PdipZohriTop

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDI Perjuangan: “Pak Jokowi dan Ibu Megawati Satu Kesatuan Kepemimpinan untuk Rakyat”

Pertemuan Bahas Agenda Strategis Bangsa

1). Pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Jokowi terus dilakukan secara intens di Istana Batu Tulis. “Pertemuan pada malam hari ini, Minggu 8 Juli 2018 berlangsung selama 1 jam 50 menit. Beberapa hal strategis dibahas terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, Persiapan Asian Games, berbagai agenda strategis bangsa dan negara, termasuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden”, kata Hasto Kristiyanto
2). Pertemuan kedua pemimpin secara periodik baik di Istana Merdeka, Istana Bogor, maupun Istana Batu Tulis tersebut sangat penting. “Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif, serta membangun suasana kebatinan yang baik untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara, jauh di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semua yang dibahas untuk kemajuan Indonesia Raya”
3). Pertemuan Batu Tulis tersebut menepis berbagai anggapan dari berbagai pengamat politik yang mencoba membuat jarak bahkan memisahkan antara Presiden Jokowi dengan Ibu Megawati dan PDI Perjuangan. “Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat; sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang turun ke bawah, atau merakyat. Kedua pemimpin bangsa tersebut, dengan demikian, saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh emotional bonding (ikatan emosional) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia”
4). Berkaitan dengan siapa yang akan diputuskan sebagai cawapres, nama sudah mengerucut dan sudah dikantongi Pak Jokowi. “Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar”, ujar Megawati Soekarnoputri.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan

PDIP: Persatuan Kesatuan Bangsa di Atas Segalanya

Rakyat Merdeka di Dalam Menentukan Pemimpinnya

1). PDI Perjuangan menegaskan bahwa kekuasaan dalam politik bukanlah segala2nya dan bukan hal yang harus didapatkan dengan segala cara. “Kekuasaan itu hanyalah alat, guna menciptakan seluruh kebijakan dan program agar tercapailah cita2 masyarakat adil dan makmur. Dan dalam memeroleh kekuasaan itu, rakyatlah yang berdaulat. Rakyat merdeka di dalam memilih pemimpinnya”, ujar Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan
2). Pernyataan tersebut disampaikan melihat pilkada serentak kini sering menampilkan ambisi kekuasaan yang luar biasa, sehingga berbagai cara pun dilakukan, bahkan sampai ada yang berpikiran sempit memanipulasi daftar pemilih tetap, menggunakan alat penyelenggara pemilu yang seharusnya netral, politik uang, hingga menghilangkan hak pilih warga. “PDI Perjuangan sangat prihatin terhadap praktik politik menghalalkan cara tsb. Ambisi orang per orang dan kelompok menjadi begitu dominan, dan merusak keadaban politik kita, sampai ada tokoh nasional berbicara tentang identitas pemimpin hanya dari air minumnya dari mana, dan makan daging dari mana, kamu sukunya apa. Padahal yang namanya restoran Padang pun telah diterima menjadi identitas makanan nasional yang begitu lezat, tanpa bertanya bahwa itu makanan dari mana. Orang Sumatera Utara, Papua, Jawa, Bugis dll bisa diterima secara luas di seluruh penjuru nusantara dan hidup rukun sebagai bangsa. Namun mengapa ada yg berpikiran begitu sempit dan mengaburkan kenyataan bahwa Indonesia lahir untuk semua, untuk semua suku, semua warga bangsa tanpa membedakan suku, agama, status sosial, jenis kelamin dan pembeda lainnya. Persatuan dan kesatuan bangsa di atas segalanya”
3). Lebih lanjut Hasto menegaskan bahwa menang atau kalah dalam pilkada bukanlah kiamatnya demokrasi. “Ibu Megawati selalu berpesan bahwa menang dan kalah hanya 5 tahun. Kalah kita perbaiki diri dan menang jangan korupsi. Lalu kenapa banyak yang menjadikan pilkada sebagai pertarungan hidup mati sehingga keadaban pun dikorbankan? Kenapa hanya demi kekuasaan lalu memertaruhkan segalanya, termasuk kehendak bersama sebagai bangsa ber Pancasila. Maka sebaiknya, semua pihak memerjuangkan kualitas demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jangan pernah memprovokasi rakyat dengan pemikiran sempit, apalagi kerdil”
4). Demokrasi harus menjadi ukuran peradaban politik Indonesia.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan