PDI Perjuangan Dorong Penguatan Peran Politik Perempuan

IMG-20170525-WA0013

Peran perempuan dalam dunia politik memiliki posisi strategis termasuk dalam proses pendidikan politik langsung ke masyarakat.
Keberadaan perempuan di dalam politik idealnya bukan hanya memenuhi keterwakilan perempuan dalam legislatif tapi harus bisa berkiprah nyata dalam kehidupan bersama.
“Karena kita dulu hidup di masa orde baru, politik itu kotor. Sejatinya tidak begitu, politik itu menggunakan hati nurani kita, sehingga bermakna baik, ” kata Yuni Satia Rahayu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan di saat Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak di Yogyakarta, Kamis, 25/05/2017.
Yustina Yuyut Satya Indri Astuti, Wakil Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan DIY menjelaskan Rakorbid bertema “Penguatan Perempuan dalam Sistem Politik Indonesia” yang diselenggarakan di kantor DPD PDI Perjuangan dihadiri oleh perwakilan dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Sleman ini dihadiri juga oleh Sri Rahayu, Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan dan Maria Stefani Ekowati istri Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Yustina Yuyut menyatakan kegiatan rakorbid bukan hanya semata bertujuan pemenangan perolehan suara 2019 tapi langkah partai membuat program kerja agar bisa selalu bersama masyarakat, hadir berjuang bersama.
“Kita harap perempuan sebagai ibu rumah tangga jaga keluarga juga lingkungan agar tidak terpengaruh kelompok garis keras,” kata Yustina Yuyut.
Sri Rahayu, Ketua Bidang Perempuan, Kesehatan dan Anak DPP PDI Perjuangan menyatakan sudah saatnya perempuan tidak hanya fokus pada ranah domestik.
“Gerakan perempuan punya kesempatan berikan pendidikan politik, bukan hanya ikut di belakang layar. Perempuan harus ikut aktif,” kata Sri Rahayu.
Martanti Indah Lestari, S Sos, dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY mengingatkan keterlibatan perempuan dalam proses pendidikan sangat strategis karena bisa masuk ke ranah publik yang luas.
“Pemerintah DIY juga banyak beri dukungan untuk pemberdayaan perempuan juga perlindungan perempuan dan anak. Kita terbuka untuk lakukan pendampingan program. Misalnya bagaimana wujudkan desa maupun kampung Pancasila,” kata Martanti.

Tulis tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *