Perempuan Sehat, Negara Kuat. PDI Perjuangan DIY Peringati Hari Ibu ke-91

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi SPd (kanan) didampingi Bendahara DPD PDI Perjuangan DIY Rb Dwi Wahyu B SPd MSi (kedua dari kanan) bersama Ketua Panitia Sarasehan Yunita (kedua dari kiri) menyimak materi yang disampaikan narasumber dalam Sarasehan Peringatan Hari Ibu ke-91 DPD PDI Perjuangan DIY di Rumah Makan “Dapur Warna” Jalan Kaliurang Km 11,5 Ngaglik, Sleman, Sabtu (21/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

 

Sebagai partai yang selalu peduli terhadap rakyat, bangsa dan negara, PDI Perjuangan berkomitmen untuk memberantas penyalahgunaan obat-obat terlarang seperti Narkoba dan penyakit sosial lainnya seperti HIV/AIDS. Dan komitmen itu tidak hanya sebatas kata-kata, namun dalam tindakan nyata bekerja sama dengan komponen bangsa lainnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi SPd saat memberikan sambutan pada Sarasehan Peringatan Hari Ibu ke-91 DPD PDI Perjuangan DIY di Rumah Makan “Dapur Warna” Jalan Kaliurang Km 11,5 Ngaglik, Sleman, Sabtu (21/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

 

“Tentang narkoba, Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati konsern betul bahwa siapa pun kader PDI Perjuangan yang terbukti terlibat narkoba langsung dipecat saat itu juga. Dan pengurus PDIP akan melakukan tes urine secara rutin hingga pengurus tingkat bawah bahkan sebelum rakernas,” kata Nuryadi SPd, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, ketika membuka Sarasehan Peringatan Hari Ibu ke-91 DPD PDI Perjuangan DIY di Rumah Makan “Dapur Warna” Jalan Kaliurang Km 11,5 (sekitar 100 meter timur Toko WS) Ngaglik, Sleman, Sabtu (21/12/2019).

 

Para pengurus DPC PDI Perjuangan se-DIY dengan serius menyimak materi sarasehan yang disampaikan narasumber di Rumah Makan “Dapur Warna” Jalan Kaliurang Km 11,5, Sleman, Sabtu (21/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

 

Sarasehan dengan tema “Perempuan Sehat Negara Kuat” ini dihadiri ratusan Pengurus Cabang PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman. Sarasehan menampilkan dua narasumber yakni dr Maria Rulina Yudi Artanti MSc SpA dari RS Panti Rapih dengan membawakan topik tentang Stunting dan Dyah Arvianti dari Victoru Plus yang membawakan materi tentang HIV/AIDS.

 

Para pengurus DPC PDI Perjuangan se-DIY dengan penuhsenyum menyimak materi sarasehan yang disampaikan narasumber di Rumah Makan “Dapur Warna” Jalan Kaliurang Km 11,5 Ngaglik, Sleman, Sabtu (21/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

 

Nuryadi yang juga Ketua DPRD DIY ini mengatakan, komitmen PDI Perjuangan dalam memberantas narkoba dan HIV/AIDS itu tak perlu diragukan lagi karena ada instruksi yang tegas dari DPP PDI Perjuangan agar pengurus sampai tingkat bawah melakukan aksi nyata dan konkrit dalam mencegah dan memberantas penyakit masyarakat tersebut.

Dan untuk memanfaatkan momen Hari Ibu ke-91, 22 Desember 2019, selama dua hari berturutu-turut mulai Jumat (20/12/2019) hingga Sabtu (21/12/2019), DPD PDI Perjuangan melakukan aksi sosial di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman. Pada Jumat (20/12/2019) di Kabupaten Gunungkidul, DPD PDI Perjuangan mengadakan donor darah yang dihadiri dan diikuti 150 kader PDI Perjuangan dan masyarakat setempat, sementara di Kabupaten Sleman diadakan sarasehan tentang Stunting dan HIV/AIDS yang dihadiri/diikuti ibu-ibu pengurus DPC PDI Perjuangan se-DIY.

 

Para ibu pengurus DPC PDI Perjuangan dengan serius menyimak materi sarasehan, Sabtu (21/12/2019). Foto: Philipus Jehamun/Bernasnews.com

 

Menurut Nuryadi, komitmet PDI Perjuangan tidak hanya dalam hal membarantas Narkoba dan HIV/AIDS tapi juga praktik korupsi. DPP PDI Perjuangan secara tegas membuat aturan yang melatrang dan menindak tegas kader yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Dan komitmen itu tidak hanya sebatas di atas kertas, tapi tindakan nyata.

Nuryadi pun sangat berterima kasih kepada kader-kader PDI Perjuangan yang selama ini tunduk dan patuh terhadap aturan partai sehingga kader PDI Perjuangan relatif bersih, bebas dari korupsi, penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS. (lip)

 

Sumber: bernasnews

Tulis tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *