Perempuan Sehat, Negara Kuat. PDI Perjuangan DIY Peringati Hari Ibu ke-91

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi SPd (kanan) didampingi Bendahara DPD PDI Perjuangan DIY Rb Dwi Wahyu B SPd MSi (kedua dari kanan) bersama Ketua Panitia Sarasehan Yunita (kedua dari kiri) menyimak materi yang disampaikan narasumber dalam Sarasehan Peringatan Hari Ibu ke-91 DPD PDI Perjuangan DIY di Rumah Makan “Dapur Warna” Jalan Kaliurang Km 11,5 Ngaglik, Sleman, Sabtu (21/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

 

Sebagai partai yang selalu peduli terhadap rakyat, bangsa dan negara, PDI Perjuangan berkomitmen untuk memberantas penyalahgunaan obat-obat terlarang seperti Narkoba dan penyakit sosial lainnya seperti HIV/AIDS. Dan komitmen itu tidak hanya sebatas kata-kata, namun dalam tindakan nyata bekerja sama dengan komponen bangsa lainnya.

Baca selengkapnya

Audiensi DPD PDI Perjuangan DIY dengan Kevikepan DIY

Gereja Terbuka dengan Siapa pun yang Punya Komitmen Menjaga Pancasila

Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY GM Totok Hedi Santosa (duduk kedua dari kanan) foto bersama Romo Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo (duduk kanan), Romo Paroki Gereja Kidul Loji Romo Yohanes Maryono Pr (duduk kedua dari kiri), Romo Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang (KAS) Romo Harsanto Pr (duduk kiri) dan Romo Effendi Sunur SJ (berdiri ketiga dari kiri) beserta Pengurus Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) dan Pengurus Komisi Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KKPKC) usai bersilaturahmi di ruang belakang Gereja Kidul Loji Jalan Panembahan Senopati Yogyakarta, Sabtu (2/11/2019). Foto : Istimewa

 

BERNASNEWS.COM — Para pengurus DPD PDI Perjuangan DIY berkunjung ke Kevikepan DIY, Sabtu (2/11/2019). Mereka diterima di ruang rapat belakang Gereja Kidul Loji Jalan Panembahan Senopati Gondomanan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.
Baca selengkapnya

HUT PDI Perjuangan 45: Setia Pada Jalan Kerakyatan, Pancasila Bintang Penuntun Indonesia Raya

1). PDI Perjuangan hari ini merayakan hari ulang tahun ke 45. “ PDI Perjuangan memiliki akar yang sangat kuat dengan Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927 sebagai perasan tekad untuk membebaskan Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Caranya dengan membentuk Partai yang menjadi obor penerang bagi rakyat, mendidik rakyat, dan mengorganisir rakyat sebagai kekuatan yang paling efektif dalam merebut kemerdekaan”
2). PDI Perjuangan pun mengalami keseluruhan dinamika politik yang luar biasa. “Partai ini selalu dipecah saat 32 tahun Orde Baru, dikucilkan dan hanya sekedar ornamen demokrasi. Berbagai intervensi kekuasaan, penyerangan kantor Partai, bahkan pernah tidak bisa ikut Pemilu pun pernah dialami Partai ini. Kalau dalam Pilkada dicurangi, dan ditelikung pun sudah hal yang biasa. Namun, oleh Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, kami diajarkan untuk tidak boleh mengeluh. Kami harus setia pada jati diri Sebagai Partai Ideologis atas dasar Pancasila, yang bergerak dengan penuh keyakinan. Kami selalu setia pada hukum. Kami selalu membuka ruang harapan sebesar-besarnya, bahwa politik adalah membangun peradaban; bahwa politik adalah pengabdian”
3). Kami juga diajarkan untuk berdedikasi bagi rakyat, bangsa, dan negara. Bahwa berpolitik bukan jalan mencari kekayaan, apalagi korupsi. “Partai setia pada jalan Pancasila. Di dalamnya bersintesa sempurna nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan Indonesia, musyawarah mufakat, dan keadilan sosial. Keseluruhan nilai tersebut dasar peradaban politik yang melekat dengan nilai2 kemanusiaan yang sangat kuat, agar manusia Indonesia sejahtera lahir dan batin”
4). PDI Perjuangan sangat bersyukur terhadap kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri yang konsisten membangun organisasi Partai agar semakin sempurnalah fungsi pendidikan dan kaderisasi untuk lahirnya kepemimpinan ideologis, visioner, mumpuni dan merakyat.
5). Dirgahayu PDI Perjuangan ke 45, jadikan Pancasila sebagai Bintang penuntun Indonesia Raya

Hasto Kristiyanto
Sekjend PDI Perjuangan.

PDI Perjuangan Dorong Penguatan Peran Politik Perempuan

IMG-20170525-WA0013

Peran perempuan dalam dunia politik memiliki posisi strategis termasuk dalam proses pendidikan politik langsung ke masyarakat.
Keberadaan perempuan di dalam politik idealnya bukan hanya memenuhi keterwakilan perempuan dalam legislatif tapi harus bisa berkiprah nyata dalam kehidupan bersama.
“Karena kita dulu hidup di masa orde baru, politik itu kotor. Sejatinya tidak begitu, politik itu menggunakan hati nurani kita, sehingga bermakna baik, ” kata Yuni Satia Rahayu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan di saat Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak di Yogyakarta, Kamis, 25/05/2017.
Yustina Yuyut Satya Indri Astuti, Wakil Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan DIY menjelaskan Rakorbid bertema “Penguatan Perempuan dalam Sistem Politik Indonesia” yang diselenggarakan di kantor DPD PDI Perjuangan dihadiri oleh perwakilan dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Sleman ini dihadiri juga oleh Sri Rahayu, Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan dan Maria Stefani Ekowati istri Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Yustina Yuyut menyatakan kegiatan rakorbid bukan hanya semata bertujuan pemenangan perolehan suara 2019 tapi langkah partai membuat program kerja agar bisa selalu bersama masyarakat, hadir berjuang bersama.
“Kita harap perempuan sebagai ibu rumah tangga jaga keluarga juga lingkungan agar tidak terpengaruh kelompok garis keras,” kata Yustina Yuyut.
Sri Rahayu, Ketua Bidang Perempuan, Kesehatan dan Anak DPP PDI Perjuangan menyatakan sudah saatnya perempuan tidak hanya fokus pada ranah domestik.
“Gerakan perempuan punya kesempatan berikan pendidikan politik, bukan hanya ikut di belakang layar. Perempuan harus ikut aktif,” kata Sri Rahayu.
Martanti Indah Lestari, S Sos, dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY mengingatkan keterlibatan perempuan dalam proses pendidikan sangat strategis karena bisa masuk ke ranah publik yang luas.
“Pemerintah DIY juga banyak beri dukungan untuk pemberdayaan perempuan juga perlindungan perempuan dan anak. Kita terbuka untuk lakukan pendampingan program. Misalnya bagaimana wujudkan desa maupun kampung Pancasila,” kata Martanti.

Prof Syafii Maarif : Bangsa Indonesia Butuh Lebih Banyak Negarawan

Dzikir Kebangsaan Baitul Muslimin Indonesia

Prof Syafii Maarif; Bangsa Indonesia Butuh Lebih Banyak NegarawanIMG-20170525-WA0007

Bangsa Indonesia bisa bertahan lama bahkan hingga ribuan tahun jika dari kader partai politik muncul negarawan di semua bidang baik tingkat desa hingga nasional.
Poin pernyataan tersebut mengemuka dari ceramah Prof Dr Syafii Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Guru Besar Sejarah dari Universitas Negeri Yogyakarta saat menyampaikan pidato di forum Dzikir Kebangsaan, Pengurus Daerah Baitul Muslimin Indonesia Yogyakarta, Rabu, 24/5/2017.
“Apa beda negarawan dan politisi? Ikuti kebutuhan jangka pendek, pragmatis itu politis. Sementara negarawan adalah sosok yang memikirkan bangsa dan negara untuk ribuan tahun mendatang, lebur di situ. Seorang negarawan pasti politisi, tapi politisi belum tentu negarawan,” kata Syafii Maarif.
Kegiatan Dzikir Kebangsaan yang diselenggarakan di halaman kantor DPD PDI Perjuangan DIY, di Badran Yogyakarta tersebut berlangsung sehari penuh dengan di awali kegiatan semaan Al Quran dari para penghafal Al Quran atau hafidz dari Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak Yogyakarta dan lalu diisi dengan orasi kebangsaan oleh Prof Syafii Maarif dengan moderator Zuly Qodir.
Rangkaian acara ditutup dengan dzikir bersama untuk mewujudkan Indonesia yang damai dipimpin oleh Kyai Habib Syakur, pimpinan pondok pesantren Al Imdad Bantul.
Buya Syafii, panggilan akrab guru besar sejarah menambahkan dirinya khawatir dengan kondisi kebangsaan di era sekarang yang tergerus aneka masalah baik dari dalam maupun dari luar. Ada sebagian dari warga bangsa Indonesia yang disebutkan berperilaku tidak bermoral, koruptif dan sebagian ada yang terjebak garis keras.
Syafii Maarif berharap semangat nasionalisme yang telah ditumbuhkan oleh pendiri bangsa bisa terus digelorakan untuk membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Apalagi saat ini, setelah 71 tahun kemerdekaan masih ada yang nasibnya belum beruntung. Saat ada sebagian dari warga kaya raya bisa naik pesawat, yang lain hanya bisa melihat pesawat terbang. Jurang kesenjangan ini harus bisa diatasi lewat hadirnya sosok negarawan yang mengelola negara Indonesia.
“Kita harus bisa meniru apa yang pernah dilakukan oleh Soekarno-Hatta. Ada baiknya lagi bagi kita semua membaca lagi dua buku penting yaitu pidato Hatta tahun 1927 berjudul Indonesia Merdeka juga buku Indonesia Menggugat yang ditulis Soekarno pada 1930, harus kita baca lagi sejarah bangsa ini,” kata Syafii Maarif.
Bambang Praswanto, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY menyatakan pelaksanaan dzikir kebangsaan yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan ini bertujuan agar bisa menciptakan kedamaian di Yogyakarta dan tanah air pada umumnya.
Dzikir kebangsaan yang melibatkan juga beragam elemen undangan ke tokoh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan pondok pesantren di Yogyakarta menjadi wujud nyata guna menggalang kekuatan bersama untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kita ingin menghadirkan kedamaian, kita bertekad mempertahankan NKRI, Pancasila ideologi negara karena kita yakin Pancasila tidak bertentangan dengan agama dan kepercayaan yang ada. Bhinneka Tunggal Ika kita perlukan, dan sepakat bahwa UUD 1945 adalah kontrak politik yang membawa Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur,” kata Bambang Praswanto.

Pengarahan DPP PDI Perjuangan ke Pilkada Kulon Progo 2017 untuk menang telak

img-20170107-wa0017 img-20170107-wa0018 img-20170107-wa0019 img-20170107-wa0020

Pengarahan yang dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan bapak HM Idham Samawi, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY bapak Drs Bambang Praswanto M.Sc, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY ibu Dr. Yuni Satia Rahayu, Ketua DPRD DIY Yoeke Indra dan seluruh anggota pengurus & fraksi dari DPC PDI Perjuangan Kulon Progo & DPD PDI Perjuangan DIY.

Mengingat kepopuleran calon Bupati Kulon Progo, pasangan no. 2 Dr Hasto Wardoyo & Tedjo dalam laporannya ketua DPC PDI Perjuangan Kulon Progo memasang target menang telak.
Dalam kesempatan pengarahan DPP PDI Perjuangan ke Pilkada Kulon Progo 2017, Ketua DPP PDI Perjuangan bapak HM Idham Samawi menantang untuk bisa mengalahkan prestasi Presiden Jokowi ketika menang mutlak 93% di Pilkada Surakarta beberapa tahun yang lalu untuk bisa dipecahkan rekornya.
Dalam paparannya, rata rata PAC se Kulon Progo berani pasang target kemenangan di angka 70%.
Perihal adanya penolakan Bandara yang mau dibangun di Kulon Progo, di tegaskan bahwa keberadaan Bandara akan menimbulkan multiplier efek di bidang pertumbuhan ekonomi. Bahkan kabupaten tetangga Kulon Progo juga menginginkan di bangunnya bandara di kabupatennya. Sehingga penolakan bandara tidak berdasar dan justru menjadi nilai positif dari pasangan calon no. 2 tersebut.