Parpol Harus Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat

PARTAI politik dianggap memiliki peranan penting dalam menurunnya rasa nasionalisme dan sikap apatis terhadap kondisi bangsa. Saat ini, sebagian besar generasi muda acuh tak acuh dalam menyikapi perkembangan bangsa.
Papol Harus Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko mengatakan, disadari atau tidak partai politik harus segera berubah, misalnya tidak lagi memikirkan kekuasaan semata, melainkan bagaimana menjalankan nilai-nilai kedaulatan demi kesejahteraan rakyat.

Partai politik juga harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Pendidikan politik itu harus mencakup soal nilai-nilai keteladanan dan kerja nyata ketika mendapat amanat menjadi pemimpin.

Budiman juga membenarkan adanya sikap apatis terhadap partai politik. Namun untuk kasus-kasus tertentu, seperti upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 yang dimenangkan Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama, adalah bukti nyata kalau masyarakat masih menaruh harapan terhadap lembaga maupun pemimpin yang bersih dan berjuang demi rakyat.

“Untuk itulah, saya mengajak seluruh kader PDI Perjuangan agar tetap berjuang demi kesejahteraan rakyat, bukan untuk golongan-golongan tertentu,” ujar Budiman.

Menurut Budiman, dalam persoalan nasionalisme, ada sistem yang harus berjalan secara beriringan. Orang tua memiliki peran yang tidak sekadar menceritakan saja, melainkan menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda. Tujuannya hanya satu, bagaimana generasi muda mampu memahami karakter bangsa dan menjalaninya dalam kehidupan.

Generasi yang lebih tua juga harus mampu mencontohkan kepada generasi muda, tentang teori dan praktek nasionalisme. “Yang menjadi persoalan mungkin tidak hanya di generasi mudanya, melainkan bagaimana penyampaian dan contoh yang diberikan oleh kaum lebih tua,” terangnya.

Seperti kita ketahui, peran generasi muda dalam perjalanan bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan begitu saja. Janji bersama yang diucapkan pada tanggal 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, adalah bukti peran para generasi muda. Janji yang dikenal dengan nama Sumpah Pemuda ini, adalah tonggak awal bersatunya seluruh komponen bangsa.

Tidak itu saja, Soekarno yang memimpin Partai Nasional Indonesia pada usia 21 tahun adalah bukti nyata, kalau generasi muda juga tidak bisa diremehkan. Dengan pemikiran-pemikiran revolusioner, Soekarno dan Hatta mampu memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. (ovi)

Tulis tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *