PKI isu musiman saat Pilkada/Pemilu

WhatsApp Image 2017-02-03 at 2.51.14 PM

Konferensi Pers DPD PDI Perjuangan DIY  yang dilakukan pada hari Jumat, 3 Februari 2017 jam 13.00 di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY membahas mengenai kondisi terakhir bangsa dan Pilkada Serentak 2017 di DIY dipaparkan oleh Drs. Bambang Praswanto., M.Sc, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY dan di moderasi ibu Dr. Yuni Satia Rahayu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY.

Pada kesempatan tersebut di uraikan berbagai hal, antara lain :

  1. Isu yang mengkaitkan PDI Perjuangan dengan Partai Komunis Indonesia adalah tidak benar, tidak lebih daripada upaya membangun opini negatif yang dilakukan setiap menghadapi Pemilu / Pilkada.
    Bahwasannya PDI Perjuangan merupakan partai hasil fusi dari lima partai yaitu, Partai Nasional Indonesia, Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia, Partai Musyawarah Rakyat Banyak, dan Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia. Jadi tidak ada Partai Komunis Indonesia ( PKI). Selama ini PDI Perjuangan  berazaskan Pancasila dan terbukti berkomitmen menjaga pilar bangsa yakni UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.
  2. Dalam setiap Pemilu / Pilkada terdapat upaya untuk men-down grade pihak lain dengan berbagai macam cara. Untuk itu PDI Perjuangan dari struktur yang diatas s.d yang dibawah siap menghadapi berbagai upaya tersebut, khususnya terhadap pihak yang anti Pancasila, anti NKRI & anti Bhinneka Tunggal Ika.
  3. DPD PDI Perjuangan DIY siap memenangkan Pilkada di Kabupaten Kulon Progo dan kota Yogyakarta dengan cara gotong royong antar kader.

Bahwasannya pilar komunisme dunia yakni negara Uni Sovyet sudah runtuh, serta Republik Rakyat Tiongkok yang sudah bermigrasi menjadi negara kapitalis yang menunjukkan bahwa paham komunisme sudah tidak memungkinkan lagi hidup di negara manapun termasuk di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Cara cara fitnah tersebut berkaitan dengan kepentingan politik & ekonomi para pihak yang terganggu dengan era pemerintahan Presiden Jokowi yang terbukti transparan dalam memerangi korupsi, mafia & pungli; yang tidak menginginkan partai penyokong Presiden Jokowi memenangkan Pilkada.

Tetap Satu Komando.

Merdeka!!!

Tulis tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *